Sayang anda sudah delete rangkaian argumentasi saya sebelumnya. Jadi menjadi
sulit, siapa yang awal mula bertanya atau menjawab.

 

Tapi okelah no problem,

Hemat saya, kepercayaan kan bagian dari keyakinan (kalau berbicara soal
agama loh).

 

Bolehlah anda seorang yang sangat aktif sehingga segala kemewahan yang ada
disurga tidak menarik hati anda.

Kalo begitu, kenapa anda sangat konsern dengan kengerian atau ketakutan yang
dineraka. Buat saya jawaban atau penjelasan anda tersebut sedikit aneh.
tidak sinkron. Karena pada satu sisi anda tidak tertarik kepada surga, tapi
pada saat yang bersamaa (kalo bisa dikatakan begitu), anda sangat takut
neraka??? Aneh

 

Saya masih belum bisa paham jalan pikiran anda.

 

Tentang surga itu bagaimana apakah anda atau saya yang bertanya saya kira
tidak perlu diperebutkan. 

Jawaban saya tentang surga yaitu. bahwa surga itu adalah opositnya dari
neraka. Jadi kalo anda takut neraka, disurga itu tidak ada perasaan takut.
Hal2 yang bersifat negatif tidak ada disurga, dan memang tidak ada satu
kalimat or katapun yang bisa disetarakan dengan kenimatan surga ((sekali
lagi ini kepercayaan (keyakinan saya))

 

 

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Rara Marulent
Sent: Wednesday, February 24, 2010 4:22 PM
To: [email protected]
Subject: RE: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2
Lucifer..........................was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti
Berbeda Dalam Quran Dan Bible

 

  


Saya tidak tanya kepercayaan Bapak. Kalimat "Sekarang, tolong diceritakan
apa keyakinan anda, setelah kematian?" saya copy dari kalimat Bapak yang
bertanya ke saya agar maksudnya lebih jelas bahwa tulisan selanjutnya adalah
jawaban saya. 

Mungkin karena saya orang yang aktif dan sederhana maka segala kemewahan
yang ada di surga tidak menarik hati saya.
atau mungkin orang yang merasa nikmatnya surga adalah orang yang merasa
belajar adalah beban, bekerja juga beban, semua adalah beban sedangkan bagi
saya itu adalah aktifitas yang menyenangkan.

Mengenai pertanyaan Bapak Lalu surganya gimana? Justru itu pertanyaa saya.
Karena saya tidak punya gambaran tentang surga yang menurut orang
menyenangkan. Sudah banyak orang yang saya tanya tentang nikmatnya surga dan
saya belum dapat menangkap enaknya surga


--- Pada Rab, 24/2/10, Wem Karetji <[email protected]> menulis


Dari: Wem Karetji <[email protected]>
Judul: RE: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2
Lucifer..........................was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti
Berbeda Dalam Quran Dan Bible
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 24 Februari, 2010, 1:19 PM

  

Wouw!

 

Tentang keyakinan sayakan sudah saya jelaskan, ato mungkin baca sepintas
jadi tidak terbaca dengan baik jawaban saya. 

 

Rupanya anda dan saya untuk menyatakan pendapat manis dan nikmat sesuai cara
pandang kita masing2.

Anda menyatakan manis, adalah setelah anda berjuang lalu mendapatkan.
Begitupun untuk tidak lapar ataupun mendapatkan pendidikan perlu berjuang.
Itu cara pandang anda.

 

Cara pandang saya, bahwa disurga itu tidak perlu hal semacam berjuang atau
apalah menurut anda. Karena berjuang ataupun mengeluarkan keringat itu sudah
tidak perlu. Karena memang sudah difasilitasi. Ngapain berjuang, kan sudah
difasilitasi/ disediakan. Itu tidak membosankan, bahkan perasaan
membosankanpun tidak ada disurga.

Dengan kata lain, hal-hal yang bersifat negatif tidak ada disurga. 

 

Jadi salah sekali bahwa ada perasaan membosankan disurga (ini keyakinan
saya).

 

Juga bagi saya, kepercayaan anda tentang surga dan neraka masih abu2.

Anda menyatakan anda percaya surga dan neraka, tapi tidak menggambarkan
surga seperti apa. Yang ada gambarkan neraka sangat menyakitkan dan
menakkutkan. Lalu surganya gimana? Itu yang saya katakan kepercayaan anda
masih abu2, tidak jelas.

 

Senang berargu dengan anda.

 

  _____  

Coba
<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/neptune/*http:/id.messenger.yahoo.com/>
Yahoo! Messenger 10 Beta yang baru 
Kini dengan update real-time, panggilan video, dan banyak lagi!



Kirim email ke