Setuju saya dengan hampir seluruh ungkapan dari penulis dibawah.

Saya sebenarnya sudah pernah juga memberi pendapat tentang Sri Kandi kita
ini melalui milis ini (hanya ulasan pendek) beberapa waktu setelah kasus ini
muncul.

Bahwa sebenarnya, SMI sudah memberikan sinyal siapa sebenarnya yang
bertanggungjawab tentang Kasus Bank Seabad ini.

Kalau seluruh pemirsa mencermati wawancara pada TV swasta tentang kasus ini,
terjawab sudah. 

Tapi ya, kelihatan benar juga apa yang diuraikan dibawah.. apalagi tayangan
pada hampir setiap menit (sebagai promosi) maka sudah barang tentu pasar
merespons/membeli. 

 

Pribadi ingin ucapkan SUKSES UNTUK ANDA SRI! 

 

Doa semua yang seperasaan menyertaimu.

 

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of
[email protected]
Sent: Thursday, May 06, 2010 4:34 PM
To: [email protected]
Subject: {Disarmed} -:: Milist NB::- Fw: (Be...GeN:2350) SRI (KANDI) MULYANI

 

  


----- Forwarded by NURYANI YEID/YAMAHA on 05/06/2010 02:30 PM ----- 


Joko Purwanto <[email protected]> 
Sent by: 

05/06/2010 01:37 PM 


 


To

vio prasetyo <[email protected]>, i
<[email protected]>, [email protected],
[email protected] 


cc

 


Subject

(Be...GeN:2350) SRI (KANDI) MULYANI

 


 

 




SRI (KANDI) MULYANI 

  _____  


  
Namanya identik dengan kepahlawanan, mengingatkan akan tokoh dalam
pewayangan Sri Kandi. Tidaklah berlebihan kalau Sri Mulyani Indrawati (SMI)
banyak mendapat pujian baik di rana internasional maupun nasional, mengingat
prestasinya yang luar biasa.

Menteri keuangan Indonesia ini, akhir-akhir ini banyak mendapat serangan
dari kalangan segelintir politikus egois dan arogan, berkaitan dengan kasus
Bank Century.
Saya sebut egois dan arogan karena mereka merasa paling benar - apalagi
dengan titel anggota DPR-nya. Segelintir mereka dipilih oleh hanya 300
ribuan, sudah merasa tinggi derajadnya sebagai manusia Indonesia. Pemilihnya
pun belum tentu sejalan dengan mereka. 

Dunia politik penuh dengan kebusukan, jauh dari kejujuran. Manakala dunia
terancam krisis ekonomi global, yang dampaknya juga dapat mengimbas
Indonesia, semua merasa cemas. Namun ketika keberhasilan mengatasi krisis
tersebut dicapai, orang lupa bahwa ada pihak-pihak yang telah bekerja keras
untuk mencegah krisis itu terjadi. 

Bangsa ini tidak biasa memberikan pujian terhadap 'lawan' yang berhasil
meraih prestasi, sebaliknya suka menghujat habis-habisan manakala ada celah
untuk menyerang lawannya.

Mentalitas politikus kita sangat menyedihkan. Maunya menang sendiri, merasa
benar sendiri.

Belajarlah dari politikus Amerika. Lihatlah, ketika hasil perhitungan suara
menunjukkan Obama sebagi pemenang, dengan elegan Bush mengucapkan selamat.
Begitu pula menjelang detik-detik pelantikan Obama, secara khusus Obama dan
Bush beramah-tamah.

Bagaimana dengan Indonesia ? Dendam kesumat Megawati terhadap SBY, misalnya,
membuat keduanya tidak bisa bertemu sebagaimana 2 kepala negara Amerika tsb.
Inilah contoh karakter politikus kita, yang jauh dari elegan ataupun
kejujuran. Hatinya kelam, diliputi kedengkian. Sulit menerima kenyataan
bahwa orang lain menerima amanah, karunia dan nikmat dari Yang Maha Kuasa.

Serangan membabi buta terhadap SMI tidak lain hanyalah skenario serangan
politik terhadap kepemimpinan RI 1. 

Para penyerang, akan bersorak kegirangan manakala Sri Mulyani tidak lagi di
Kabinet. Kenapa ? Karena selama ini kebijakan ekonomi Sri Mulyani banyak
menghantam bisnis konglomerat (yang juga pengurus partai besar). Kalau
Srikandi kita ini tidak lagi di kabinet, maka mereka akan semaunya sendiri
mengutak-atik aturan-aturan bisnis di negeri ini - termasuk pajak.

Pengganti Sri Mulyani tidak akan serta merta bisa mengatasi perekonomian.
Dia masih butuh waktu berbulan-bulan untuk mempelajari segala-sesuatunya,
termasuk memanage internal instansinya. Akibatnya, roda perekonomian juga
terganggu.

Ada yang diuntungkan dengan situasi dan kondisi buruk ini :
1. Lawan politik pemerintah. Mereka akan dapat banyak amunisi untuk
menyerang. Kondisi ekonomi paska Sri Mulyani akan jadi senjata utama.

2. Politikus-pebisnis. Kelompok ini sudah lama berseberangan dengan Sri
Mulyani. Tentu saja karena selama ini kebijakan ekonomi Sri Mulyani membuat
meraka terpojok, seperi kasus pajak tambang dll. Kelompok ini bagaikan
bunglon, mudah berganti kulit. Tengoklah ke belakang, sebelum pilpres mereka
berbondong-bondong mendukung calon - berlatar belakang saudagar - yang
cenderung menguntungkan bisnisnya. Ketika kandidat dukungannya itu jeblok di
pilpres, dengan secepat kilat mereka ganti haluan : merapat ke pemenang
pilpres.

Partai pun jadi alat tunggangan. Tiba-tiba partainya ganti haluan, tidak
oposisi lagi. Tapi ketika hingar bingar di senayan sehubungan dengan
pemungutan suara atas kasus Bang Century, mereka barbalik 180 derajat.


Ada pepata dalam bahasa Jawa : "Becik ketitik, olo ketoro." Maknanya :
kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terungkap.

Apa yang dituduhkan terhadap Sri Mulyani selama ini, dia hadapi dengan
tenang dan tegar. Coba bandingkan dengan anggota DPR dari PKS yang
tersandung kasus Bank Century (Misbachum), betapa gelisahnya dia manakala
diwawancarai wartawan. Jawabannya muter-muter tidak karuan. Kalau dia merasa
benar, kenapa harus gelisah ?
Konyolnya, 'gang'nya di DPR berbondong-bondong membackupnya.

Akhirnya, dengan kesedihan dan rasa kehilangan yang luar biasa, kita ucapkan
selamat jalan buat Srikandi Indonesia. Orang lain lebih menghargai
kemampuannya dari pada "segelintir manusia dominan yang picik" yang bercokol
di negeri ini.

Sedangkan kita, silent mojority, hanya bisa mengelus dada.
Mudah-mudahan Tuhan YME tetap memberikan keasabaran di hati kita.
Kita tidak berdaya menghadapi kaum arogan.
Senjata kita hanya berupa DOA.

Kepada kaum arogan, ingatlah :"Takutlah terhadap orang yang teraniaya
(didzolimi). Karena doanya sangat makbul. Meskipun dia orang kafir" (Sabda
Rasulullah SAW). 
  
 <http://myindon.blogspot.com/2010/05/srikandi-mulyani.html>
http://myindon.blogspot.com/2010/05/srikandi-mulyani.html 

-- 

http://groups.
<http://groups.google.com/group/blessinggeneration?hl=id?hl=id>
google.com/group/blessinggeneration?hl=id?hl=id

"Allah berkuasa memberi kepada kalian berkat yang melimpah ruah, supaya
kalian selalu mempunyai apa yang kalian butuhkan; bahkan kalian akan
berkelebihan untuk berbuat baik dan beramal."



Kirim email ke