Salam, 
Dongeng yang semula karangan orang Yahudi dan kemudian dijiplak oleh  agama 
Kristen dan Islam, memang sungguh menarik dan berhasil menghasut banyak orang 
yang lemah fikiran meskipun  sangat cerdas dalam bidangnya masing2.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sel, 4/5/10, aris dianto <[email protected]> menulis:


Dari: aris dianto <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- kisah 25 nabi
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 4 Mei, 2010, 4:35 PM


  





Nabi Adam


Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya 
dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan 
bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatny a ialah 
sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara 
Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka 
tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan 
menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola 
kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun 
waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya 
menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah 
menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka 
dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan 
tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa 
Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, 
bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, 
sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan 
bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai 
kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan 
terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui 
hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan 
meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai 
penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang 
hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya. "
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering 
dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah 
roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang 
sempurna

. 
Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang 
lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk 
Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan 
tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih 
mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur 
api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaanny a dengan asal usulnya 
menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti 
para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu 
yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau 
ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang 
diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan 
mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang 
akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai 
penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya 
mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari 
kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan 
ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur 
atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan 
Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan 
malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk 
memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang 
sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda 
mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar 
tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi 
neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan 
hamba-hamba- Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan 
memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun 
engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah." 


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan 
menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa 
bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam 
semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat 
seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa 
lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama 
benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka 
dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan 
tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya 
Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada 
para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada 
mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit 
dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. " 

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk 
mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilang kan rasa kesepiannya dan 
melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita 
para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang 
disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat 
Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan 
siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan 
oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa", jawab 
Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku, memberi kebahagian bagiku dan mengisi 
keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di 
syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan 
makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan 
sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun 
letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan 
buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang 
yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia 
akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga 
hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini." 

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga 
akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki 
terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat 
selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya. Iblis mulai 
menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup 
berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi 
nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala 
cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan 
Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada 
mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan 
buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan 
menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang- ulangilah bujukannya 
dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya 
dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu 
oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku 
mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku 
telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah 
terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan 
dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah 
menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena 
bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong 
orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami." 

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan 
pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan 
menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis 
sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun 
berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan 
selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan 
berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan 
teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih 
berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan 
untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran 
perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa 
kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh 
sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas 
mereka untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam 
takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh 
mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang 
penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia
 keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama 
dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada 
mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi 
sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang 
telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan 
dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang 
kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan 
dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan 
tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang 
akan berkelompok- kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang 
satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan 
tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan 
rasul-rasul- Nya memimpin hamba-hamba- Nya ke jalan yang lurus penuh damai 
kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan 
kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. 

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah 
Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25 


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan 
larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau 
belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat 
sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah 
akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi 
sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk 
apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin 
beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan 
kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya 
seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi 
Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan 
kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat 
manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya 
tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh 
seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah 
pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa 
tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia 
sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat 
allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya 
kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran 
bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan 
kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan 
kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan 
disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat 
karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia 
menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud 
menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t. Diposkan oleh danissha 
di 18:20 








Kirim email ke