Salam, Tambahan lagi dari saya. Waktu Suharto menjadi Pangdam Diponegoro, Untung adalah seorang anak buahnya yang paling favorit dan dekat.Kedekatanya dibuktikan sebagai seorang Panglima, Suharto menghadiri perniklahan Untung yang waktu itu hanya baru berpangkat Mayor saja, yaitu sebagai komandan kompi.Setelah itu, yang YANG PALING PENTING , atas rekomenasi Suharto juga , Untung dipilih masuk Tjakrabirawa dan menjadi salah seorang komandan. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Ming, 9/5/10, Wal Suparmo <[email protected]> menulis: Dari: Wal Suparmo <[email protected]> Judul: Re: Bls: -:: Milist NB::- Andaikata Anda Jadi Sukarno, Apa Pesan Anda Tentang G30S ??? Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 9 Mei, 2010, 9:38 PM Salam, 1) Apa yang saya tulis jutru tidka pernah dimuat dalam media. Bebarapa orang anggota pasukan Tjakabirawa yang masih hidup dan telah selesai membnjalankan hukuman, telah diwawancarai dan tidak ada seorang yang penah meihat tentara asing berada di antara mereka.Dan mereka sendiri yang ikut dalam operasi ini. Pada waktu itu pasukan Tjakarawira adalah pasukan TOP ELIT dan bahkan kedudukannya lebih tinggi dari RPKAD.Apalagi Bung Karno, sedangkan komandannya sendiri Kol.Maulwie Saelan tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh anak buahnya.Karena itu maka saya mengatakan GTM-nya sangat hebat. 2) Kemungkinan besar memang pekerjaan CIA untuk menggulingkan Sukarno dan mengacurkan PKI, dan dalam hal ini, lebih dekat jika Suharto yang menjadi instrumennya dengan mengkambinghitamkan PKI karena yang dibunuh justru jendral2 ADMINISTRTASI yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh dalam bentuk komando terhadap pasukan TNI. Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Ming, 9/5/10, muskitawati <muskitawati@ yahoo.com> menulis: Dari: muskitawati <muskitawati@ yahoo.com> Judul: Re: Bls: -:: Milist NB::- Andaikata Anda Jadi Sukarno, Apa Pesan Anda Tentang G30S ??? Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com Tanggal: Minggu, 9 Mei, 2010, 9:05 PM > Wal Suparmo <wal.suparmo@ ...> wrote: > GTM( gerakan tutup mulut)Tjakrabirawa > sangat kuat sekali karena Untung sama > sekali tidak mau bicara dan hanya > BEBERAPA JAM sebelumnya, pasukan Dul > Arif diberitahu untuk memculik Nasution, > dengan hanya mengatakan pada anak > buahnya: ruhah yang ada pos penjagaan > di jl,Tengku Umar. Tulisan anda tidak menjawab topik dari bahasan disini, anda cuma menulis apa yang sudah beredar di media. Padahal saya ingin membuktikan bahwa pasukan penculik G30S ini bukan pasukan Indonesia tapi special forces dari Amerika, hal ini bisa dibuktikan dari terjadinya jammed telecomunication yang sampai detik ini belum dipunyai Indonesia untuk melakukannya. Selain itu juga kesalahan fatal tidak mengenali wajah Nasution. Jadi topik bahasan disini adalah, kalo anda jadi Bung Karno yang diculik dan menyaksikan eksekusi jendral2 itu didepan mata anda, apakah yang akan anda pidatokan dimuka rakyat. Apakah anda mau memberitakan bahwa anda diculik pasukan asing kemudian diminta mengundurkan diri, kemudian anda mengaku bahwa anda menonton eksekusi tsb tanpa bisa berbuat apa2? Sukarno pasti dan jelas sangat tahu siapap pelaku2nya, tapi kenapa dia menyebutnya? ?? Dan Sukarno juga tahu, dialah yang jadi sasaran utama penculikan ini. Kenapa Sukarno enggak memberitakannya kepada masyarakat. Dia juga tahu Murtopo itu agen CIA, dan masih beberapa orang lagi yang juga agen CIA, bahkan Bung Karno juga pernah jadi agen CIA dengan menjual informasi tentang Cina. Sukarno juga sudah diberitahu oleh semua orang2 Indonesia yang jadi agen CIA bahwa dia mau digulingkan. Sukarno sendiri sangat dekat hubungannya dengan CIA sendiri. Jadi urusan agen CIA tidak menjadi masalah bagi Sukarno. Masalahnhya adalah pasukan siapa yang turun dalam penculikan gemilang ini, dan saya sudah bilang sependapat dengan Omar Dhani, tidak mungkin pasukan Indonesia karena menggerakkan pasukan ada hirarki prosedurnya. Apalagi bergeraknya pasukan penculikan ini sama sekali tidak diketahyui sebelumnya. > 4) Pembertantasan PKI oleh TNI > dan para santri, antara lain untuk > memberi jalan Suharto dengan hasrat > korupsinya( sudah dimulai sebagai > Pangdam Diponegoro bersama saudara > tirinya Liem Sioe Liong). Masalah korupsi tak perlu dibahas disini, silahkan membahasnya ditopik yang baru, karena semua pejabat negara selalu korupsi tidak ada hubungannya dengan penggulingan Sukarno. Sukarno sendiri sangat korup. Korupsi bukan disebabkan adanya G30S tapi disebabkan adanya mismanagement, kesalahan management, tidak memiliki management yang baik, dan ahli2 management tidak dimiliki oleh negara ini. Anda boleh tidak percaya bahwa pasukan G30S itu adalah pasukan asing, tapi saya minta alasan dan analisa-nya yang bisa membantah analisa yang saya tulis ini. Jadi untuk bisa membantahnya adalah, apa sebabnya Bung Karno bungkem tidak menuduh siapapun ????? Alasan saya, bungkemnya Sukarno adalah karena penculik2 itu dia tahu siapa yaitu orang2 asing keturunan Indonesia yang dilatih diluar republik ini yang menjadi pasukan khusus dari negara tsb. Pasukan asing ini gampang memakai seragam Cakrabirawa, juga seragam Diponegoro, bahkan juga memakai seragam RPKAD. Boleh saja LetKol untung se-olah2 memerintahkan pasukan penculik yang dibawah kendalinya, tapi pasukannya tidak mungkin bisa bergerak tanpa diketahui atasan2nya termasuk Bung Karno. Letkol Untung, Suparjo dll, hanyalah figuran yang didiktekan apa yang harus dilakukannya. Kalo cuma menguasai stasion RRI tidak masalah tidak perlu pasukan asing. Yang penting adalah aktifitas penculikan itu sendiri tidak mungkin bisa dilakukan dengan menggerakan pasukan Indonesia. Itulah sebabnya Bung Karno bungkem dan menuduh Nekolim, Juga Omar Dhani menyebutkan bahwa tidak ada orang Indonesia yang memiliki kemampuan menculik demikian bebasnya tanpa dihadang oleh pasukan Indonesia. Pembunuhan jendral2 dimuka mata Sukarno menyebabkan Bung Karno shock, tapi bukan cuma Bung Karno saja yang shock, juga Jendral Suharto dan semua jendral2 lainnya. Mereka tahu nasib mereka juga sama seperti itu kalo mereka menolak perintah dari luar negeri. Perlu anda ketahui, para jendral termasuk ahmad Yani dan jendral2 lainnya sudah berulang kali menerima dana penggulingan Sukarno dari Amerika, tapi bukan menggulingkan Sukarno malah melaporkannya kepada Bung Karno. Oleh karena itu Bung Karno merasa aman karena semua jendral2 yang direkrut CIA masih masih bisa ditundukkan Bung Karno. Kalo Bung Karno merasa aman karena bisa mengendalikan jendral2nya yang jadi agen CIA, maka Sukarno tidak mungkin lagi mengendalikan pasukan asing yang sanggup menculik dirinya. Kalo anda menolak analisis saya bahwa ini dilakukan pasukan asing, kenapa tidak bisa memberikan analysis-nya? ?? Anda menolak kemungkinan ini, artinya sama dengan perasaan Bung Karno yang bungkem tidak mau hal ini diketahui rakyatnya. Anda malu kalo ada pasukan asing bisa masuk culak culik sana sini dengan bebas dan gampangnya, itulah sebabnya, kalo anda yang jadi Bung Karno tentu juga lebih malu lagi sehingga lebih baik bungkem tak usah ada yang mengetahui apa dan siapa sebenarnya pelaku penculikan2 ini. Urusan ada perpecahan di ABRI, atau perpecahan di PKI, atau adanya konspirasi agen2 CIA, kesemuanya enggak ada hubungannya dengan pasukan asing ini. Kalopun CIA mau konspirasi dengan AD, dari dulu juga udah dilakukannya tapi enggak berhasil. Yang utama dalam bahasan saya disini adalah pelaku penculikan2 itu adalah pasukan asing. Kedua, yang jadi sasaran penculikan itu adalah Sukarno bukan para jendral2nya. Ketiga, tujuan penculikan ini bukan untuk membunuh Sukarno, karena kalo Sukarno dibunuh akan terjadi pergolakan perang saudara yang membuat Indonesia chaos dan dunia luar bisa tunjuk hidung menyalahkan Amerika yang saat itu sedang kesulitan dalam menyelesaikan perang Vietnam yang telah menyebabkan politik dalam negeri Amerika sendiri kacau balau. Jutaan orang2 amerika mengungsi ke Kanada untuk menghindari wajib militer. Semua pomp2 bensin di Amerika penuh dengan antrian. Diseluruh Amerika bertebaran pengemis dan gelandangan. Rakyat Amerika setiap hari berdemonstrasi menuntut penghentian perang Vietnam. Demikianlah, dengan menculik dan membunuh para jendral ini memperlancar upaya penculikan Sukarno dan memberikan warning kepada jendral2 yang setia kepada Sukarno bahwa nasibnya akkan sama dengan jendral2 atasanya yang telah dieksekusi. Begitulah, itu yang saya tanyakan kepada para pembaca apabila anda yang jadi Sukarno. Pertanyaan ini bisa lebih dikembangkan lagi, yaitu, apa yang anda lakukan apabila anda yang jadi Amerika, akankah anda membunuh Sukarno agar gerakan ganyang Malaysia dihentikan ??? Apakah dengan membunuh Sukarno posisi Amerika di Asia Tenggara ini dan kondisi sosial politik di Amerika sendiri bisa lebih baik ??? Jawabnya pasti "tidak". Jadi meskipun anda jadi Amerika, tidak akan anda membunuh Sukarno, upaya anda adalah gimana caranya bisa memaksakan Sukarno mengundurkan diri. Sama juga seperti Sadam Hussein yang dipaksa dan diberi kesempatan mengundurkan diri, tapi dia menolak sehingga diserbu pasukan Amerika. Kalo Sadam Hussein tidak takut menolak mengundurkan diri akhirnya diserbu secara fisik dengan ongkos yang mahal, maka sedikit berbeda dengan Sukarno yang menolak mengundurkan diri meskipun shok karena jendral2nya sudah dibunuh. Karena Amerika sedang dibebani kasus VietNam, maka untuk menghemat ongkos mereka cuma membuka jalan agar jendral2nya Sukarno ini berani bertindak. Kalo Amerika tidak mengirimkan pasukan penculik untuk mendemonstasikan kemampuannya, maka para jendral yang diasuh Amerika itu tetap takut untuk melakukan gerakan menjungkalkan Sukarno. Sebelum Amerika menyerang Iraq, sama halnya dengan Indonesia, para jendral2nya Sadam Hussein yahng diasuh Amerika sudah diminta Amerika, untuk mengambil alih kekuasaan Sadam Hussein dan menyingkirkan Sadam Hussein dalam kudeta militer. Tapi tidak ada jendral yang yakin dan berani untuk melakukannya. Barulah setelah pasukan Amerika masuk diterjunkan ke Iraq, maka jendral2 ini membantu Amerika menggulingkan Sadam Hussein. Perlu anda ketahui, semua jendral2 Sadam Hussein justru membela Amerika sehingga Sadam Hussein hanya berlindung dibalik pasukan pengawal pribadinya seperti Cakrabirawa di Indonesia. Ny. Muslim binti Muskitawati.
