Di suatu pondok
 pesantren, Amin dan Aman adalah dua orang santri yang dinyatakan 
selesai mempelajari ilmu yang dimiliki Romo Gurunya.

Sang Romo 
Guru meminta Amin dan Aman untuk meneruskan belajar ilmu agama ke 
Pesantren NurCahaya dengan Kiai Tulen. 

Karena Pesantren NurCahaya berada
 di atas bukit, Amin dan Aman harus berjalan kaki menuju pesantren 
tersebut.

Dalam perjalanan nantinya mereka akan melewati jurang, 
sungai dan beberapa desa.  Setelah berpamitan dengan Romo Guru, Amin dan Aman 
memulai perjalanan. Dengan riang gembira selepas shalat dhuha mereka 
melangkahkan kaki 
ke Pesantren yang kurang lebih 10 km di atas bukit.

Di tengah perjalanan 
mereka menyebrangi jembatan untuk melewati sungai  yang beraliran deras.
 Ketika asyik melewati jembatan, tiba-tiba Amin dan Aman mendegar 
jeritan suara wanita meminta tolong. Mereka berdua menyaksikan ternyata 
ada seorang wanitayang hampir tenggelam.

Tak panjang lebar 
Amin pun langsung menyeburkan diri ke sungai, padahal si Aman teriak 
melarangnya.  Dengan sigap Amin menarik si wanitatersebut ke 
pinggir sungai. Setelah sampai di pinggir sungai Aman langsung meminta 
Amin untuk meninggalkan wanitaitu. "Min cukup sudah. Jangan sampai  dirimu 
meneruskan menyentuh wanita yang belum menjadi hak kamu. Mari kita 
meneruskan perjalanan. Biarlah dia akan ditolong oleh penduduk desa" 
kata Aman 
Akan tetapi Amin yang tak tega melihat 
wanitayang pingsan tak berdaya  itu, malah memeluk dan menggendong sang 
wanitaserta membawanya ke desa  terdekat. Kontan saja Aman marah dan 
kecewa kepada Amin.

Setelah
 memastikan Sang wanita tadi berada dengan penduduk desa untuk  
mendapatkan pertolongan barulah kemudian Amin menyusul Aman ke Pesantren
  NurCahaya.

Setibanya di Pesantren Cahaya, kembali Aman memaki 
Amin.
"Hey Amin, kenapa kamu malah memeluk wanita itu dan 
menggendongnya.  Bukankah dirimu tahu kita tidak sepantasnya memeluk 
apalagi menggendong  wanita yang bukan mahram kita?"
tanya Aman.

Dengan
 tersenyum Amin menjawab,
"Saudaraku Aman, setahuku, sang wanita itu 
telah aku lepaskan dan aku  tinggalkan di desa seberang, namun mengapa 
engkau masih memeluk bahkan  menggendong wanita itu didalam fikiranmu?"

*************************************

Bagaimana menurut Para Sahabat tentang kisah diatas?

Bisa jadi Kisah tersebut seperti kiasan atas hidup kita saja. Betapa kalau  
boleh diumpamakan kisah di 
atas menggambarkan tentang diri kita  yang masih menggendong masalah kehidupan
masa lalu  didalam fikiran kita hingga hari ini.

Mungkin banyak kisah menyedihkan, 
memalukan atau memilukan yang telah  lama terjadi dan bahkan bisa dikatakan 
telah berlalu dimakan waktu. Akan tetapi sebagian dari diri kita masih membawa 
peristiwa tersebut seolah masih  ada di dalam diri dan terasa karena bisa jadi 
kita 
masih menggendongnya hingga hari ini.

Oleh karena itu para sahabat.
Alangkah baiknya ketika kita 
mau mengikhlaskan semua masa lalu yang kurang  menyenangkan dari diri 
kita.

Mari kita melepaskannya sekarang juga. Agar ia hilang sejenak atau bahkan untuk 
selamanya. Semoga dengan lepasnya ia dari diri kita membuat hidup  kita menjadi 
ringan dan lebih bahagia agar kita bisa menatap indahnya 
hari demi hari yang  kita lalui dengan senyuman yang mempesona

Semoga artikel sederhana ini 
memberikan sejumlah manfaat agar Anda semakin semangat beraktifitas di hari 
yang indah ini

Tetap Semangat
Salam Berbagi senantiasa


A.Setiawan
Life Learner,Trainer 
& Motivator
http://smileTrainer.co.cc
We Make You 
Smile in Facing The World
021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan




NB: Jika para sahabat merasakan manfaat dari 
artikel ini mungkin anda  akan mengetahui lebih lanjut bagaiamana cara 
melepaskan emosi masa silam  dengan hypnosis melalui training "Beyond 
Hypnosis Training" bersama  Saya dan SmileTrainer di VIP Room RM Mang 
Kabayan Tgl 17 April 2010.  Info Lebih lanjut dapat menghubungi Mahmudi 
di  021 3677 8500 atau  menyimak brosur kami di 
http://www.smiletrainer.co.cc









      

Kirim email ke