Konon debat capres semalam berlangsung sengit, dan capres JK kembali menjadi bintang debat, sayangnya kami yang di luar Indonesia tidak dapat menyaksikannya secara langsung. Sebagaimana diberitakan oleh portal online.com, salah seorang peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) -Burhanuddin Muhtadi-pun memberi JK nilai 8, SBY nilai 7 dan MEGA nilai 6, dari skala nilai 1 - 10. Alasannya, JK sukses tampil dengan positioning yang tegas, solusi yang konkret dan out of the box yang diselingi humor-humor yang segar, sedangkan dalam menyampaikan visi dan misi, Mega terlalu banyak menjelaskan masa lalu tapi terlalu sedikit menjelaskan problem masa kini dan tantangan masa depan, dan sebaliknya, meski SBY sistematis dalam mengeksplorasi masalah, tapi ketika bicara solusi seputar pilkada, pemekaran dan lainnya, SBY terlalu legalistik atau rule driven. Demikian penilaian dari Burhanuddin Muhtadi, peneliti LSI. Meski tidak menyaksikan langsung, tapi saya menitipkan ke beberapa kawan dan sahabat untuk menghitung jumlah kedipan mata sang capres ketika berdebat dalam acara semalam dan debat pekan lalu. Ada kawan yang menggunakan “stop watch” dan ada yang menghitungnya dengan manual di kertas catatan.. Hasilnya, JK rata-rata berkedip 30-an per menit, MEGA 30 - 40 per menit, dan SBY 60 - 70 per menit. Jumlah kedipan ini dimaksudkan untuk menguji thesis Professor Psikologi -Joseph Tecce- yang mempredikasi elektabilitas (keterpilihan) dengan jumlah kedipan mata capres, yang berkedip normal sejatinya berpeluang besar menjadi presiden. Sang pakar telah mengamati keunikan ini selama 25 tahun terakhir dalam pilpres di Amrik sana, sebagai hubungan antara bahasa tubuh dan tingkat tekanan. Ketertarikan Tecce ini bermula dari kejadian sekitar 35 tahun yang lalu- 8 Agustus 1974 ketika beliau sedang menyaksikan Presiden Nixon berpidato dalam pengunduran diri dengan tampak tenang tetapi mengejapkan mata dengan cepat. Lalu kontan Professor Tecce menghitung kejapan itu, dan lalu menemukan bahwa kejapan Nixon yang cepat itu ternyata terkait dengan penyakit skisofrenia. Menurut penelitian Tecce, jika seseorang lagi disorot kamera, jumlah kedipan mata yang normal adalah 30 sampai 50 kejapan per menit. Adapun di atas 50 bpm maka terdapat indikasi bahwa sang capres mengalami tekanan yang cukup tinggi. Di pilpres Amrik yang tahun lalu, John Edwards, John McCain, Rudy Giuliani dan Mike Huckabee tidak termasuk dalam kategori yang wajar, dan yang capres yang layak menurut hipotesis kedipan ini adalah Hillary Clinton, Barack Obama dan Mitt Romney. Jika mengadopsi teori ini dengan pengamatan kedipan atau kejapan mata per menit dari masing-masing capres kita, maka seolah-olah bahwa SBY yang paling banyak berkedip, sedangkan JK dan MEGA ada dalam batasan wajar. Jika bisa diberi angka sesuai skala 1 - 10, maka nilainya akan berbalik dengan pengamatan penelitia LSI di atas, karena MEGA=8, JK=7, dan SBY=6. Tentu saja catatan ini menjadi unik karena skor kedipan di atas sangat bertolak belakang dengan hasil-hasil sigi elektabilitas yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga survey. Tecce sendiri mengakui bahwa pengamatannya itu memang bersifat tentatif karena banyak sekali variasi debat dalam pilpres di sana, tetapi kalau melihat format debat pilpres kita, nampaknya settingnya tidak jauh berbeda dari debat kedua dan yang terakhir semalam. Btw, anda pun mungkin bisa mulai mengamati para tokoh dengan bebagai kejadian terutama jika sedang di sorot kamera media TV dan mengangan-angankan analisis anda. Yang pasti riset Professor Tecce ini cukup sederhana tetapi unik, menarik dan manjur di Amrik sana, tidak rumit-rumit seperti methodologi survey dengan sampling yang berjenjang itu. Wallahuwallam Bissawab, Artikel ini dapat dibaca di : LSI: Mega 6, SBY 7, JK 8 - Catatan Unik Atas Debat Capres. http://public.kompasiana.com/2009/07/03/lsi-mega-6-sby-7-jk-8-catatan-unik-atas-debat-capres/ ***
