> "Sutarmin" <sutar...@...> wrote: > kalau Hak Veto itu tidak bisa > bertambah, akan tetap 5 negara.
Betul sekali, pancasila juga cuma lima enggak bisa ditambah jadi enam, rukun Islam juga cuma lima enggak bisa jadi jadi sembilan belas. Demikian juga aturannya pemegang hak veto cuma 5 negara saja, tapi negaranya bisa di-ganti2. Dulu khan Taiwan yang memegang hak veto, sekarang Taiwan dikeluarkan diganti dengan Cina. Bisa saja nantinya kalo Islam bisa maju dimasukkan jadi pemegang hak veto menggantikan Inggris atau Russia atau China, semua itu tergantung kepada prestasinya. Kalo ujian sim bisa memang akhirnya semuanya lulus, tapi tegap gantian lulusnya enggak sekali gus semuanya. Demikian juga kalo mau masuk UI bisa akhirnya semuanya lulus test, tapi enggak mungkin sekali gus masuk semuanya karena memang tempatnya cuma terbatas. Kalo pemegang hak veto cuma 5 kursi, maka kursi2 di UI pasti lebih banyak tapi tetap saja ada batasannya. Jadi mau masuk UI selain lulus test juga kapasitas penerimaannya harus cukup. Kalo tidak cukup bisa ulangi ikut test lagi di UI berulangkali sampai bisa keterima. Jadi masalah itu tak usahlah anda pikirkan, karena lebih mungkin nantinya Israel yang masuk menjadi pemegang hak veto menggantikan Perancis atau lainnya. Anda itu goblok kebangetan ya, sampai hal2 yang kayak gini juga masih harus saya jelaskan???? Ny. Muslim binti Muskitawati.
