http://duniakreatif.wordpress.com/2009/07/02/menunggu-yang-produktif/


Sebagian orang akan selalu berkata "Saya bosan menunggu, ini pekerjaan yang
paling membosankan, menyebalkan !". Jika dilakukan survey kecil-kecilan,
saya berani bertaruh, sekitar 90% akan mengatakan demikian.

Salahkah opini seperti ini? O….tentu tidak. Bukan opininya yang salah, tapi
persepsinya. Anda telah terhipnosis oleh presepsi orang tentang menunggu
yang dicerminkan sebagai sesuatu "wasting-time", "without-value".

Padahal, jika Anda mau kreatif, menunggu bisa dapat diberdayakan menjadi
sesuatu yang produktif. Berikut ini beberapa contoh kasusnya.

Kasus #1.
Seseorang sedang menunggu jemputan. Supaya produktif, apa yang harus
dilakukan? Sederhana, siapkan buku-buku bacaan ringan, bisa majalah
intisari, jika Anda penggemar bola, siapkan majalah BOLA. 15 menit atau ½
jam mungkin tidak akan terasa jika Anda gunakan membaca. Ini jauh lebih
baik ketimbang pandangan Anda "bertamasya" melihat pemandangan sekitar. Ya
produktif, ya terbebas dari godaan mata.

Kasus #2.
Seorang penulis sedang menunggu kapan naskahnya dapat diterbitkan.
Rata-rata penerbit memerlukan waktu 1-3 bulan untuk memutuskan sebuah
naskah bisa diterbitkan atau tidak. Daripada tidak melakukan apa-apa selama
masa tiga bulan, akan lebih produktif jika ia tetap terus menulis dengan
naskah-naskah lain yang lebih variatif. Dan, kemudian mengirimkannya pada
penerbit lain yang berbeda.

Nah, sekarang, silakan pilih kasus Anda sendiri. Sedang menunggu proyek
atau sesuatu apa hari ini? Intinya, jangan berhenti berkreativitas dalam
kondisi apapun.

Salam kreatif.

Nurhadi

++++++++++++++++++++++++++
Siapa saja bisa menjadi kreatif, termasuk kamu!  jelajahi
http://DuniaKreatif.wordpress.com
++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke