UN Memutuskan, Goldstone Report Tidak Terbukti !
Biaya yang dikeluarkan untuk membuat laporan Goldstone report tidaklah sedikit,
ditambah lagi waktunya yang ber-bulan2 bahkan tahunan untuk sampai bisa
dipersembahkan ke UN dalam menyalahkan kedua belah pihak yaitu Israel dan Hamas
sebagai melanggar kejahatan perang.
Setelah ditunggu ber-bulan2, akhirnya keluar juga hasil penelitian dari
sekretaris jendral UN Mr Ban Ki Moon dengan pernyataannya bahwa ternyata
laporan Goldstone itu tidak lengkap karena tidak ada disertai bukti2 apa yang
dilaporkannya.
Akibatnya UN menunggu laporan langsung dari pemeritah Israel maupun dari Hamas.
Pemerintah Israel sudah menjanjikan akan menyerahkan laporan yang sebenarnya
dengan bukti2nya, celakanya, Hamas itu tidak bisa embuat laporan sehingga belum
juga memulai menulis laporan2nya hingga detik ini.
Laporan Goldstone akhirnya jadi sia2, apalagi laporan itu melaporkan
pelanggaran2 yang dilakukan oleh kedua belah pihak tetapi disanggah oleh Israel
yang memiliki bukti2 bahwa Hamas-lah yang melakukan kejahatan perang dengan
menembaki wilayah sipil di Israel.
Akibat laporan Goldstone di disqualifikasi karena tidak disertai bukti2nya,
maka bualan tentang penggunaan phosphor putih sebagai pelanggaran juga menjadi
issu kosong belaka.
Sementara itu Israel terus menerus bekerja sama dengan mesir melakukan
pengawasan ketat terhadap penyelundupan2 senjata melalui terowongan2 buatan.
Muslimin Indonesia dibawah pimpinan FPI telah melakukan demo dan protest2 yang
penuh permusuhan dan ancaman kepada Mesir yang membangun tembok baja dalam
melindungi negaranya dari penyelundup2 Hamas selama ini.
Agenda UN untuk pembicaraan2 tentang Palestina semakin jarang, namun blockade
ekonomi terhadap wilayah tsb makin mengetat. Sebaliknya bantuan2 terhadap
Hamas pun makin sedikit karena meskipun sebagian besar pejabat2 Hamas
berdomisili diluar negeri, tetapi kemampuan mereka dalam mencari simpati
sangatlah rendahnya. Wajar kalo akhirnya Hamas makin terjepit oleh situasi
yang dibuatnya sendiri.
Republik Islam Iran yang biasanya mengirimkan bantuan senjata, obat2an dan
makanan, sekarang ini terhenti sama sekali, selain karena pengawasan ketat dari
Israel, juga tertutupnya jalur melalui Mesir. Ditambah lagi situasi yang
sangat parah di Iran sendiri dimana pergolakan yang terjadi akibat penekanan
Syariah Islam telah meledak menjadi perlawanan rakyatnya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.