udah catut nama, kagak ada kebagian enaknya di gw...........siallllllllllllll...dasar kebo. :p
2009/8/4 <[email protected]> > > > Namany jg stensilan.. Klo mo pol ya ktemu bokin drumh masing2.. Hehhehee.. > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > ------------------------------ > *From*: Arief Avianto > *Date*: Tue, 4 Aug 2009 00:43:08 -0700 (PDT) > *To*: <[email protected]> > *Subject*: Re: [ninja_gokill] Sharing Pengalaman > > > kuraaaang.. baru ngaceng setengah neh.. huauhauhuahuahuahuahau.. > > --- On *Tue, 8/4/09, Vino Krr Item . <[email protected]>* wrote: > > > From: Vino Krr Item . <[email protected]> > Subject: [ninja_gokill] Sharing Pengalaman > To: [email protected] > Date: Tuesday, August 4, 2009, 7:16 AM > > > > Istri Kakakku Yg Kesepian > > > > Sebut namaku Dedy, semasa kuliah aku tinggal bersama kakakku Irawan dan > istrinya Risa. Aku diajak tinggal bersama mereka, karena kampusku > dekat dengan rumah mereka, daripada aku kost. Usiaku dengan Kak Irawan > selisih 5 tahun dan Risa 2 tahun lebih tua dariku.. > > Karena Kak Irawan bertugas di kapal, ia sering jarang di rumah. Sering > kulihat Risa kelihatan kesepian karena ditinggal kakakku. Kuhibur dia > dan akhirnya kami sering bercanda. Lama-lama Terkesan kalau Risa > lebih dekat ke aku dibanding Kak Irawan. Karena Kak Irawan jarang pulang > akhirnya kami sering keluar jalan-jalan. Dan terkadang kami nonton > bioskop berdua untuk menghilangkan rasa sepi Risa. Sering Risa dikira > pacarku, tentu aku jadi bangga jalan dengannya. Seluk beluk di > dirinya membuat mata terpikat dan tak lepas melirik. Keesokan harinya > sepulang kuliah kulihat rumah sepi. Sesaat aku bingung ada apa dan > kemana Risa. Sesaat kulihat di celah pintu kamarnya ada cahaya TV. > Segera kucek apa ia ada di kamar. Kubuka pintunya, sesaat kuterdiam, > terlihat di TV kamarnya adegan yang merangsang, sekilas kulihat Risa > sedang terlentang dan ia kaget akan kehadiranku. “Maaf Mbak!” sahutku > dengan tidak enak. > > Lalu kututup pintu kamar dan keluar. Sekilas teringat yang sekilas > kulihat tadi. Risa sedang asyik memainkan buah dadanya yang besar dan > daerahnya yang indah dengan sebagian kulit yang tak tertutup sehingga > memamerkan beberapa bagian tubuhnya. Sesaat beberapa lama di dalam > kamar. Rasanya kuingin menonton yang Risa tonton tadi. Lalu kusetel > CD simpanan di kamarku. Tampaknya birahiku muncul melihat adegan- > adegan itu, sesaat terlintas yang dilakukan Risa di kamarnya. > Tubuhnya merangsang pikiranku untuk berkhayal. Akhirnya seiring > adegan film aku berkhayal bercinta. Kukeluarkan penisku dan > kumainkan. Sesaat aku kaget, Risa masuk ke kamarku. Rupanya aku lupa > mengunci pintu. Ia terlihat terdiam melihat milikku. Wajahnya tegang > dan bingung. Sesaat kami sama-sama terdiam dan bingung. > > “Ma... maaf, ganggu ya,” tanya Risa dengan matanya yang menatap > milikku. > “Eh.. enggak Mbak, a.. ada apa Mbak,” sahutku dengan tanganku yang > masih memegang milikku. > “Nggak, tadi ada apa kamu kekamar?” tanya Risa dengan bingung karena > kejadian ini. > “Oh itu, sangkain aku rumah kosong, aku nyari Mbak,” sahutku sambil > kumasukkan milikku lagi. > “Kamu nonton apa?” tanya Risa lalu melihat film yang kusetel. > “I.. itu.. sama yang tadi,” sahutku dengan isyarat yang ditonton Risa > di kamarnya. > Risa terdiam sesaat sambil melihat film. > “Maaf Mbak, boleh pinjem yang tadi nggak?” tanyaku dengan malu. > “Boleh, kenapa enggak?” jawab Risa. > “Mau minjem Mbak… apa mau nonton di sini?” tawarku kepada Risa. > “Sekalian aja deh, biar rame,” jawabnya. > > Adegan demi adegan difilm kami lewati, dan beberapa kali kami > mengganti film. Kami juga berbincang dan mengobrol tentang yang > berhubungan di film. Mungkin karena kami sering berdua dan bicara > dari hati ke hati akhirnya kami merasakan ada kesamaan dan kecocokan. > Kami tidak canggung lagi. Rasanya kami sama-sama menyukai tapi kami > sadari Risa milik kakakku. Kami akhirnya biasa duduk berduaan dengan > dekat. Sering dan banyak film kami tonton bersama. Kami akhirnya > mulai sering melirik dan bertatapan mata. Sesaat saat film berputar > tanpa kami sadari, tatapan mata kami membuat bibir kami bersentuhan. > Tampaknya gairah kami sama dan tak bisa dibendung dan kami tergerak > mengikuti iringan gairah dan birahi. Aku pikir ciuman tak apalah, > akhirnya bibir dan lidah kami saling bersaing. Nafsu membuat kami > terus berebutan air liur. > > Beberapa lama kami nikmati kejadian ini, kemudian kami tersadar dan > berhenti. Kami hanya bisa diam dalam pelukan. Mata kami tak sanggup > bertatapan. Rasanya bingung. Cukup lama kami berpelukan sampai > akhirnya kami duduk biasa lagi. Kehangatan tubuh dan sikap Risa > memancing birahiku. Beberapa lama kami tak bisa mengeluarkan kata- > kata. Perlahan kubuai rambut panjang Risa. Tampaknya ia menyukainya. > Perlahan tanganku mengelus pundaknya. Sesaat kami bertatapan lagi. > Wajahnya dewasa dan cantik, kurasakan wajah yang mengharapkan > sentuhan dan kehangatan. Kurasakan isyarat dari Risa untuk berciuman > lagi. Tanpa basa-basi kulahap bibirnya, ahh nikmat rasanya. Bibirnya > terasa lembut di bibirku. Lalu dada kami saling berhadapan. Sekilas > kulihat buah dadanya yang besar. Lalu kupeluk Risa dengan maksud > ingin menyentuh dan merasakan miliknya. > > Sesaat kurasakan miliknya di dadaku, besar, empuk dan besar. Perlahan > tanganku mengelus-elus pahanya yang lembut dan halus. Sebagai > penjajakan kuelus selangkangannya, tampaknya ia menikmatinya. > Kurasakan tanganku ia elus sebagai tanda ia menyukainya. Tanpa > menunggu aku segera meraba-raba daerah sensitifnya. Sesaat tanganku > ia raih dan ia giring ke dadanya. Ahh, akhirnya kurasakan buah dada > yang besar di dekapan tanganku. Sesaat kurasakan milikku didekap > tangan Risa, ahh rasanya aku menikmatinya. Perlahan tangannya > memainkan, nikmat rasanya. Perlahan kulepaskan tangan Risa dari > milikku. Kubuka sebagian celanaku sehingga milikku menghunus tegap. > Kuraih tangannya dan kuarahkan ke milikku. Sesaat tangannya mendekap > milikku, ia mainkan lalu beberapa lama kemudian wajahnya menuju ke > milikku dan ia hisap. Ah, lembutnya mulut Risa. Rupanya ia suka > menghisap milikku. milikku keluar masuk di mulutnya secara perlahan > seiring tangannya yang mengayun-ayun milikku. > > Perlahan kuangkat kaosnya sehingga terlihat buah dada yang tertutup > bra. Kuraih kaitannya dan kulepas. Perlahan tanganku menyusup di > branya lalu meraba dan meremas buah dadanya yang besar, halus dan > lembut. Kurasakan putingnya yang kenyal mengeras, dadanya pun > mengeras. Lalu tanganku menuju celana pendeknya dan kubuka bersama > celana dalamnya. Ahh, indah tubuhnya bila tanpa pakaian dan sangat > merangsang. Pinggangnya yang ramping dan pinggul yang lumayan, > kulitnya putih bersih dan mulus. Kuelus-elus bokongnya yang halus dan > lembut. Pahanya kuraba lalu bulunya dan tonjolan sensitifnya. Seiring > hisapannya kumainkan bibir vagina yang sudah basah perlahan jariku > masuk ke liang vaginanya. Kurasakan lembut di jemariku, nikmat > rasanya.”Dedy.. oouuhhh…” ucapnya seiring jariku yang tertancap di > liangnya. Sesaat kemudian kurasakan gerakan mulut dan nafasnya tambah > cepat. Kurasakan air liur Risa membasahi milikku. > > Cukup lama mulutnya bermain sampai ku tak tahan menahan > maniku. “Mmmhhh…” ucap Risa seiring semburanku di dalam mulutnya. > Kurasakan mulutnya tetap menghisap milikku, lalu maniku dan terus > sampai beberapa lama. Kemudian bibirnya selesai bermain. “Udah De?” > sahutnya dengan isyarat apakah aku puas. Aku tersenyum melihat wajah > cantiknya yang memucat dan merangsang. Rasanya milikku belum puas > masuk di mulutnya. Kemudian ia terbaring dengan jariku yang masih > masuk di liangnya. “Mbak yang ini belom,” sahutku dengan isyarat > jariku yang keluar masuk di liangnya.”Emang kenapa?” tanyanya dengan > isyarat wajah yang menanyakan apa keinginanku. Kemudian kubuat posisi > bersetubuh. Kaki Risa mengangkang lebar dan terangkat seakan siap > bermain. Bibir vagina yang agak merah terlihat jelas olehku. Milikku > yang terhunus akhirnya menyentuh bibir vaginanya yang lembut yang > sudah basah. Perlahan kumasukkan dan akhirnya hilang tertelan di > liang Risa yang lembut. > > “Mmhhh….” desah Risa dengan dagunya yang perlahan terangkat dan > telapak kakinya memeluk pinggulku. Milikku keluar-masuk diliangnya > dan dada Risa membusung seakan tidak kuat merasakan kenikmatan > sentuhanku. “Ooouuhh… ooouuhhh…” berulang desahan itu Risa > keluarkan. Beberapa lama kurasakan nikmatnya tubuh Risa. Perlahan > kurasakan pinggul Risa bergerak sehingga mempercepat gesekan penis > dan liangnya. Sessat ia dekap tubuhku. Tubuhnya menegang. “Dedy…” > ucapnya dengan getaran kenikmatan. Aahhh Kurasakan penisku didekap > kuat liang Risa. “Ooouuuhh,” desah nikmat Risa. Kulihat Risa mulai > melemas pasrah. Melihat ini gairahku meningkat seakan tubuhnya > santapanku. Nafsuku membuat milikku keluar masuk dengan cepat. Ahh, > puncakku disaat penisku masih di dalam liang Risa. Aku tak dapat > menahan semburanku karena nikmatnya tubuh Risa. “Ooouuuhhh…” desah > Risa mengiringi setiap semburanku. Milikku kubiarkan tertancap terus. > Tampaknya Risa tak menolaknya. Tubuhku belum puas menikmati tubuhnya. > Terkadang tanganku menikmati dada dan putingnya. Dan beberapa kali > kami berciuman lagi. Aku tak peduli walaupun bibirnya bekas milik dan > maniku karena benar-benar nikmat. > > Sampai tenaga kami pulih, kurasakan dekapan liang Risa yang agak > mengering basah lagi. Lalu kami bermain lagi. Ini terus kami lakukan > sampai kami tak kuat dan tidur kelelahan. Esoknya kami tersadar dan > kami mandi bersama. Tampaknya kami menyukai kejadian kemarin. Rasa > bersalah hilang karena Kami rasakan kecocokan, dan kami teruskan > hubungan ini. Karena kakakku jarang di rumah kami sering berdua, > tidur bersama dan mandi bersama dengan sentuhan-sentuhan yang nikmat. > Ini menjadi rahasia kami berdua seterusnya. sampai aku memiliki istri > dan sama-sama mempunyai anak kami terus berhubungan. > > > > > >

