aneh,
kenapa nurdin M top memikirkan bangsa ini
Kan dia orang Malingsia
kenapa gak memikirkan negaranya sendiri
sungguh aneh tuh nur din gak sebagus namanya cahaya agama
malah jadi cahaya BOM

trus kenapa harus bikin blog, dia kan anak buahnya banyak
trus klo dia pakai blog kan bisa dicek IP nya...
gampang dunk buat diringkus
gak mungkin neh,...





rifky pradana <[email protected]> 
Sent by: [email protected]
07/31/2009 06:21 AM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected]
cc

Subject
-:: Milist NB::- Surat Terbuka kepada Noordin M Top.






 
Kepada : Saudaraku seiman dan seakidah, Noordin M Top dan kawan-kawan 
seperjuangannya.
 
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
 
Pengeboman JW Marriot dan Ritz Carlton pada tanggal 17 Juli 2009 yang 
lalu, sebenarnya pesanmu telah tersampaikan, telah kami mengerti. Protes 
terhadap dominasi dan hegemoni kepentingan Amerika Serikat di negeri ini. 
Jika itu pesanmu, maka pesan yang disampaikan lewat bom itu justru tidak 
tepat mengenai sasaran yang dituju.
 
Pesanmu, tidak menimbulkan rasa menggugah yang menimbulkan kesadaran di 
masyarakat negeri ini bahwa selama ini para pemegang kewenangan di negeri 
ini telah berlaku terlalu ramah terhadap kepentingannya Amerika Serikat. 
Masyarakat negeri ini (yang mayoritas seiman dan seakidah denganmu) tak 
dapat tergugah kesadarannya, jika disampaikan melalui cara kekerasan 
seperti itu. 
 
Mungkin akan lain ceritanya, jika pangkalan militernya Amerika Serikat 
atau sekutu dekatnya sudah ada bercokol di negeri ini. Mungkin juga akan 
lain dampak pengaruh yang ditimbulkannya, jika memang negeri ini situasi 
dan kondisinya sudah terinvasi secara fisik, seperti yang telah terjadi di 
Irak dan Afghanistan sebagai umpamanya.
 
Pesanmu itu, kami yakini, juga tidak akan merubah arah kebijakannya 
(siapapun) yang akan menjadi pemegang kewenangan di negeri ini. Berapapun 
jumlah bom yang akan diledakkan, akan sia-sia saja, tak akan serta merta 
merubah kebijakan yang mengasurtamakan kepentingannya Amerika Serikat di 
negeri ini. 
 
Pesanmu itu juga tidak akan menimbulkan efek jera bagi pihak Amerika 
Serikat dan sekutunya untuk tetap mengeruk kekayaan negeri ini. Memang, 
travel warning ada yang telah diberikan oleh beberapa negara kepada 
warganegaranya. Pelancong pun mungkin akan menjadi berfikir seribu kali 
untuk berdatang ke negeri ini, sementara waktu ini. 
 
Namun, berapa pun kerusakan yang ditimbulkan oleh bom itu, mereka tak akan 
pernah mengeluarkan travel warning bagi perusahaan mereka untuk menyedot 
minyak dari belahan bumi di negeri ini dan mengeruk harta terpendam 
lainnya yang ada di tanah negeri ini. Kerusakan yang ditimbulkan bom itu 
tidak akan pernah bisa sebanding dengan nilai keuntungan yang akan 
didapatkannya di negeri ini.
 
Tidakkah saudaraku lihat, berapa pun banyaknya jiwa tentara mereka yang 
harus gugur di Irak dan Afghanistan, toh tak juga membuat mereka jera 
untuk segera hengkang dari negeri itu. Itu tentu karena nilai kerugian 
jiwa dan harta milik mereka yang hilang disana, masih belum sebanding 
dengan keuntungan yang akan didapatkan mereka jika tetap berada disana.
 
Apalagi disini. Apa yang kalian harapkan ?. Tidakkah kalian berhitung soal 
itu ?.
 
Jadi, jika kalian inginkan sasarannya adalah itu, maka perlulah berfikir 
ulang untuk merubah gaya dan metoda perjuangannya.. 
 
Justru kami, anak negeri ini yang lebih terugikan oleh bom itu, 
dibandingkan oleh tingkat kerugian yang mereka alami. Pelancong yang 
berkurang itu membuat beberapa anak negeri ini menjadi kehilangan potensi 
pendapatan dari pelancongannya mereka itu. Tak ada salahnya mereka 
melancong ke negeri kami, karena mereka justru akan membelanjakan uangnya 
dengan membeli souvenir hasil karya anak negeri ini.
 
Perlu saudaraku ketahui, kerajinan souvenir itu adalah salah satu sektor 
yang masih belum terhegemoni oleh kekuatan modal kapital mereka. Jadi, 
keuntungannya masih 100% akan menjadi milik kami. Apakah kalian memang 
sengaja akan membuat kami merugi ?.
 
Kami sekarang masih ragu jika sasaran yang kalian inginkan adalah 
menciptakan rasa takut bagi kami. Hari ini, kami belum merasa takut dengan 
bom JW Marriot dan Ritz Carlton itu. Karena kalian masih ijinkan kami 
untuk merasa tenang dan aman saja, tak merasa terancam serangan bom, jika 
jalan-jalan di terminal Pulo Gadung, jika makan malam di warung tenda 
bilangan pasar blok M, jika makan siang di rumah makan masakan Padang.. 
 
Akan tetapi, efek dan dampak sampingan dari bom JW Marriot dan Ritz 
Carlton itu yang sebenarnya kami lebih takutkan dah khawatirkan.
 
Bom itu malahan bisa dijadikan sebagai dalih pembenar diberlakukannya 
kembali UU Anti Subversib yang berisikan pasal-pasal karet penjerat suara 
pendapat kami. Pendakwaan-pendakwaan atas kami yang tidak sejalan 
pandangan politiknya para pemegang kewenangan di negeri ini, dapat 
dilakukan dengan mengatas namakan operasi perang terhadap terorisme.
 
Pemberangusan dan pemantauan serta pengendalian terhadap arus informasi 
serta penghakiman sepihak atas pendapat kami yang tak sesuai dengan 
kehendak hatinya para pemegang kewenangan di negeri ini, akan menjadi 
mendapatkan tambahan amunisi, karena bisa mengatasnamakan maksud mulia 
dimana negara sedang bertindak demi keamanan rakyatnya.
 
Semoga, memang bukan itu yang kalian inginkan terjadi pada kami.
 
Demikian surat ini, yang semoga ini juga mewakili rasa dan perasaan 
saudaraku sebangsa setanah air Indonesia. Dan, semoga surat ini mengetuk 
hati kalian semuanya, bahwa peristiwa Ambon dan Poso telah berlalu, saat 
ini Jihad Qital belum lagi tiba waktunya untuk dilakukan di negeri ini.
 
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
 
Artikel ini dapat dibaca di :
Surat Terbuka kepada Noordin M Top
http://public.kompasiana.com/2009/07/31/surat-terbuka-kepada-noordin-m-top/
http://politikana.com/baca/2009/07/31/surat-terbuka-kepada-noordin-m-top.html
 
*** 
 



Kirim email ke