Salam,
Nurdin Moh Top tidak laku di negaranya sendiri karena rakyatnya cerdas.
Karena itu dia mencari negara dimana bangsa itu bersikap  PERMISIF ( nyaris 
BERSIMPATI ) kepadanya sesuai keterangan dari Irjen A.MBAI Ketua Koordinator 
Pemberantasan Terorisme Nasional.
Just simple as that!
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Jum, 31/7/09, [email protected] 
<[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: -:: Milist NB::- Surat Terbuka kepada Noordin M Top.
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 31 Juli, 2009, 1:44 PM






 




    
                  

aneh,

kenapa nurdin M top memikirkan bangsa
ini

Kan dia orang Malingsia

kenapa gak memikirkan negaranya sendiri

sungguh aneh tuh nur din gak sebagus
namanya cahaya agama

malah jadi cahaya BOM



trus kenapa harus bikin blog, dia kan
anak buahnya banyak

trus klo dia pakai blog kan bisa dicek
IP nya...

gampang dunk buat diringkus

gak mungkin neh,...












rifky pradana <rifkyp...@yahoo. com>


Sent by: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
07/31/2009 06:21 AM



Please respond to

Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com






To
ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, eramus...@yahoogrou ps.com,
Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, mediac...@yahoogrou ps.com, 
Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com,
sab...@yahoogroups. com, syiar-islam@ yahoogroups. com


cc




Subject
-:: Milist NB::- Surat Terbuka kepada
Noordin M Top.















  

Kepada : Saudaraku seiman dan seakidah, Noordin
M Top dan kawan-kawan seperjuangannya.
 
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
 
Pengeboman JW Marriot dan Ritz Carlton pada
tanggal 17 Juli 2009 yang lalu, sebenarnya pesanmu telah tersampaikan,
telah kami mengerti. Protes terhadap dominasi dan hegemoni kepentingan
Amerika Serikat di negeri ini. Jika itu pesanmu, maka pesan yang disampaikan
lewat bom itu justru tidak tepat mengenai sasaran yang dituju.
 
Pesanmu, tidak menimbulkan rasa menggugah
yang menimbulkan kesadaran di masyarakat negeri ini bahwa selama ini para
pemegang kewenangan di negeri ini telah berlaku terlalu ramah terhadap
kepentingannya Amerika Serikat. Masyarakat negeri ini (yang mayoritas seiman
dan seakidah denganmu) tak dapat tergugah kesadarannya, jika disampaikan
melalui cara kekerasan seperti itu. 
 
Mungkin akan lain ceritanya, jika pangkalan
militernya Amerika Serikat atau sekutu dekatnya sudah ada bercokol di negeri
ini. Mungkin juga akan lain dampak pengaruh yang ditimbulkannya, jika memang
negeri ini situasi dan kondisinya sudah terinvasi secara fisik, seperti
yang telah terjadi di Irak dan Afghanistan sebagai umpamanya.
 
Pesanmu itu, kami yakini, juga tidak akan
merubah arah kebijakannya (siapapun) yang akan menjadi pemegang kewenangan
di negeri ini. Berapapun jumlah bom yang akan diledakkan, akan sia-sia
saja, tak akan serta merta merubah kebijakan yang mengasurtamakan kepentingannya
Amerika Serikat di negeri ini. 
 
Pesanmu itu juga tidak akan menimbulkan efek
jera bagi pihak Amerika Serikat dan sekutunya untuk tetap mengeruk kekayaan
negeri ini. Memang, travel warning ada yang telah diberikan oleh beberapa
negara kepada warganegaranya. Pelancong pun mungkin akan menjadi berfikir
seribu kali untuk berdatang ke negeri ini, sementara waktu ini. 
 
Namun, berapa pun kerusakan yang ditimbulkan
oleh bom itu, mereka tak akan pernah mengeluarkan travel warning bagi perusahaan
mereka untuk menyedot minyak dari belahan bumi di negeri ini dan mengeruk
harta terpendam lainnya yang ada di tanah negeri ini. Kerusakan yang ditimbulkan
bom itu tidak akan pernah bisa sebanding dengan nilai keuntungan yang akan
didapatkannya di negeri ini.
 
Tidakkah saudaraku lihat, berapa pun banyaknya
jiwa tentara mereka yang harus gugur di Irak dan Afghanistan, toh tak juga
membuat mereka jera untuk segera hengkang dari negeri itu. Itu tentu karena
nilai kerugian jiwa dan harta milik mereka yang hilang disana, masih belum
sebanding dengan keuntungan yang akan didapatkan mereka jika tetap berada
disana.
 
Apalagi disini. Apa yang kalian harapkan ?.
Tidakkah kalian berhitung soal itu ?.
 
Jadi, jika kalian inginkan sasarannya adalah
itu, maka perlulah berfikir ulang untuk merubah gaya dan metoda perjuangannya. .

 
Justru kami, anak negeri ini yang lebih terugikan
oleh bom itu, dibandingkan oleh tingkat kerugian yang mereka alami. Pelancong
yang berkurang itu membuat beberapa anak negeri ini menjadi kehilangan
potensi pendapatan dari pelancongannya mereka itu. Tak ada salahnya mereka
melancong ke negeri kami, karena mereka justru akan membelanjakan uangnya
dengan membeli souvenir hasil karya anak negeri ini.
 
Perlu saudaraku ketahui, kerajinan souvenir
itu adalah salah satu sektor yang masih belum terhegemoni oleh kekuatan
modal kapital mereka. Jadi, keuntungannya masih 100% akan menjadi milik
kami. Apakah kalian memang sengaja akan membuat kami merugi ?.
 
Kami sekarang masih ragu jika sasaran yang
kalian inginkan adalah menciptakan rasa takut bagi kami. Hari ini, kami
belum merasa takut dengan bom JW Marriot dan Ritz Carlton itu. Karena kalian
masih ijinkan kami untuk merasa tenang dan aman saja, tak merasa terancam
serangan bom, jika jalan-jalan di terminal Pulo Gadung, jika makan malam
di warung tenda bilangan pasar blok M, jika makan siang di rumah makan
masakan Padang..  
 
Akan tetapi, efek dan dampak sampingan dari
bom JW Marriot dan Ritz Carlton itu yang sebenarnya kami lebih takutkan
dah khawatirkan.
 
Bom itu malahan bisa dijadikan sebagai dalih
pembenar diberlakukannya kembali UU Anti Subversib yang berisikan pasal-pasal
karet penjerat suara pendapat kami. Pendakwaan-pendakwa an atas kami yang
tidak sejalan pandangan politiknya para pemegang kewenangan di negeri ini,
dapat dilakukan dengan mengatas namakan operasi perang terhadap terorisme.
 
Pemberangusan dan pemantauan serta pengendalian
terhadap arus informasi serta penghakiman sepihak atas pendapat kami yang
tak sesuai dengan kehendak hatinya para pemegang kewenangan di negeri ini,
akan menjadi mendapatkan tambahan amunisi, karena bisa mengatasnamakan
maksud mulia dimana negara sedang bertindak demi keamanan rakyatnya.
 
Semoga, memang bukan itu yang kalian inginkan
terjadi pada kami.
 
Demikian surat ini, yang semoga ini juga mewakili
rasa dan perasaan saudaraku sebangsa setanah air Indonesia. Dan, semoga
surat ini mengetuk hati kalian semuanya, bahwa peristiwa Ambon dan Poso
telah berlalu, saat ini Jihad Qital belum lagi tiba waktunya untuk dilakukan
di negeri ini.
 
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
 
Artikel ini dapat dibaca
di :
Surat Terbuka kepada Noordin M Top
http://public. kompasiana. com/2009/ 07/31/surat- terbuka-kepada- noordin-m- 
top/
http://politikana. com/baca/ 2009/07/31/ surat-terbuka- kepada-noordin- 
m-top.html
 
*** 
 






 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke