Masih Ribet sama BlekiBleki dia :P

Sent from my NinjaBerry™  

-----Original Message-----
From: Arief Avianto <[email protected]>

Date: Tue, 4 Aug 2009 01:59:59 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [ninja_gokill] Sharing Pengalaman


Dedy mana ya?.. lg mnghayatin jangan2..

--- On Tue, 8/4/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [ninja_gokill] Sharing Pengalaman
To: "Ninja Gokill" <[email protected]>
Date: Tuesday, August 4, 2009, 8:52 AM






 




    
                  
      Stidakny lo brhasil memperistri "risa" khan... Wkwkwkwk..

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!From:  Irawan 
Date: Tue, 4 Aug 2009 15:01:25 +0700
To: <ninja_gokill@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [ninja_gokill] Sharing Pengalaman
                         udah catut nama, kagak ada kebagian enaknya di 
gw.......... .siallllllllllll ll...dasar kebo. :p

2009/8/4  <vino_krr_item@ yahoo.com>
                                            Namany jg stensilan.. Klo mo pol ya 
ktemu bokin drumh masing2.. Hehhehee..

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!From:  Arief Avianto 
Date: Tue, 4 Aug 2009 00:43:08 -0700 (PDT)
To: <ninja_gokill@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [ninja_gokill] Sharing Pengalaman
                          kuraaaang.. baru ngaceng setengah neh.. 
huauhauhuahuahuahua hau..

--- On Tue, 8/4/09, Vino Krr Item . <vino_krr_item@ yahoo.com> wrote:

From: Vino Krr Item . <vino_krr_item@ yahoo.com>
Subject: [ninja_gokill] Sharing Pengalaman
 To: ninja_gokill@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, August 4, 2009, 7:16 AM

                              Istri Kakakku Yg Kesepian    Sebut namaku Dedy, 
semasa kuliah aku tinggal bersama kakakku Irawan dan
 istrinya Risa. Aku diajak tinggal bersama mereka, karena kampusku
dekat dengan rumah mereka, daripada aku kost. Usiaku dengan Kak Irawan
selisih 5 tahun dan Risa 2 tahun lebih tua dariku.. Karena Kak Irawan bertugas 
di kapal, ia sering jarang di rumah. Sering
 kulihat Risa kelihatan kesepian karena ditinggal kakakku. Kuhibur dia
dan akhirnya kami sering bercanda. Lama-lama Terkesan kalau Risa
lebih dekat ke aku dibanding Kak Irawan. Karena Kak Irawan jarang pulang
akhirnya kami sering keluar jalan-jalan. Dan terkadang kami nonton
 bioskop berdua untuk menghilangkan rasa sepi Risa. Sering Risa dikira
pacarku, tentu aku jadi bangga jalan dengannya. Seluk beluk di
dirinya membuat mata terpikat dan tak lepas melirik. Keesokan harinya
sepulang kuliah kulihat rumah sepi. Sesaat aku bingung ada apa dan
 kemana Risa. Sesaat kulihat di celah pintu  kamarnya ada cahaya TV.
Segera kucek apa ia ada di kamar. Kubuka pintunya, sesaat  kuterdiam,
terlihat di TV kamarnya adegan yang merangsang, sekilas kulihat Risa
sedang terlentang dan ia kaget akan kehadiranku. “Maaf Mbak!” sahutku
 dengan tidak enak. Lalu kututup pintu kamar dan keluar. Sekilas teringat yang 
sekilas
kulihat tadi. Risa sedang asyik memainkan buah dadanya yang besar dan
 daerahnya yang indah dengan sebagian kulit yang tak tertutup sehingga
memamerkan beberapa bagian tubuhnya. Sesaat beberapa lama di dalam
kamar. Rasanya kuingin menonton yang Risa tonton tadi. Lalu kusetel
CD simpanan di kamarku. Tampaknya birahiku muncul melihat adegan-
 adegan itu, sesaat terlintas yang dilakukan Risa di kamarnya.
Tubuhnya merangsang pikiranku untuk berkhayal. Akhirnya seiring
adegan film aku berkhayal bercinta. Kukeluarkan penisku dan
kumainkan. Sesaat aku kaget, Risa masuk ke kamarku. Rupanya aku  lupa
 mengunci pintu. Ia terlihat terdiam melihat milikku. Wajahnya tegang
dan bingung.  Sesaat kami sama-sama terdiam dan bingung. “Ma... maaf, ganggu 
ya,” tanya Risa dengan matanya yang menatap
 milikku.
“Eh.. enggak Mbak, a.. ada apa Mbak,” sahutku dengan tanganku yang
masih memegang milikku.
“Nggak, tadi ada apa kamu kekamar?” tanya Risa dengan bingung karena
kejadian ini.
“Oh itu, sangkain aku rumah kosong, aku nyari Mbak,” sahutku sambil
 kumasukkan milikku lagi.
“Kamu nonton apa?” tanya Risa lalu melihat film yang kusetel.
“I.. itu.. sama yang tadi,” sahutku dengan isyarat yang ditonton Risa
di kamarnya.
Risa terdiam sesaat sambil melihat film.
 “Maaf Mbak, boleh pinjem yang tadi nggak?” tanyaku dengan malu.
“Boleh, kenapa enggak?”  jawab Risa.
“Mau minjem Mbak… apa mau nonton di sini?” tawarku kepada  Risa.
“Sekalian aja deh, biar rame,” jawabnya. Adegan demi adegan difilm kami lewati, 
dan beberapa kali kami
mengganti film. Kami juga berbincang dan mengobrol tentang yang
berhubungan di film. Mungkin karena kami sering berdua dan bicara
 dari hati ke hati akhirnya kami merasakan ada kesamaan dan kecocokan.
Kami tidak canggung lagi. Rasanya kami sama-sama menyukai tapi kami
sadari Risa milik kakakku. Kami akhirnya biasa duduk berduaan dengan
dekat. Sering dan banyak film kami tonton bersama. Kami akhirnya
 mulai sering melirik dan bertatapan mata. Sesaat saat film berputar
tanpa kami sadari, tatapan mata kami membuat bibir kami bersentuhan.
Tampaknya gairah kami sama dan tak bisa dibendung dan kami  tergerak
mengikuti iringan gairah dan birahi. Aku pikir ciuman tak apalah,
 akhirnya  bibir dan lidah kami saling bersaing. Nafsu membuat kami
terus berebutan air liur. Beberapa lama kami nikmati kejadian ini, kemudian 
kami tersadar dan
 berhenti. Kami hanya bisa diam dalam pelukan. Mata kami tak sanggup
bertatapan. Rasanya bingung. Cukup lama kami berpelukan sampai
akhirnya kami duduk biasa lagi. Kehangatan tubuh dan sikap Risa
memancing birahiku. Beberapa lama kami tak bisa mengeluarkan kata-
 kata. Perlahan kubuai rambut panjang Risa. Tampaknya ia menyukainya.
Perlahan tanganku mengelus pundaknya. Sesaat kami bertatapan lagi.
Wajahnya dewasa dan cantik, kurasakan wajah yang mengharapkan
sentuhan dan kehangatan. Kurasakan isyarat dari Risa untuk berciuman
 lagi. Tanpa basa-basi kulahap bibirnya, ahh nikmat rasanya.  Bibirnya
terasa lembut di bibirku. Lalu dada kami saling berhadapan. Sekilas
kulihat  buah dadanya yang besar. Lalu kupeluk Risa dengan maksud
ingin menyentuh dan merasakan miliknya. Sesaat kurasakan miliknya di dadaku, 
besar, empuk dan besar. Perlahan
tanganku mengelus-elus pahanya yang lembut dan halus. Sebagai
 penjajakan kuelus selangkangannya, tampaknya ia menikmatinya.
Kurasakan tanganku ia elus sebagai tanda ia menyukainya. Tanpa
menunggu aku segera meraba-raba daerah sensitifnya. Sesaat tanganku
ia raih dan ia giring ke dadanya. Ahh, akhirnya kurasakan buah dada
 yang besar di dekapan tanganku. Sesaat kurasakan milikku didekap
tangan Risa, ahh rasanya aku menikmatinya. Perlahan tangannya
memainkan, nikmat rasanya. Perlahan kulepaskan tangan Risa dari
milikku. Kubuka sebagian celanaku sehingga milikku menghunus tegap.
 Kuraih  tangannya dan kuarahkan ke milikku. Sesaat tangannya mendekap
milikku, ia mainkan lalu  beberapa lama kemudian wajahnya menuju ke
milikku dan ia hisap. Ah, lembutnya mulut Risa. Rupanya ia suka
menghisap milikku. milikku keluar masuk di mulutnya secara perlahan
 seiring tangannya yang mengayun-ayun milikku. Perlahan kuangkat kaosnya 
sehingga terlihat buah dada yang tertutup
bra. Kuraih kaitannya dan kulepas. Perlahan tanganku menyusup di
 branya lalu meraba dan meremas buah dadanya yang besar, halus dan
lembut. Kurasakan putingnya yang kenyal mengeras, dadanya pun
mengeras. Lalu tanganku menuju celana pendeknya dan kubuka bersama
celana dalamnya. Ahh, indah tubuhnya bila tanpa pakaian dan sangat
 merangsang. Pinggangnya yang ramping dan pinggul yang lumayan,
kulitnya putih bersih dan mulus. Kuelus-elus bokongnya yang halus dan
lembut. Pahanya kuraba lalu bulunya dan tonjolan sensitifnya. Seiring
hisapannya kumainkan bibir vagina yang sudah basah perlahan  jariku
 masuk ke liang vaginanya. Kurasakan lembut di jemariku, nikmat
rasanya.”Dedy. .  oouuhhh…” ucapnya seiring jariku yang tertancap di
liangnya. Sesaat kemudian kurasakan gerakan mulut dan nafasnya tambah
cepat. Kurasakan air liur Risa membasahi milikku. Cukup lama mulutnya bermain 
sampai ku tak tahan menahan
maniku. “Mmmhhh…” ucap Risa seiring semburanku di dalam mulutnya.
Kurasakan mulutnya tetap menghisap milikku, lalu maniku dan terus
 sampai beberapa lama. Kemudian bibirnya selesai bermain. “Udah De?”
sahutnya dengan isyarat apakah aku puas. Aku tersenyum melihat wajah
cantiknya yang memucat dan merangsang. Rasanya milikku belum puas
masuk di mulutnya. Kemudian ia terbaring dengan jariku yang masih
 masuk di liangnya. “Mbak yang ini belom,” sahutku dengan isyarat
jariku yang keluar masuk di liangnya.”Emang kenapa?” tanyanya dengan
isyarat wajah yang menanyakan apa keinginanku.  Kemudian kubuat posisi
bersetubuh. Kaki Risa mengangkang lebar dan terangkat seakan  siap
 bermain. Bibir vagina yang agak merah terlihat jelas olehku. Milikku
yang terhunus akhirnya menyentuh bibir vaginanya yang lembut yang
sudah basah. Perlahan kumasukkan dan akhirnya hilang tertelan di
liang Risa yang lembut. “Mmhhh….” desah Risa dengan dagunya yang perlahan 
terangkat dan
telapak kakinya memeluk pinggulku. Milikku keluar-masuk diliangnya
 dan dada Risa membusung seakan tidak kuat merasakan kenikmatan
sentuhanku. “Ooouuhh… ooouuhhh…” berulang desahan itu Risa
keluarkan. Beberapa lama kurasakan nikmatnya tubuh Risa. Perlahan
kurasakan pinggul Risa bergerak sehingga mempercepat gesekan penis
 dan liangnya. Sessat ia dekap tubuhku. Tubuhnya menegang. “Dedy…”
ucapnya dengan getaran kenikmatan. Aahhh Kurasakan penisku didekap
kuat liang Risa. “Ooouuuhh,” desah nikmat Risa. Kulihat Risa mulai
melemas pasrah. Melihat ini gairahku meningkat  seakan tubuhnya
 santapanku. Nafsuku membuat milikku keluar masuk dengan cepat.  Ahh,
puncakku disaat penisku masih di dalam liang Risa. Aku tak dapat
menahan semburanku karena nikmatnya tubuh Risa. “Ooouuuhhh…” desah
Risa mengiringi setiap semburanku. Milikku kubiarkan tertancap terus.
 Tampaknya Risa tak menolaknya. Tubuhku belum puas menikmati tubuhnya.
Terkadang tanganku menikmati dada dan putingnya. Dan beberapa kali
kami berciuman lagi. Aku tak peduli walaupun bibirnya bekas milik dan
maniku karena benar-benar nikmat. Sampai tenaga kami pulih, kurasakan dekapan 
liang Risa yang agak
mengering basah lagi. Lalu kami bermain lagi. Ini terus kami lakukan
 sampai kami tak kuat dan tidur kelelahan. Esoknya kami tersadar dan
kami mandi bersama. Tampaknya kami menyukai kejadian kemarin. Rasa
bersalah hilang karena Kami rasakan kecocokan, dan kami teruskan
hubungan ini. Karena kakakku jarang di rumah kami sering berdua,
 tidur bersama dan mandi bersama dengan sentuhan-sentuhan yang nikmat.
Ini menjadi rahasia kami berdua seterusnya. sampai aku memiliki istri
dan sama-sama mempunyai anak kami terus berhubungan.   
                                        
                                                                                
                                                                         
                                           
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke