Agak penasaran juga bagaimana gerangan kampanye Boediono di Makassar. Pagi2 saya mencari berbagai sumber informasi. Pada saat kampanye, kemarin, saya membaca ibu2 turun ke jalan menggelar aksi kampanye neolib. Ada juga demo menentang Rizal (tahu kan, Rizal sangat gencar menyerang JK, warga sekampungnya sendiri). Kampanye Boediono di Makassar menarik karena ini kampungnya JK. SBY tidak “berani” kampanye di Makassar, juga Megawati ataupun Prabowo (oh ya, saya membaca bahwa kampanye Mega-Prabowo, yang hanya dihadiri Prabowo, sangat sepi di Makassar. Dua kali kampanye, dua kali sepi). Pada kampanye di Makassar inilah, ke luar kata comberan dari mulut Rizal Mallarangeng dan pernyataan bahwa orang Bugis belum saatnya jadi presiden (Lihat: http://public.kompasiana.com/2009/07/01/comberan-orang-bugis-rizal-dan-istri-boediono/#comment-46888). Setelah searching kiri-kanan, ketemulah saya dengan berita yang dimuat koran lokal di Makassar, Tribun Timur. Koran ini memberitakan Ketua PKS tidak hadir di kampanye Boediono. Militansi kader PKS juga tak terlihat. (Sumber : http://tribun-timur.com/read/artikel/36499). Kader PKS dan Kampanye Boediono Kamis, 2 Juli 2009 | 02:35 WITA Salah satu partai pengusung pasangan SBY-Boediono, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terkesan “diam” saat Cawapres Boediono hadir berkampanye di GOR Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (1/7). Tak terlihat kader-kader PKS militannya untuk berjaga-jaga di sekitar GOR untuk mengawal kedatangan Boediono. Kader PKS yang biasanya mencolok dengan ‘jilbab’ besarnya dan bendera-bendera PKS juga tidak terlihat di dalam dan di luar gedung sebagaimana lazimnya saat kampanye legislatif lalu. Justru yang mencolok adalah simpatisan yang mengenakan atribut Partai Demokrat dan beberapa orang yang mengenakan atribut PAN dan PPP. Di kursi jajaran ketua-ketua partai politik pengusung SBY-Boediono di dalam gedung, Ketua DPW PKS Nadjamuddin Mara Hamid, tidak terlihat. Yang tampak hanyalah Ketua Bappilu PKS Sulsel Andi Akmal Pasluddin dan Ketua Bappilu PKS Kota Makassar Mudzakkir Ali. Ketua DPW Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) Sulsel Amir Uskara juga tidak terlihat di jejeran kursi ketua-ketua partai pengusung. Demikian pula Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Partai RepublikaN Sulsel yang juga Bupati Sinjai, Rudianto Asapa, tidak hadir dalam acara tersebut. Inilah untuk kesekian kalinya Nadjamuddin tidak hadir dalam acara kampanye yang dilakukan tim kampanye SBY-Boediono di Sulsel. Pada saat kampanye tertutup di GOR Sungguminasa, Gowa, lagi-lagi hanya Akmal yang terlihat hadir bersama ketua partai lain. Saat dikonfirmasi mengenai kurangnya simpatisan PKS yang hadir dalam kampanye akbar tersebut, Mudzakkir Ali mengatakan, mereka tetap mengerahkan kadernya untuk datang ke GOR Mattoanging. Hanya saja massa PKS tidak terlalu mencolok karena kalah banyak ketimbang simpatisan lain dari berbagai daerah.
Sebelumnya, Ketua DPD PKS Kota Makassar Muhammad Taslim mengatakan PKS akan tetap solid mendukung pasangan SBY-Boediono. PKS Makassar malah sudah menyiapkan sekitar 15 ribu kader dan simpatisan untuk menjadi saksi di setiap TPS di Makassar. Sebelumnya, terjadi kontroversi di tubuh PKS soal dukungan dalam Pilpres 2009. Sejumlah pengurus pusat partai Islam ini menolak Boediono untuk mendampingi SBY. Alasannya, mereka meragukan ke-Islaman Boediono dan isu bahwa istri Boediono, Herawati, beragama Katolik. Artikel ini dapat dibaca di : Kampanye Boediono di Makassar dan PKS. http://public.kompasiana.com/2009/07/02/kampanye-boediono-di-makassar-dan-pks/ *** mumpung tidak terlalu banyak kerjaan karena hanya meliput acara debat-debatan, saya hendak membayar sejumlah utang pelan-pelan. semoga saja utang saya kepada pembaca kompasiana lunas terbayar sebelum pemilu presiden berakhir. hehehehe. utang yang terngiang-ngiang di benak saya adalah soal foto-foto nomor dua yang saya tinggal. untuk mengingatkan anda kenapa nomor dua saya tinggal, berikut ini saya sertakan copy postingan yang saya unggah saat saya ikut track pertama kampanye pak beye di kupang, nusa tenggara timur : saya tidak sedang menyentil siapa-siapa. saya hanya ingin berbagi saja tentang ketidakadilan di berbagai belahan negeri ini yang sudah sangat lama terbiarkan. kepada anda ketika tengah berada di kupang, nusa tenggara timur. namanya orchid garden hotel. alamatnya di jalan gunung fatuleu nomor dua, kupang, nusa tenggara timur. kamar nomor dua adalah kamar yang kemudian membuat saya bersyukur. jika anda ingin menyukuri ketidakadilan dan ketidakmerataan yang lama terbiarkan di negeri kita tercinta, silahkan pesan kamar di sana. telepon saja. nomor teleponnya 0380822942. pegawai hotel yang ramah pasti menyambut anda. dengan sangat terpaksa, saya harus pindah hotel. setelah sarapan bubur ayam dengan teri kering yang gurih, saya dan kami semua berkemas-kemas. dari kamar nomor dua di orchid garden hotel, saya mendapat kamar dua kosong lima di hotel silvia. karena keterbatasan kamarnya, kami tidur bertiga. tidur bertiga tidak mengapa karena saya juga terbiasa tidur di tenda dengan kondisi ala kadarnya. saya juga orang desa yang kerap bersentuhan dengan ketidakadilan dan ketidakmerataan serupa. foto-fotonya saya unggah nanti ya. saya mau ke jakarta dulu tempat ketidakadilan dan ketidakmerataan kontras terasakan. senang juga rasanya saya yang orang desa boleh naik pesawat carteran milik pak tomy winata. jangan iri ya. daaaa, sampai ketemu di jakarta. berikut ini foto-foto nomor dua yang sata tinggal itu. semoga anda tidak menyalahkan saya yang agak manja atas keputusan itu. selamat menimbang-nimbang juga sebelum berkeputusan. Lbhadllbhbq!. Artikel ini dapat dibaca di : nmrduaygsytnggl (foto) http://wisnunugroho.kompasiana.com/2009/07/03/nmrduaygsytnggl-foto/ ***
