Pak, itu orang emang ngak beres. Kemungkinan kelewat bodoh atau tidak waras. 
Pakai nama muslim tapi selalu menghina agama islam.

--- Pada Kam, 18/2/10, Wem Karetji <[email protected]> menulis:

Dari: Wem Karetji <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- RE: : Milist NB::- Study DNA Membuktikan Firaun Mati 
Karena Malaria !!!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 18 Februari, 2010, 1:22 PM







 



  


    
      
      
      







Mas/Mba (?) MbM, 

Tanya yang dimaksud Firaun itu Firaun yang mana? Bukankah Firaun itu
adalah sebuah gelaran seorang raja (Mesir kuno). Jadi pastilah ada banyak
Firaun, bukan hanya satu Firaun.  

   

Pye toq, logikanya? Kalau anda mempaste ya
dilihat dulu, jangan asal nyontek. Mendingan nyonteknya benar, kalau salah? 

   









From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com [mailto: Nongkrong_Bareng2@ 
yahoogroups. com ] On Behalf Of muskitawati

Sent: Thursday, February 18, 2010
2:43 PM

To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

Subject: -:: Milist NB::- Study
DNA Membuktikan Firaun Mati Karena Malaria !!! 



   

   









Study DNA Membuktikan Firaun Mati Karena Malaria !!!



Semua dongeng2 agama terbukti tidak benar, dari hasil penelitian DNA milik
firaun, ternyata kematiannya disebabkan infeksi Malaria dari jenis Malaria
Falcifarum.



Rontoklah keimanan semua umat Islam atau Nasrani yang masih saja mempercayai
kitab2 sucinya yang menyatakan bahwa Firaun itu mati tenggelam waktu laut merah
dibelah oleh nabi Musa.



Mayat Firaun ditemukan utuh dalam pyramida dan diawetkan (dibalsem) sebagai
mummi.



Dongeng2 tentang nabi Musa tidak pernah ada catatannya didalam hyrogliph
Pyramida yang menjadi kuburan sang pharaoh ini.



http://www.physorg. com/news18554524 4.html



Penelitian DNA testing ini dilakukan para ahli2 dari Mesir, Italia, dan Jerman
yang hasilnya dinyatakan sebagai "Yang Paling Dipercaya".



Meskipun hasil penelitian banyak ahli ini dilakukan oleh berbagai negara yang
tidak sama, namun hasilnya tetap sama yaitu sang Pharaoh mati karena terinfeksi
parasit Malaria Falcifarum, dan bukan mati tenggelam di laut Merah seperti yang
tertulis dalam Quran atau Bible.



Penyakit parasit Malaria Falcifarum merupakan penyakit chronis dengan
penderitaan yang sangat lama yang bahkan seumur hidupnya. Sangat berbeda kalo
mati tenggelam dilaut Merah yang mati karena serangan akut terhadap
pernapasannya yang ternyata dalam testing DNA ini disangkal kemungkinannya.



Meskipun semua ahli2 genetika maupun sudah sepakat akan hasil penelitian mereka
secara sangat meyakinkan karena bukti2 yang tidak mungkin dibantah lagi, namun
tetap saja Zahi Hawass of the Supreme Syariah Law di Cairo menolak hasilnya
karena hanya Quran saja yang benar dan penelitian ahli2 yang cuma manusia bisa
saja salah. Menurutnya, keyakinan itulah yang paling benar bukan hasil
penelitian.



Jadi kalo berpijak kepada hasil penelitian, maka isi Quran itu salah fatal
karena terbukti bahwa Firaun tidak pernah tenggelam dilaut merah ataupun dilaut
mana saja karena terbukti penyebab kematiannya disebabkan menderita Malaria
Falcifarum.



Juga tidak mungkin Pharaoh ini bisa mengejar nabi Musa dengan kereta kudanya,
karena ternyata Firaun ini berjalan dengan tongkatnya karena menderita nekrosis
tulang yang menyebabkan kakinya hampir lumpuh total sehingga susah untuk
berdiri, apalagi berlari bahkan berjalan juga sangat sulit.



Masya'Allah, kalo Quran saja bisa dibuktikan kesalahannya, tentu tak mungkinlah
memaksa agar umat harus percaya, apalagi umat diluarnya. Disini terungkaplah
kebenaran yang sejati, yaitu Quran sama sekali bukan kebenaran tapi penuh
kesalahan2 yang fatal.



http://www.thehimal ayantimes. com/fullNews. php?headline= King+Tut+ 
likely+had+ club+foot% 2C+killed+ by+malaria% 3A+study& NewsID=228139



Ny. Muslim binti Muskitawati. 










    
     

    
    


 



  






      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke