beropini boleh saja sich gak ada yang larang……………

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of
muskitawati
Sent: Wednesday, April 21, 2010 3:19 PM
To: [email protected]
Subject: [Debate Religious Spirituality] Aku Adalah Kartini Indonesia !!!

 

  

Aku Adalah Kartini Indonesia !!!

Kartini adalah orang Belanda, dia bukan warganegara Indonesia, bahkan selama
hidupnya belum pernah dia mendengar ada negara bernama Indonesia.

Kartini memang adalah orang Belanda, tapi dia telah dinobatkan menjadi
idealisme wanita Indonesia penentang Syariah Islam.

Ayah-ibunya dan nenek moyangnya beragama Islam Kejawen bukan Islam Habib.
Tapi Kartini sendiri mengaku penganut Catholic sewaktu dia belajar di
Belanda, dan memang dia rajin ke Gereja Catholic. Dia mengagumi wanita2
Barat bukan wanita2 Arab. Setelah berada di Indonesia, ternyata dia juga
menganut agama Buddha tanpa harus keluar dari agama Catholic bahkan tanpa
menentang Islam Kejawen dari orang tuanya. Ternyata Kartini sangat rajin
bersemedhi di kelenteng Buddha yang terletak persis dibelakang rumahnya.

Kartini ber-cita2 semua wanita di Indonesia bisa meneladani wanita2 Eropah
dalam hal kebebasan memilih suami, kebebasan berbusana, kebebasan
bersekolah, dan kebebasan memilih kepercayaan agamanya.

Kartini terang2an mengkritik Islam dengan poligaminya, meskipun Kartini
sendiri adalah isteri keempat dari laki2 yang dipilih orang tuanya. Kartini
tidak tega menolak keinginan orang tuanya yang sedang sakit sewaktu
menikahkan dirinya.

Kartini mengkritik shalat 5 waktu karena merugikan umat dalam mengejar
pelajaran2 sekolahnya maupun kesempatan2 sekolahnya. Juga Kartini menolak
menghafalkan Quran ataupun mempelajari huruf2 Arab.

Jadi jelas disini, apa yang menjadi idealisme Kartini bukanlah hal yang
baru. Yang membedakannya justru, karena Kartini ditunjuk, diangkat, dan
dibanggakan bangsanya yang kemudian menjadi bangsa Indonesia sebagai model
atau idealisme bagi wanita Indonesia.

Kalo Islam menggunakan sunah nabi Muhammad, maka wanita Indonesia
menggunakan "sunah ibu kita Kartini".

Dengan perayaan hari Kartini, kita sudah membangun benteng kokoh untuk
menentang Syariah Islam.

Kita butuh Kartini untuk menentang Syariah Islam, karena hingga detik ini
belum ada siapapun di Indonesia yang berani menentang Syariah Islam seperti
halnya Kartini.

Kenapa Kartini berani menentang Syariah Islam??? Karena dulu belum ada
Republik Indonesia yang belakangan membuka kesempatan bagi Syariah Islam
men-cabik2 idealisme negeri ini dengan idealisme Islam Habib dan
menghancurkan Islam Kejawen.

Akulah Kartini Indonesia, bukan Kartini Belanda, karena Kartini Belanda yang
dulu sekarang sudah masuk jadi warganegara Indonesia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke