Indonesia people paling seneng pake barang impor.. Mule dari velg gede impor taiwan sampai pecun dr cungko.. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: "PJ_Boy 34" <[email protected]> Date: Wed, 9 Sep 2009 01:13:29 To: <[email protected]> Subject: Re: [ninja_gokill] Breaking News lagi Ribet yeee, mana providerny sering nge-hang..gudgetnya jg seing bego... Haaaha...mau jual tp nga mau byr pajak nih, klo mau sekalian aja kompakan rakyat Indonesia dilarang pake barang luar yg tidak ada jaminannya.. Kyk jepang ama china gitu, anti pake brng dr luar...kwkwkkwk Tp mungkin kahhhhh Indonesia memiliki rasa kebanggan atas negara sendiri... Hiiiiiiiiiiiii Ribet ajaaaaa Sent from my BlackBerry@ blueninja_roqib-atib.. nga kenceng..kenceng..cenggg.. -----Original Message----- From: "Reza" <[email protected]> Date: Wed, 9 Sep 2009 09:05:33 To: <[email protected]> Subject: [ninja_gokill] Breaking News lagi Jakarta - Research in Motion sepertinya masih keukeuh untuk tidak menerima layanan purna jualnya bagi perangkat BlackBerry Non-Operator. Alhasil, "ponsel pintar besutan perusahaan asal Kanada itu yang dibeli dari importir paralel tak bisa merasakan layanan BlackBerry Authorized Repair Center yang baru didirikan di Indonesia." Dalam pernyataan resminya, Senin (7/9/2009), RIM mengatakan bahwa BlackBerry Authorized Repair Center dapat memperbaiki segala model smartphone BlackBerry bergaransi yang dijual melalui jalur-jalur resmi RIM di Indonesia. Dengan kata lain, jalur resmi yang diakui RIM adalah yang dijual di mitra operator resmi mereka, yakni Indosat, XL, Telkomsel dan Axis. Padahal sebelumnya, dikatakan Kepala Humas dan Pusat Informasi Depkominfo Gatot S. Dewa Broto, RIM sudah ada niat untuk membuka pintu kerja sama dengan para importir. Sehingga, bagi pengguna BlackBerry non-operator dapat juga menikmati BlackBerry Authorized Repair Center yang sudah beroperasi sejak 21 Agustus 2009 lali. Namun sayangnya, niat RIM tersebut masih belum terlihat titik terang dan masih saja menunjukkan eksklusivitasnya. Terlebih menurut data operator, sekitar 80 persen BlackBerry yang beredar di Indonesia itu dikuasai oleh produk importir paralel yang tidak diakui oleh RIM. RIM sendiri mengaku sudah bekerjasama dengan Departemen Komunikasi & Informatika dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dalam rangka memenuhi ketentuan regulasi setempat. "RIM selalu berusaha untuk mematuhi ketentuan regulasi di masing-masing lebih dari 165 negara di mana RIM beroperasi untuk mendukung para pelanggan dan mitra BlackBerry". "Sebagai tambahan, RIM telah menunjuk berbagai BlackBerry Authorized Customer Care Center di Indonesia yang akan berhubungan langsung dengan pelanggan," pungkasnya.

