Dakwah Menyebar Bencana Terror, Gospel Menyebar Supermie !!!
                                       
Semua agama selalu mewajibkan umatnya untuk mempromosikan agamanya agar makin 
banyak yang memeluknya.  Tapi kalo dizaman dulu cara2 promosi itu bisa dengan 
memaksakannya melalui kekerasan perang, maka dizaman sekarang tidak lagi ada 
agama yang memerlukan kekerasan untuk me-nakut2i mereka yang belum percaya agar 
mau percaya.

Sekarang kita menyaksikan, umat Nasrani melalui banyak yayasan2 mereka 
melakukan promosi agamanya dengan mem-bagi2kan beras, supermie, susu, dan 
macem2 lagi bahan makanan kebutuhan pokok lainnya.

Tetapi dilain pihak kamu muslimin masih tetap memakai cara2 orthdox dizaman 
dulu, yaitu perang, kekerasan, dan terror.  Misalnya kalo ada umat yang pindah 
masuk Islam, maka di-elu2kan, diberitakan di-koran2, ditambahi bumbu2 sekalian 
men-jelek2an agama yang dianut sebelumnya, akibatnya mereka yang pindah masuk 
Islam juga jadi merasa sungkan untuk tetap terus bertahan dalam Islam karena 
didorong untuk membenci bekas agama yang dianutnya.  Maka tidak heran kalo 
hajah Irene yang tadinya Katolik kemudian setelah masuk Islam, secara diam2, 
secara sembunyi2 kembali ke gereja Katolik di Singapore agar tidak diketahui 
umat Islam yang di Indonesia.  Namun apes, dia di ikuti oleh muslimin dari 
Indonesia yang menyaksikan tingkah lakunya di Singapore hingga dia diharuskan 
sumpah pocong dengan mempertaruhkan nyawa suami dan anak2nya bisa dipotong kaum 
muslimin nanti kalo terbukti dia masih melakukan pemurtadan seperti itu.

Lain Islam lain lagi Kristen, dunia Kristen adalah dunia bahagia, yang susah 
hidupnya digembirakan, yang miskin diberi makanan dan baju2.

Akibatnya, muslimin merasa kalah bersaing dan untuk menebus kekalahannya mereka 
membakari gereja2.

Cara mana yang lebih baik tentunya terserah anda, tapi satu hal pasti salah 
yaitu tidak boleh kita membakar gereja siapapun juga, termasuk membakar mesjid 
sesama Islam dari Ahmadiah karena kita menuduhnya murtad.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke