Salam,
Kesimpulannya: Allah adalah manusia SUPER.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sab, 20/3/10, saleh w siregar <[email protected]> menulis:


Dari: saleh w siregar <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penerima Taubat
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 20 Maret, 2010, 9:42 PM


  









ALLAH MAHA PENGAMPUN

Salah satu dari sekian banyak nama Allah Yang Maha Terpuji (Asmaul Husna) 
adalah Al ‘Afuwwu (Maha Pengampun). Arti nama ini menyerupai arti Al Ghafur 
(Maha Pengampun). Tapi perbedaannya adalah Al Ghafur bermakna menutupi dosa dan 
Al ‘Afuwwu bermakna melebur dosa. Sehingga Al Ghafur terkadang bermakna 
menutupi dosa seseorang dan tiadalah siksa baginya, tapi Allah SWT tidak 
meridhai apa yang dilakukannya. Adapun Al Afuwwu berarti melebur dosa dan Allah 
SWT juga meridhainya, sehingga seakan-akan dosa itu tidak pernah ada.
Kata Al ‘Afuwwu merupakan bentuk yang lebih tinggi (mubalaghah) dari kata ‘afwu 
dan ‘aafiy. Karena Al ‘Afwwu berarti mengampuni setiap saat, setiap waktu. Jika 
kita sedang membaca Alquran dan mendapati kata Al ‘Afuwwu, perhatikanlah bahwa 
kata ini selalu beriringan dengan menyebutkan dosa-dosa besar.
Mungkin karena makna inilah, rasul mengajarkan kepada umatnya agar selalu 
berdoa di malam lailatul qadar dengan menyebut nama Al ‘Afuwwu ini.

Diriwayatkan dari Aisyah RA: “ Aku bertanya, Ya rasul, bagaimana pendapatmu 
ketika aku mengetahui bahwa suatu malam itu adalah malam lailatul qadar? Doa 
apa yang mesti kupanjatkan?” Rasul pun mengucapkan doa: “Ya Allah, sesungguhnya 
Engkaulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau jualah yang mencintai 
ampunan, maka ampunilah hamba-Mu.” (HR. Tirmidzi).

Tiada ada yang dapat mengampuni dosa-dosa apalagi dosa besar kecuali Al ‘Afuwwu 
(ampunan) dari Allah SWT. Allah SWT selalu menerima taubat para hambaNya. 
Karena itu, Dia mengutus para rasul untuk memberikan pengajaran, dan 
menganugerahi manusia dengan bermacam-macam ketaatan/ibadah. Dialah Zat Yang 
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Coba kita resapi ampunan Allah SWT dengan merenungkan apa yang telah 
disampaikan RasulNya.
Tidak ada suatu hari pun kecuali lautan yang membentang luas itu akan meminta 
ijin kepada Tuhannya. Lautan itu berkata, “Ya Tuhanku, ijinkanlah aku untuk 
menenggelamkan anak cucu Adam! Sesungguhnya, merekamenghamba kepada selainMu!”
Sedang langit juga berkata, “Ya Tuhanku, ijinkanlah aku runtuh agar menimpa 
anak cucu Adam. Sesungguhnya, mereka telah memakan rezekiMu, sedang mereka 
menyembah kepada selainMu.”
Sedang bumi pun berkata, “Ya Tuhanku, ijinkan aku menelan anak cucu Adam. 
Sungguh, mereka telah menelan rezekiMu, tapi mereka menghamba kepada selainMu!”
Allah pun menjawab, “Tinggalkan mereka semua! Karena jika kalian telah 
menciptakan mereka, tentu kalian akan menyayangi mereka!”

Dalam sebuah hadist
“Sesungguhnya, tatkala hamba yang bermaksiat menengadahkan kedua tangannya ke 
langit, dan berkata, “Ya Tuhanku.” Maka malaikat akan menutupi suaranya. 
Kemudian, hamba itu mengulanginya lagi, “Ya Tuhanku”, Malaikatpun menutupi 
suaranya lagi. Hamba itu lalu mengulanginya lagi “Ya Tuhanku” Malaikatpun 
menghalangi suaranya. Kemudian ketika si hamba mengulanginya untk keempat kali, 
“Ya Tuhanku.” Maka berfirmanlah Allah, “Sampai kapan engkau akan terus menutupi 
suara hambaKu ini? Aku memenuhi panggilanmu, wahai hambaKu; Aku memenuhi 
panggilanmu, wahai hambaKu; Aku memenuhi panggilanmu, wahai hambaKu; Aku 
memenuhi panggilanmu, wahai hambaKu.”

Sungguh, siapakah yang seharusnya mengatakan “Aku memenuhi panggilanmu?” Hamba 
ataukah Tuannya? Dalam keagungan dan kebesaranNya, Allah telah menjawab seorang 
hamba yang hina dan penuh dosa maksiat dengan perkataan, “Aku memenuhi 
panggilanmu” Sementara si hamba berada dalam kelalaian dan berada jauh dari 
ketaatan kepadaNya. Maha Besar Allah….. Al ‘Afuwwu sang Pengampun dosa.











      Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke