Terima Kasih,
Farid
-----Original Message-----
From: Sulistyowati, Diah (FE-CRS-Sby) 
Sent: Tuesday, July 17, 2007 4:24 PM
To: 'James Firdaus'; 'TOWI .'; 'ummu kalsum'
Subject: Yang berbahaya dilingkungan kita
 



^_^
 
  <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/08.gif>
<http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/14.gif> 
 
Yang berbahaya dilingkungan kita.

1. BEKAS BOTOL AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai
dan memakai
ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc) dan menaruhnya di
mobil atau di
kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic
botol
(disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or
PET) yang dipakai
di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA).
Botol ini aman
untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin
memakainya lebih lama,
tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh
ditempat yang jauh
dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat
lapisan plastik
rusak dan zat karsin! ogen itu bisa masuk ke air yang
kita minum. Lebih
baik membeli botol air yang memang untuk dipakai
ber-ulang2, jangan
memakai botol plastik.


2. PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun
setelahnya. Karena
ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon
dari hasil
pembakaran
arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita
punya
obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan
setelah makan
sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab
kanker) tetapi
timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa
makan timun
setelah makan sate.


3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C.
Karena ini akan
menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang
merupakan proses
reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan
berakibat
keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MI INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya
selang waktu
paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi
mi instan, jika
Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi
kedokteran, ternyata
terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya
mengapa mi
instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak.
Konsumsi mie
instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan
seseorang terjangkiti
kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam
berkarir tidak punya
waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk
mengkonsumsi mi
instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker.

Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena
adanya lilin
dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan
bahwa tubuh kita
memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk
membersihkan
lilin tersebut.


5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang
sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan
hanya sekadar
bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai
"pelindung" makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan
kemasan.
Sebaiknya
mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.
Kemasan pada
makanan
mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan,

kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada
begitu banyak
bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada
makanan, yaitu
kemasan
yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang
dikemasnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang
perlu Anda
waspadai.



A. Kertas.

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran
dan majalah)
yang sering digunakan untuk membungkus makanan,
terdeteksi mengandung
timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam
tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan
atau
pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian
menyebar ke
berbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak,
saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan
gejala 3 P, yaitu
pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan).
Keracunan yang
terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk
terhindar dari makanan
yang terkontaminasi logam berat timbal, memang
susah-susah gampang.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu
goreng dan tempe
goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan
yang kurang dari
si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak
mempermudah
berpindahnya timbale makanan tsb.

Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan
tersebut di atas
piring.

B. Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam at! au polystyrene telah
menjadi salah satu
pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan.
Tetapi, riset terkini
membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya.
Styrofoam
yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan
bisnis pangan
karena mampu mencegah kebocoran dan tetap
mempertahankan bentuknya saat
dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu
mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman
dipegang,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang
dikemas, biaya murah,
lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi
Keamanan Pangan
Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam
dalam makanan
sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan
endocrine disrupter
(EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi
manusia akibat
bahan kimia karsinogen dalam makanan.



JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN
INI SEBANYAK

MUNGKIN KEPADA SAHABAT ANDA.


Kirim email ke