Wkwkkwkwkwkw..!!! Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: [email protected] Date: Tue, 12 Jan 2010 04:28:16 To: <[email protected]> Subject: Re: [NOC] Memberikan Teladan Baik Dah pasti Pelo pak struktur rahang dan gigi berubah krn sering kesodoksodok titid... Wkkwkwkwkwkwkwkkk Anccccculllllllllllllll Sent from Ongis Nade Mobiles -----Original Message----- From: "Gani Kurniawan" <[email protected]> Date: Tue, 12 Jan 2010 11:11:57 To: <[email protected]> Subject: RE: [NOC] Memberikan Teladan Baik Kok pada pelo sekarang. Kasihan dong orang tua dulu ngasih pendidikan, sekarang malah disia-siain. Wakakakakakakak.. Salam gas pol, rebah dikit di tikungan From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Tuesday, January 12, 2010 11:06 AM To: Ninja Gokill Subject: Re: [NOC] Memberikan Teladan Baik Mantap blow.. Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! _____ From: "Gani Kurniawan" <[email protected]> Date: Tue, 12 Jan 2010 11:01:47 +0700 To: <[email protected]> Subject: [NOC] Memberikan Teladan Baik Seorang kakek harus tinggal dengan anaknya, menantunya dan cucunya yang berusia 6 tahun. Tangan orang tua ini sangat rapuh, dan sering bergerak tak menentu, penglihatannya buram dan cara berjalannyapun ringkih. Keluarga biasa makan bersama, namun si orang tua pikun ini selalu mengacaukan suasana makan. Tangannya yang bergetar dan matanya yang rabun membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah, saat ia meraih gelas susu, segera saja susu tersebut tumpah membasahi taplak meja. Anak dan menantunya sangat gusar. "Kita harus melalukan sesuatu"; ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan sesuatu untuk pak Tua ini". Lalu kedua suami isteri tersebut membuatkan sebuah meja dan meletakkannya disudut ruangan. Disana kakek akan duduk makan sendirian. Karena sering memecahkan piring, mereka memberikan mangkuk kayu untuk sang kakek. Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam, terdengar isak tangis dari sudut ruangan. Ada air mata mengalir dari gurat keriput sang kakek. Namun kata yang sering diucapkan pasangan itu omelan agar jangan menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun hanya melihat dalam diam.Suatu malam, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang bermain dengan mainan kayu. Dengan lembut ayah bertanya: "Kau sedang membat apa nak?". "Aku sedang membat meja dan mangkuk kayu untuk ayah dan ibu. Jika aku besar nanti,akan ku letakkan disudut dekat meja tempat kakek makan" jawab anak itu tersenyum sambil melanjutkan pekerjaannya. Jawaban anak mereka membuat suami isteri itu terpukul. Mereka tak mampu berkata lagi. Air mata mengalir di pipi.Walaupun tanpa kata-kata, kedua orang ini mengerti ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu juga mereka menuntun sang kakek untuk makan malam bersama di meja makan. Tidak ada lagi omelan pada saat piring jatuh, atau saat makanan tumpah di meja. Kini mereka makan bersama di meja utama. Moral dari cerita : Orang tua adalah guru yang baik dari anaknya. Mari kita renungkan dan pikirkan Perkataan maupun tindakan didepan anak kita. Kaniblanc, NOC003

