--- Pada Ming, 21/2/10, Wal Suparmo <[email protected]> menulis:


Dari: Wal Suparmo <[email protected]>
Judul: Bls: [Spiritual-Indonesia] Re: Tuhan memang sangat beruntung...
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 21 Februari, 2010, 10:33 AM


  








Salam,
Banyak sempalan agama Kristen apalagi yang hasil otaknya orang dari Amerika ( 
yang sekarang  menjamur di Indoneia), jika berdoa  bukan hanya sambil menangis, 
merengek2 dan teriak2  tetapi sambil gulung2 di lantai dsb.Banyak para jemaah 
yang mencari Tuhannya di bawah kursi dan bangku2 di gereja. Makin gila makin 
manjur doanya( propagandanya) .
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Ming, 21/2/10, Frans <fran...@ymail. com> menulis:


Dari: Frans <fran...@ymail. com>
Judul: [Spiritual-Indonesi a] Re: Tuhan memang sangat beruntung...
Kepada: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com
Tanggal: Minggu, 21 Februari, 2010, 10:27 AM


  

memang konyol kalau doa dengan memakai mental pengemis,
yang selalu meminta-minta.
memang menyedihkan kalau doa dengan cara menjilat,
yang selalu memuji-muji.
memangnya doa untuk siapa sih?
.
(aku juga ga ngerti)
.
--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, Felix Risada
<felz_indonesia@ ...> wrote:
>
>
> Di dalam Kristen diajarkan dengan adanya doa-doa, dimana ritual
tersebut adalah untuk Memuliakan Tuhan sekaligus mohon suatu permintaan
dan ungkapan rasa syukur dll, Setiap saat setiap waktu bahkan dalam
aktivitas sehari-hari akan selalu ada doa, Doa sebelum dan sesudah
makan, doa sebelum dan sesudah tidur, doa sebelum dan sesudah� kerja
dll. Dalam Gereja Katolik ada ritual kusus namanya Novena,
> adalah doa pribadi atau doa bersama selama sembilan hari
berturut-turut
> yang dipanjatkan guna mendapatkan suatu rahmat khusus, memohon suatu
> karunia khusus atau menyampaikan suatu permohonan khusus. Novena
berasal
> dari kata Latin “novem” yang artinya
“sembilan”. Seperti tampak dalam
> definisi di atas, novena selalu menyiratkan adanya kepentingan yang
> mendesak.
> Secara tidak langsung dalam konotasi minor ritual ini membentuk
manusia menjadi bermental lemah bagaikan krupuk yang keliatan mengembang
begitu besar tetapi akan melempem jika kena air, Logikanya adalah sebuah
aktivitas (doa) yang fokusnya melulu kepada menharapkan pemberian dari
Tuhan, tetapi tidak ada kelanjutan arah konkrit bagaimana usaha
mencarinya atau usaha mencipkanya dan usaha mewujudkannya. Budayanya
kemudian rancu karena setelah ritual doa ya sudah pulang ke rumah
masing2, tidak ada permenungan yang lebih riil, memang secara harafiah
Gereja adalah institusi rohani. Tetapi tidak ada salahnya jika sedikit
dimodifikasi, sekarang dihilangkan saja semua doa yang berkaitan dengan
permohonan dan permintaan, ganti dengan spirit pribadi untuk berusaha
mewujudkan permohonan tersebut, doktrin diri sendiri dengan semangat
untuk mencari sendiri permintaan tersebut, contoh mohon rejeki, mohon
kesembuhan, mohon jodoh, mohon usahanya lancar, dsb (daripada
> cuman ngeluh dan meminta mending TAKE ACTION) baru kemudian setelah
mendapatkan apa yang dicari lalu melakukan ritual doa ungkapan syukur,
kalo di jawa simbolisasi tersebut adalah acara selametan/sukuran.
> Hanya sedikit modifikasi my friends, Yesus ga akan marah kok.
>




Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!








      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke