Ihhhhh jadi serem....pdhl udah mau hunting yg gemini, sesoai dgn bintang g.

Kkwkwkwk


Sent from my BlackBerry@ blueninja_roqib-atib.. nga kenceng..kenceng..cenggg..

-----Original Message-----
From: "Reza" <[email protected]>
Date: Wed, 9 Sep 2009 09:00:05 
To: <[email protected]>
Subject: [ninja_gokill] Breaking News untuk pemilik BB Distro

Jakarta - Pemerintah masih membekukan sertifikat impor milik 47 distributor
ponsel BlackBerry yang ada di Indonesia. Jika belum juga membangun pusat
layanan purna jual pelanggan, berarti importir paralel ini tidak boleh
memboyong varian terbaru Gemini.

Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, menuturkan pemerintah
sejauh ini hanya mencabut pembekuan sertifikat A milik Research in Motion
(RIM) selaku produsen prinsipal BlackBerry.

"Sementara izin untuk para importir paralel masih kami bekukan. Mereka juga 
harus membangun service center meski tidak sebesar milik RIM," ujarnya di
gedung Depkominfo, Jakarta, Selasa malam (8/9/2009).

Langkah tegas ini memang harus diambil Depkominfo, kata Gatot. Sebab, untuk
raksasa sebesar RIM saja pemerintah berani membekukan izin impornya, apalagi
cuma sebatas importir paralel.

Sejak keran impor BlackBerry dibuka kembali, keempat operator yang jadi
mitra resmi RIM, yakni Indosat, Telkomsel, Excelcomindo Pratama (XL) dan
Natrindo Telepon Seluler (Axis) dilaporkan telah mulai mengajukan perizinan
baru di Ditjen Postel.

Para pemilik sertifikat B tersebut, sudah tak sabar untuk memesan perangkat
terbaru BlackBerry, yakni Gemini, untuk dipasarkan pasca Idul Fitri
mendatang. Tiap operator, katanya akan mengorder barang minimal 20 ribu
unit.

Varian Gemini yang rencananya dibanderol dengan harga sekitar Rp 3 juta
diyakini akan mendongkrak jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia. Saat ini,
pelanggan layanan BlackBerry dari empat operator mitra RIM tersebut telah
lebih dari 400 ribu pelanggan.

 

 


Kirim email ke