Jakarta - Research in Motion sepertinya masih keukeuh untuk tidak menerima
layanan purna jualnya bagi perangkat BlackBerry Non-Operator. 

Alhasil, "ponsel pintar besutan perusahaan asal Kanada itu yang dibeli dari
importir paralel tak bisa merasakan layanan BlackBerry Authorized Repair
Center yang baru didirikan di Indonesia."

Dalam pernyataan resminya, Senin (7/9/2009), RIM mengatakan bahwa BlackBerry
Authorized Repair Center dapat memperbaiki segala model smartphone
BlackBerry bergaransi yang dijual melalui jalur-jalur resmi RIM di
Indonesia.

Dengan kata lain, jalur resmi yang diakui RIM adalah yang dijual di mitra
operator resmi mereka, yakni Indosat, XL, Telkomsel dan Axis.

Padahal sebelumnya, dikatakan Kepala Humas dan Pusat Informasi Depkominfo
Gatot S. Dewa Broto, RIM sudah ada niat untuk membuka pintu kerja sama
dengan para importir. Sehingga, bagi pengguna BlackBerry non-operator dapat
juga menikmati BlackBerry Authorized Repair Center yang sudah beroperasi
sejak 21 Agustus 2009 lali.

Namun sayangnya, niat RIM tersebut masih belum terlihat titik terang dan
masih saja menunjukkan eksklusivitasnya. Terlebih menurut data operator,
sekitar 80 persen BlackBerry yang beredar di Indonesia itu dikuasai oleh
produk importir paralel yang tidak diakui oleh RIM. 

RIM sendiri mengaku sudah bekerjasama dengan Departemen Komunikasi &
Informatika dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dalam rangka
memenuhi ketentuan regulasi setempat. 

"RIM selalu berusaha untuk mematuhi ketentuan regulasi di masing-masing
lebih dari 165 negara di mana RIM beroperasi untuk mendukung para pelanggan
dan mitra BlackBerry". 
  
"Sebagai tambahan, RIM telah menunjuk berbagai BlackBerry Authorized
Customer Care Center di Indonesia yang akan berhubungan langsung dengan
pelanggan," pungkasnya.

 

 

Kirim email ke