Salam, Para PSK INDONESIA secara PROFESIONAL tidak takut dan siap menghadapi pasar bebas tahun 2010 dan siap pula bersaing baik secara penampilan maupun service dengan semua koleganya dari negara lain. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Jum, 21/8/09, rifky pradana <[email protected]> menulis: Dari: rifky pradana <[email protected]> Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kabar Gembira buat Pekerja Indonesia Kepada: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Tanggal: Jumat, 21 Agustus, 2009, 1:39 AM Inilah kabar gembira buat para pekerja yang sudah mendapat kerja, maupun para pencari kerja yang belum mendapatkan kerja, terutama pekerja yang warganegara Indonesia. * Potensi terjadinya serbuan tenaga kerja outsourcingdari negara asing diperkirakan akan semakin semarak dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan kesepakatan- kesepakatan ‘Lintas Profesi Antar Negara‘ yang telah disepakati pemerintah Indonesia dalam kerangka kerjasama multilateraldan bilateral, atau kesepakatan yang dibawah naungannya Badan Perdagangan Dunia yang biasa disebut sebagai WTO (World Trade Organizatian) . Sebagai dampaknya, akan terjadi trendi masa depan, dimana tenaga outsourcingdari negara asing itu akan mulai merambah ke sektor-sektor pekerjaan primer. Dari era sebelumnya, yang baru sebatas di jenis pekerjaan sekundersaja. Maka, jika sebelumnya, persoalan outsourcingini hanya monopolinya pekerja kelas buruh saja yang merasakan dampaknya. Maka nantinya, dokter maupun perawat juga akan mendapatkan giliran yang sama, menghadapi persoalan serupa. Maka, para tenaga medis ini haruslah mulai bersiap-siap menghadapi persaingan dengan tenaga medis dari negara asing.. Waktunya tidak akan lama lagi, karena negara-negara anggota ASEAN sudah sepakat untuk membuka ‘Pasar Bebas Tenaga Kerja’ di sektor kesehatan ini seiring dengan dibukanya pasar bebas tahun 2010. Kendati kelak tentunya akan ada rambu-rambu untuk persoalan itu, namun pemerintah Indonesia tentu tidak bisa melakukan diskriminasi, atau kebijakan affirmative actionlainnya yang menguntungkan warganegaranya, yaitu pekerja warganegara Indonesia. Hal itu disebabkan, oleh karena selanjutnya pemerintah Indonesia, telah menyerahkan mekanismenya dengan bersandar kepada sistem meritokrasiyang akan ditentukan sepenuhnya oleh kompetensi dan kemampuan dari masing-masing diri pribadi tenaga medis bersangkutan. Serbuan tenaga outsourcingasing tersebut tidak terlepas juga dari kondisi pasar kerja di negara masing-masing khususnya untuk tenaga terlatih. Serapan tenaga outsourcingyang dibutuhkan berkait dengan masalah outsourcingini menjadi tak ubahnya semacam mekanisme seleksi alamyang alamiahsaja. Sektor lainnya pun, seperti antara lain Perbankan, Pendidikan, Perminyakan, Pertambangan, Perdagangan, Pariwisata, dan sektor lainnya, juga akan mendapatkan giliran yang sama.. Hanya masalah waktu saja. Dan itu tak akan lama lagi. Seiring dengan makin terintegrasinya ekonomi nasional Indonesia ke dalam arsitektur ekonomi yang semakin menginternasional. Tentulah ini kabar gembira buat para pekerja yang sudah mendapat kerja, maupun para pencari kerja yang belum mendapatkan kerja, terutama pekerja yang warganegara Indonesia. Bagaimana bukan berita baik ?. Ini adalah kesempatan emas untuk mengetes kemampuan dan kecerdasan kita semua. Kapan lagi kita diberi kesempatan untuk bersaing dengan para tenaga kerja dari dari negara asing ?. Inilah berkah juga anugerah kesempatan dari buahnya niatan budi baik dan hasil kerja keras serta kearif bijaksanaannya pemerintah Indonesia, membuka peluang kepada para pekerja warganegara Indonesia agar mendapatkan kesempatan bersaing dengan para tenaga kerja dari dari negara asing. Tentu kita semua harus pededengan kemampuan yang kita miliki, karena pada dasarnya kemampuan kita tak kalah dengan mereka. Fakta bukti nyatanya, saat ini ada jutaan orang TKI dan TKW asal negara kita ternyata sangat mudah mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Itu tentu indikasi dari kelebihan kemampuan kita, sehingga TKI dan TKW asal Negara kita menjadi sangat diminatinya para pekerja Indonesia oleh para majikannya yang ada di Malaysia, Hongkong, dan negara-negara Timur Tengah. Oleh sebab itu, kita yang buka TKI maupun TKW tentunya janganlah khawatir. Tunjukkan jati diri bangsa kita, dengan sopan dan santun serta penuh ketulusan, bersama kita bisa lanjutkanucapan salam hangat wilujeng sumpingkepada tenaga kerja outsourcingdari negara asing itu. Sembari janganlah lupa selalu berdoa, agar diri kita tak ada dan tak akan pernah ada yang akan terkena PHK. Sehingga kita masih punya kesempatan untuk mendapatkan pendapatan yang memadai dan mencukupi untuk membiayai anak-anak kita kuliah. Sehingga kelak mereka bisa lulus menjadi sarjana. Sekalipun konon katanya, di Perguruan Tinggi Negeri telah mencapai angka puluhan juta rupiah besar biaya Uang Pangkalnya. Ya, apa yang mesti dikhawatirkan ?, mengapa musti kita takutkan ?. Selain karena pemerintah kita dan para pemimpin pilihan kitaitu sangat arif bijaksana sehingga kita idola dan kita puja bagaikan para dewa, juga karena pada hakikatnya rezekiuntuk kita itu telah Gusti Allahatur sehingga tak akan mungkin salah alamatnya ?. Wallahulambishshawa b. * Referensi Sumber Berita & Artikel Terkaitnya : * 'Praktik Dokter Asing Mulai Marak', klik disini. * 'Dokter Asing Serbu Rumah Sakit Indonesia', klik disini. * 'Tenaga Outsourcing Asing Siap Ramaikan Indonesia', klik disini. * 'Inilah Isi Revisi UU Tenaga Kerja yang Dianggap Paling Gila', klik disini. * 'Kerja 12 Th Status Tetap Kontrak', klik disini. * 'Dari Pabrik Hingga BUMN', klik disini. * 'Sistem Kerja Kontrak Dikritik', klik disini. * 'Berjuang untuk Nasib Kita Sendiri 5 Tahun Mendatang', klik disini. * 'Outsourcing, Kuli Kontrak', klik disini. * 'Doeloe Koeli Sekarang Boeroeh', klik disini. * 'Pendidikan yang meng-Internasional' , klik disini. * 'Gaji Lokal Biaya Hidup Internasional' , klik disini. * 'Menggugat Neoliberalisme' , klik disini. * 'Boediono & Program Privatisasi BUMN', klik disini. * 'Era Kompeni VOC akan Berulang Kembali ?', klik disini. * Tulisan ini juga dapat dibaca di Kompasiana dengan mengklik disini. juga dapat dibaca di Politikana dengan mengklik disini. * [Non-text portions of this message have been removed] __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com
