Andaikata Anda Jadi Sukarno, Apa Pesan Anda Tentang G30S ???
Ini topik bagus, karena kita tahu bahwa setelah kejadian G30S Sukarno tidak
banyak komentar, tidak mencerca Suharto, tidak menuduh PKI, juga tidak
mengatakan adanya keretakan didalamm Angkatan Darat. Juga tidak ada yang
disalahkannya dalam kasus ini selain dia bilang Nekolim. Itulah sikap Bung
Karno yang disampaikannya kepada rakyat Indonesia bertalian degan G30S.
Sikapnya ini sebetulnya membingungkan, kenapa dia tidak bisa banyak komentar
setelah kejadian G30S, bahkan sampai dia terakhir ditahan Suharto sekalipun dia
cuma pasrah saja tidak ada perlawanan sama sekali, bahkan pasukan
Cakrabirawanya pun semuanya diganti RPKAD setelah dia kembali ke Istana.
Marilah kita bayangin, G30S jelas gerakan yang tujuan utamanya menggulingkan
Bung Karno, dan semua orang udah setuju kalo otaknnya itu nekolim dari luar
negeri, tapi yang jadi pertanyaannya kepada siapa dana dari kontrak gerakan ini
diberikan ??? Jelas enggak mungkin kepada Suharto karena gampang dilacak.
Yang pasti, geraka begitu pasti enggak kecil dananya. Lalu siapa yang mau
keluarin dana sebesar begitu hanya untuk menculik para jendral ????
Belum pernah ada gerakan makar didunia ini yang cuma membunuh jendralnya dan
melepaskan Presiden-nya. Anehnya, Sukarno koq enggak diculik, padahal pasukan
penculiknya sudah dilaporkan umum dimedia berpapasan dengan rombongan Bung
Karno di Lubang Buaya.
Satu lagi yang penting anda pikirin, kenapa setelah kembali ke Istana Sukarno
sudah tahu dan memerintahkan Suharto langsung menjemput jenazah para jenderal2
itu, padahal untuk mencari buronan aja bisa bulanan, tapi mayat2 jendral yang
dibunuh itu langsung ketemu enggak pake di-cari2 lagi se-olah2 Bung Karno bisa
telepati bahwa mayat jendral2nya ada di Lubang Buaya.
Ini analisa sederhana, tak perlu melibatkan Angkatan Darat, tak perlu membuat
banyak teori konspirasi karena Indonesia bukan negara yang susah untuk
diterjang dari arah manapun juga.
Jadi PASTI, yang mau diculik oleh gerakan G30S ini bukan para jendral tapi
Sukarno sendiri yang jadi sasaran penculikan ini. Tetapi enggaklah gampang
untuk menculik presiden, kecuali para jendralnya tertinggi semua dibunuh dulu,
dan final touch-nya diserahkan kepada jendral2 muda yang gampang disogok atau
yang sudah diatur sebelumnya.
Setelah berhasil menculik semua jendral2 yang direncanakan, pasukan G30S itu
pasukan lainnya sudah mencegat jalan keluar Sukarno yang pada waktu itu selesai
menyampaikan pidatonya pada Musyawarah Nasional Teknik di Istora Senayan,
Jakarta, 30 September 1965, semua jalur telekomunikasi "jammed" tanpa
seorangpun tehnisi TNI atau sipil yang tahu sebab2nya. Pasukan Indonesia tidak
punya kemampuan men-jammed gelombang radio yang dimiliki pengawal ke
presidenan. Ini hal yang penting, karena melakukan hal ini hanya mungkin lewat
satelit. Waktu "jammed" nya telekomunikasi di Indonesia ini hanya berlangsung
sebentar yaitu selama penculikan Sukarno.
Sukarno dibawa kelubang buaya dan beliau bukan cuma berpapasan dengan para
pembunuh para jendral2 tsb, tapi juga melihat sendiri acara penjagalannya itu
didepan matanya. Itulah sebabnya, sewaktu Suharto berdeklamasi menceritaka
bahwa mata para jendral itu dicungkil, Sukarno tahu pasti bagaimana cara
matinya para jendral itu tidak disiksa Gerwani seperti yang diocehkan Suharto.
Pasukan G30S yang menculik jendral ini bukan orang Indonesia tapi memang
keturunan Indonesia semuanya yang dilatih diluar negeri oleh Amerika atau
Inggris. Karena itulah operasi penculikan ini kurang sempurna, karena pasukan
asing ini tidak kenal wajah Nasution sehingga Peter Tendean yang sama sekali
beda wajahnya dari Nasution dikiranya Nasution dan dibantai ditempat. Kalo
pasukan G30S itu berasal dari AD Indonesia, tentu tidak ada yang enggak kenal
wajah Nasution boss nya sendiri. Disini sudah satu pertanda bahwa memang
pasukan G30S itu bukan orang Indonesia. Tidak ada satupun pasukan Indonesia
yang terlibat dalam G30S ini, semua pasukan Indonesia cuma diperintahkan
mengurung Istana untuk menyesatkan perkiraan orang2, dan memerintahkan Suharto
agar tidak ada satupun batalyon yang mengawal Jakarta ada yang keluar beberapa
jam. Seluruh jalan masuk ke Jakarta ditutup oleh pasukan Indonesia agar
pasukan asing G30S ini bisa lancar kerjanya.
Selagi jendral2nya diculik, ternyata tidak ada yang bisa menghubungi presiden
karena presiden tidak ditempat dan jalur telekomunikasi pun terganggu.
Akhirnya para ajudan yang diculik itu ter-gopoh2 menggunakan jeep-nya menuju ke
Istana untuk melaporkan kejadian itu. Ternyata juga tidak bisa masuk ke Istana
karena Istana itu dikepung pasukann tidak dikenal.
Naaah.... anggaplah anda yang jadi Bung Karno, kemudian anda diculik dibawa ke
Lubang Buaya menyaksikan eksekusi jendral2 anda sendiri didepan mata anda.
Setelah itu, si pembunuh ini memberi pesan kepada anda (sebagai Bung Karno),
pesannya sederhana, agar siapkan penggantinya dalam waktu 5 bulan. Tidak ada
pesan apa2 lagi, yang jelas anda sebagai Sukarno tahu, apabila anda tidak
kerjakan kemauan si penculik dipastikan ada tindakan ekstreem terhadap anda
sebagai Sukarno. Setelah disampaikan pesan begitu, anda sebagai Sukarno
dilepas Omar Dhani yang juga ikut diculik diperintahkan kembali ke Istana tentu
dengan dijemput Suharto untuk mengawal selama perjalaan.
Anda sebagai Presiden Indonesia yang punya harga diri tinggi, yang rajin
berpidato tentang kehancuran Nekolim sudah diambang pintu. Setelah sampai di
Istana, banyak wartawan mengkerubuti anda untuk di wawancara:
Apakah anda akan bilang terus terang kepada semua rakyat apa yang anda alami
selama diculik???
Akankah anda mengakui bahwa hilangnya anda sekitar beberapa jam itu sebenarnya
karena diculik dilubang buaya???
Bung Karno jelas bilang bahwa pelakunya bukan PKI, juga bukan Untung, tapi dia
tidak mau menceritakan siapa pelakunya, kalo dia tahu pasti pelakunya bukan PKI
dan juga bukan TNI, kenapa beliau tidak mau memberi tahu rakyat siapa pelakunya
????
Apakah kalo anda yang jadi Bung Karno mau menceritakan kejadian yang sebenarnya
???? Dan kita tahu response Bung Karno mengenai kejadian ini cuma bungkem
tidak banyak komentar, tapi jelas dia berusaha bertahan melanggar pesan si
penculik agar mempersiapkan penggantinya dalam 5 bulan. Karena tidak ada
tindakan untuk mengundurkan diri, maka tepat setelah 5 bulan, Suharto
mengumumkan SP 11 Maret, dan berakhirlah kekuasaan Sukarno sampai disini.
Padalah kalo saja beliau mau baik2 menunjuk penggantinya dan mengundurkan diri
tanpa ribut2, belum tentu dia ditangkap Suharto.
Pesan saya cukup anda ingat, tidak ada penggulingan penguasa dengan cuma
menculik jendralnya. Jendral2 itu diculik justru agar mempermudah penculikan
presiden-nya. Pasukan manapun kalo itu pasukan Indonesia, pasti bisa dilacak
dan pasti enggak bisa bergerak karena setiap gerakan pasukan harus dibawah
perintah jendral2nya kebawah.
Ny. Muslim binti Muskitawati.