Terima kasih banyak Pak, tulisan  bapak  adalah ajakan untuk kita bercermin dan 
menyukuri , kadang benar  kenapakita selalu menyalahkan  pemerintah dan  
sekitarnya ? Mungkin ada baiknyakita  mencoba  melakukan  sesuatu yang positif.
Be a positif...better

salam  semangat untuk sebuah perubahan, darimana mulainya ? yang paling  cepat 
adalah mulai daridirikita sendiri.


melly kiong  dari RumahMoral mendoakan semoga  amal ibadahnya diterima  di 
sisiAllah Yang  Maha Kuasa.
Amin


--- On Tue, 8/4/09, Ki Gading Seta <[email protected]> wrote:

From: Ki Gading Seta <[email protected]>
Subject: Bls: -:: Milist NB::- [NEWS] Mbah Surip Telah Meninggal Saat Tiba di 
RS Pusdikkes
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 4, 2009, 12:04 PM






 




    
                  Kalau benar Mbah Surip penyanyi ''Tak Gendong'' yang gimbal 
itu,
berarti Indonesia kehilangan satu kaca benggala (cermin contoh) yang fenomenal.
Kita patut berbelasungkawa atas peristiwa ini. Meski baru menelorkan satu album,
tapi Mbah Surip telah membuka mata batin kita bahwa segala keterbatasan,
ternyata bisa memberikan sesuatu yang fantastis ketika kita benar-benar mau
mensyukurinya dan kemudian mengoptimalkan keterbatasan yang ada pada kita itu.
Winston Churchill pernah berkata, di dalam keterbatasan dan kesulitan,
sesuatu yang luar biasa dan fantastis bisa lahir.
Artinya, kesempatan bisa hadir di manapun, dan kapanpun. Itulah kuasa Tuhan.
Bangsa ini patut berkaca pada Mbah Surip, juga Tukul Arwana, dan sebelumnya pada
Mandra Cs.
Keterbatasan mereka, ternyata memberikan kesempatan luar biasa,
dan akhirnya menjadi sesuatu
 yang luar biasa atau fantastis.
Kalau banyak teman di milis ini yang menghujat keadaan Indonesia saat ini,
marilah kita berkaca pada Mbah Surip, Thukul dan Mandra Cs.
Kalau memang pemerintah belum mampu berbuat yang maksimal buat rakyatnya,
apakah kita lantas pasrah begitu saja?
Banyak jalan menuju Roma. Belajarlah meski harus ke negeri Cina.
Banyak sudah contoh yang dihadirkan Tuhan di muka bumi ini.
Kenapa kita hanya asyik menghujat dan mengasihani diri sendiri?
Kenapa kita tidak berbuat seperti Mbah Surip, Tukul maupun Mandra Cs?
Kesempatan tidak hanya datang sekali. Tuhan menjanjikan berkali-kali.
Hanya bagaimana kita mau memanfaatkan tiap kesempatan tersebut.
Mbah Surip, Tukul dan Mandra Cs layak diberi gelar Pahlawan Kehidupan.
Mereka survive justru di antara keterbatasan dan kekurangan mereka.
Untuk Mbah Surip, semoga amal dan perbuatannya diterima Tuhan dan semua
kesalahannya diampuni.
Bagi keluarga
 Mbah Surip, semoga diberi ketabahan dan kesabaran.

Salam,
Ki Gading Seta


--- Pada Sel, 4/8/09, an...@makalot. com.tw <an...@makalot. com.tw> menulis:

Dari: an...@makalot. com.tw <an...@makalot. com.tw>
Judul: -:: Milist NB::- [NEWS] Mbah Surip Telah Meninggal Saat Tiba di RS 
Pusdikkes
Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 4 Agustus, 2009, 4:38 AM






 

    
                  


Selasa, 04/08/2009 11:27 
WIB
Mbah Surip Telah Meninggal Saat Tiba di RS 
Pusdikkes
Ken Yunita - 
detikNews

Jakarta - Nyawa Mbah Surip tidak bisa 
terselamatkan oleh dokter di RS Pusdikkes, Jakarta Timur. Penyanyi lagu 'Tak 
Gendong' itu telah meninggal saat tiba di rumah sakit tersebut.

"Jadi pas 
tiba di sini sudah tidak bernyawa, sudah meninggal," kata Mega, petugas RS 
Pusdikkes kepada detikcom.

Mbah Surip meninggal pukul 11.30 WIB setelah 
sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun apa penyebab meninggalnya penyanyi 
gimbal 
itu belum diketahui.

(ken/iy) 

 

      


         
        
        

        Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
 Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke