Kemarin (4/6), Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), situasinya sangat ramai, padat, macet, tak teratur dan sumpek. Inilah gambaran dari kampanye pasangan SBY-Boediono kemarin. Ribuan orang memadati GBK guna menghadiri kampanye dan mendengarkan pidato SBY dan Boediono. Acara kampanye tersebut sangat ramai dan banyak partisipan yang hadir. Situasi ini sangat kontras dengan kampanye Mega-Pro yang dilaksanakan di GBK beberapa hari yang lalu. dalam kampanye Mega-Pro itu, cenderung terlihat lebih sepi dan tak banyak orang yang antusias mendengarkan pidato Prabowo dan Megawati khususnya. Hal yang sama juga terjadi pada kampanye pasangan JK-Win yang dilakukan dibeberapa titik di Jakarta. Pada kampanye terakhir pasangan SBY-Boediono, kemarin, terlihat banyak sekali ibu-ibu dan wanita yang mengenakan pakaian muslim dan berkerudung, rupanya ini partisan PKS, mereka menjadi partisan paling banyak dibanding partisan dari partai lain yang mendukung SBY-Boediono. Para wanita dan ibu-ibu ini mengaku datang sejak pagi, padahal acara kampanye baru dimulai sore hari. Mereka pun rela berpanas-panasan dan berdesakan demi melihat, mendengar pidato SBY-Boediono serta yang paling utama yaitu ikut berpartisipasi dalam kampanye tersebut. Merunut foto diatas yang diambil oleh penulis di depan Ratu Plaza saat bubar acara kampanye SBY-Boediono, dan merupakan gambaran skelumit yang dapat menggambarkan kondisi pada kampanye kemarin, pada foto itu terlihat Ibu-ibu dan seorang remaja wanita duduk dan bergelantungan di pintu angkot, setelah acara kampanye selesai dan mereka menuju pulang. Hal ini sangat berbahaya terutama bagi wanita, duduk dan bergantungan di pintu angkot. Namun, tak ada rasa takut bagi mereka, hanya rasa senang yang mereka rasakan setelah menghadiri kampanye tersebut. Padahal apa yang dilakukan ibu dan remaja pada foto diatas adalah hal yang dapat mengakibatkan kecelakaan sampai pada kematian. Tapi apa daya semua rasa dan pikiran untuk berhati-hati dan menjaga diri sudah terabaikan seiring semangat berkampanye. Tindakan ibu dan remaja pada foto tersebut bukan cuma satu-satunya, masih banyak lagi para wanita yang melakukan hal serupa bahkan ada sekelompok wanita lanjut usia menaiki sebuah truk besar, namun sayang, penulis tidak dapat mengambil foto tersebut. Artikel ini dapat dibaca di : Menantang “Maut” Demi SBY-Boediono http://nurulloh.kompasiana.com/2009/07/05/menantang-maut-demi-sby-boediono/#comment-1147 *** Bila anda tertarik menelusuri seluk-beluk informasi mengapa PKS sampai bisa berhasil meyakinkan para kadernya bahwa perjuangan mendukung kemenangannya SBY Boediono itu bagaikan sebuah Jihad fi Sabilillah, maka klik aja di : - http://public.kompasiana.com/2009/06/18/metode-pks-dalam-membina-soliditas-kader-militannya/ - http://public.kompasiana.com/2009/07/04/fiqih-subtansi-cara-pahami-‘kekafahan-islam’-boediono/ - http://public.kompasiana.com/2009/06/22/untukmu-kader-dakwahku/ - http://public.kompasiana.com/2009/06/30/kader-dakwah-ber-jilbab-penghadang-dan-penjegal-ibu-negara-ber-jilbab/ - http://public.kompasiana.com/2009/06/29/umat-islam-terbelah-hatinya/ ***
