> "A. Setiawan" <listant2...@...> wrote:
> wanita itu telah aku lepaskan dan
> aku tinggalkan di desa seberang,
> namun mengapa engkau masih memeluk
> bahkan  menggendong wanita itu
> didalam fikiranmu?"

Yang salah itu ajaran Quran-nya, menyentuh wanita bukan muhrim untuk menolong 
bukanlah pemerkosaan, kenapa harus dilarang dan disalahkan sedangkan memperkosa 
amoy malah dapat pahala ???  Dan kalo ajaran Quran ini wahyu dari Allah, maka 
yang paling salah itu adalah Allahnya, yang paling biadab juga Allahnya.

Jelas, enggak mungkin menggendong wanita didalam pikiran, juga enggak mungkin 
bisa memperkosa didalam pikiran, itu semua namanya angan2 bukan namanya 
menolong, bukan namanya memperkosa, tapi cukup disebut angan2 karena seperti 
angan2 adanya Allah semuanya tidak ada yang bisa dibuktikan.

Adanya Allah, adanya sorga, adanya neraka, semuanya angan2 aseli 100%, TETAPI 
teror jihad Islam sama sekali bukan angan2, buktinya ada, korbannya ada, semua 
bisa melihatnya, meskipun datang dari dorongan angan2 adanya Allah yang 
menjanjikan pahala.  Yang salah itu sumber yang menciptakan angan2 itu, yaitu 
ayat2 Quran.

Quran bisa melestarikan kebencian kepada Yahudi dan non-muslim selama ribuan 
tahun.  Kebencian ditulis di Quran kemudian ditanamkan kedalam angan2 umatnya.
 
> *************************************
> Bisa jadi Kisah tersebut seperti
> kiasan atas hidup kita saja.
> Betapa kalau  boleh diumpamakan masih
> menggendong kebencian masa lalu
> didalam keimanan kita hingga hari ini.
> 

Karena kebencian itu tertulis dan dilestarikan sebagai ayat2 di Quran, meskipun 
asal mulanya hanya ditanamkan sebagai angan2, tapi karena angan2 ini diimani 
sehingga jatuh korban2 yang bukan angan2 yaitu korban2 yang nyata, maka kisah 
angan2 ini tidak boleh dianggap perumpamaan, tapi kebiadaban yang melanggar HAM.


> Alangkah baiknya ketika kita 
> mau mengikhlaskan semua masa
> lalu yang kurang  menyenangkan
> dari diri kita.
> 

ini anjuran dan nasihat yang baik untuk menghilangkan kebencian yang ribuan 
tahun kepada orang Yahudi, penyembah berhala, murtad dan orang2 kafir 
non-muslim.  Tapi gimana bisa kalo tetap tulisan kebencian ini tetap dibaca 
setiap hari dari Quran ???

Satu2nya jalan, mengubah isi kebencian di ayat Quran menjadi kasih sayang, atau 
melarang membaca dan mengajarkan Quran yang seperti itu?

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke