Salam,
Justru sekarang  terutama di desa2 di Indoneia, pemakaian jilbab dipaksakan 
oleh para pemuka agama dengan berbagai sanksi seperti pengucilan dsb.Demikian 
juga di kantor2 di berbagai daerah adah smacam paksaan/ancaman terhadap PNS 
yang mengaku beragama Islam.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sen, 3/5/10, muskitawati <[email protected]> menulis:


Dari: muskitawati <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Re: : Milist NB::- Biarpun Perenang, Masuk Ke Istana 
Dilarang Pakai Baju Renang !!!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 3 Mei, 2010, 10:55 AM


  





> "Sutarmin" <sutar...@.. .> wrote:
> Apakah sebuah aturan yang dibuat
> boleh Melanggar HAM,…..

Melarang pakai Jilbab sama dengan melarang telanjang, jadi larangan itu bukan 
pelanggaran HAM tapi termasuk penegakkan HAM karena larangan itu hanya berlaku 
di tempat umum.

Kalo mau pake jilbab di mesjid boleh saja, itu memang tempatnya, disini 
merupakan HAM karena wilayahnya memang Islam.

Kalo mau telanjang dikamar mandi juga boleh saja karena memang itu tempatnya, 
dan ini juga termasuk HAM.

Jadi ada tempat milik umum tapi ada juga milik private. Demikianlah kalo pakai 
jilbab ditempat umum yang pluralistik bermacam agama bercampur, wajar kalo 
dilarang, tapi kalo pakai tudung kepala yang sifatnya juga umum, tentu boleh. 
Masalahnya karena jilbab itu simbol Islamnya yang dilarang.

Jadi anda itu tersesat pemahamannya se-olah2 dengan HAM boleh memaksakan jilbab.

INGAT: Syariah Islam yang memaksakan umat Islam berjilbab atau shalat 5 waktu 
adalah pelanggaran HAM, karena urusan berjilbab dan sembahyang TIDAK BOLEH 
DIPAKSAKAN, tapi keikhlasan. Jangan memaksakan dengan alasan kewajiban dalam 
ajaran Islam.

Betul Islam mewajibkan ini dan itu, tapi untuk beragama Islam itu khan suka 
rela bukan dipaksa atau diwajibkan. Oleh karena itu, beragama Islam saja 
sifatnya sukarela, aneh dong jadinya kalo berjilbab dan bershalat jadi boleh 
dipaksakan.

Sebaiknya anda belajarlah etika universal, antara lain masuk ruangan buka topi, 
acara resmi pakai jas, dll. Cara2 Islam hanya boleh anda praktekan cuma dalam 
lingkungan Islam saja, kalo anda lakukan diluar lingkungan Islam sama dengan 
mempropagandakan agama anda yang merupakan pelanggaran etika universal.

Ny. Muslim binti Muskitawati

> 
> 
> 
> 
> 
> From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
> [mailto:Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com] On Behalf Of muskitawati
> Sent: Friday, April 30, 2010 6:28 PM
> To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
> Subject: -:: Milist NB::- Biarpun Perenang, Masuk Ke Istana Dilarang Pakai
> Baju Renang !!!
> 
> 
> 
> 
> 
> Biarpun Perenang, Masuk Ke Istana Dilarang Pakai Baju Renang !!!
> 
> Biarpun anda itu jago karate, kalo diundang ke Istana harus pakai baju resmi
> bukan masuk ke Istana dengan mengenakan baju karate.
> 
> Ajaran begini enggak ada ayatnya dalam Quran dan Hadistnya, karena itu Quran
> dan Hadistnya bukan ajaran yang lengkap dan harus ditammbah dengan ajaran
> etika moral secara umum.
> 
> Bahkan seorang jendral sekalipun harus buka topinya atau penutup kepalanya
> sewaktu masuk dan duduk dalam persidangan di markas besarnya.
> 
> Membuka penutup kepala merupakan tata cara sopan santun etika Internasilan
> didalam ruangan apalagi ada orang yang lebih tinggi pangkatnya dari kita.
> Kecuali musuh atau tahanan yang masuk keruangan dibawa oleh sipir penjara,
> maka tahanan musuh ini harus pakai baju penjara dan tutup kepala tahanan.
> 
> > Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@ > wrote:
> > (KompasianaBaru- Jakarta) Istana
> > kepresidenan bertingkah lagi,
> > kali ini mereka mengharuskan wartawan
> > wanita salah seorang reporter AntaraTV
> > untuk melepaskan jilbabnya saat
> > wawancara dengan Ibu Presiden Ani
> > Yudhoyono. Jilbab merupakan salah satu
> > penutup kepala untuk seorang wanita
> > muslim, aneh kalangan protokoler
> > berbuat begitu, kita perhatikan
> > biasanya kalangan wanita yang bertugas
> > di Istana mereka mengenakan
> > jilbab mereka, apakah karena ini
> > wawancara dengan Ibu Ani jadi harus
> > dibuka jilbabnya?
> > 
> 
> Setiap tempat ada aturannya. Sebagai olaharagawan renang misalnya, tentu
> tidak boleh masuk ke Istana hanya dengan pakaian renang meskipun dia adalah
> perenang.
> 
> Demikianlah, kalo aturannya tidak boleh pakai jilbab, harus dibuka jilbabnya
> meskipun dia seorang muslim.
> 
> Adalah etika moral Internasional dimana kita harus buka topi atau tutup
> kepala dikala menghadap atasan atau masuk kerumah orang.
> 
> Ajaran dan aturan Islam hanya boleh dipaksakan di Mesjid, tidak bisa
> dipaksakan di Gereja, di kuil, di Kelenteng, apalagi di Istana.
> 
> Yang salah itu bukanlah aturan di Istana-nya, melainkan aturan2 Islam itu
> sendiri yang salah sehingga membedakan antara laki2 dan wanita. Professi
> tidak membedakan gender, INGAT ini ya!!!
> 
> Ny. Muslimm binti Muskitawati.
>








Kirim email ke