lho,.. emang ketidak adilan hanya di indonesia, emang masalah diskriminasi
hanya diindonesia,...
ibu,...emang dengan melarang pemakaian jilbab apalagi disahkan dengan
undang2 atas warganya sendiri di tempat2 umum itu bukan diskriminasi,..
warga sendiri aja dilarang apalagi warga asing,...
anda bilang PBB pemegang sahamnya adalah Amerika? bukankah itu bentuk
sebuah ketidak adilan?, dan diskriminasi?
seharusnya HAM itu diberlakukannya di Amerika aja kalau gitu? kan pemegang
sahamnya amerika?
Muskit Wrote 1 April 2010 8:55 AM :
>
> Kebebasan sex itu memang tidak dilarang di Amerika tapi tetap ada
rambu2nya,
> kalo dilakukan terhadap anak dibawah umur, tentu masuk penjara 5-20 tahun
> hukumannya. Pelacuran juga masuk penjara. Kalo dilakukan dengan isteri
> orang, suaminya bisa menuntut ke pengadilan setelah dia lebih dulu
> menceraikan isterinya karena tuntutan tidak bisa dilakukan tanpa
menceraikan
> lebih dulu.
ini saya tulis kembali pernyataan anda? sekarang saya tanya kembali kesekian
kalinya, apakah ini bentuk sebuah keadilan yang diterapkan di Negara Adidaya
yang mengagung2kan HAM?
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of
muskitawati
Sent: Wednesday, May 19, 2010 1:35 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Debate Religious Spirituality] Meskipun Diteror Supporter RI,
Team Cina Tetap Menang !!!
> "Sutarmin" <sutar...@...> wrote:
> kalau komentar anda dengan kekalahan
> Uber china atas korea gimana bu? kok
> gak di kupas,
>
Anda tolol amat sih ??? Cina dan Korea itu khan bukan bangsa kita, lalu
untuk apa kita bahas ???
Yang saya bahas ini khan masalah ketidak adilan, masalah ketakaburan,
masalah diskriminasi, masalah pemaksaan agama Islam dengan segala cara.
Kalopun masalah kekalahan team uber cup Cina mau dibahas sih, maka kaitannya
hanya selingkup bakat, latihan, dan fasilitas-nya saja. Mereka yang terbaik
itulah yang akan menang. Dan Korea itupun banyak kesamaannya dengan Cina.
Yang beda itu cuma Indonesia, meskipun keturunan Cina-nya juga kalo jadi
boneka Islam akan menghasilkan karya2 dibawah kemampuan orang Cina yang
sebenarnya. Karena pada hakekatnya Islam itu merusak segalanya. Apapun
bangsa anda kalo sudah menyembah Allah maka rusak segalanya, rusak cara
berpikirnya, rusak mental dan moralnya, rusak kreativitasnya, rusak nilai2
kemanusiaannya, dan rusak pikiran warasnya.
Hal ini bisa anda buktikan sendiri, Israel yang merupakan tanah milik Yahudi
malah dituduh menjajah karena mereka berhasil merebut kembali tanah mereka
yang dijajah Arab Islam itu. Dan yang menganggap Israel itu penjajah
hanyalah negara2 Arab dan Islam saja, diluar itu semuanya tidak ada yang
menganggap tanah Israel itu milik Arab dan Islam.
Jadi pembahasan team bulu tangkis Indonesia ini jadi menarik, terbukti
meskipun mayoritasnya tdd keturunan Cina, tapi kalo berada dilingkungan yang
mayoritasnya muslimin, maka meskipun bakat leluhurnya kreativ sekali malah
jadi hilang tidak bisa berprestasi karena tekanan psikologis yang islamiah.
Islam bukan agama paksaan tapi membakar gereja dan merusak patung2 berhala.
Islam bukan agama paksaan tetapi menjarah sesama umat Islam dari jemaah
Ahmadiah karena menolak dipaksa mengubah akidah mereka.
Islam bukan agama paksaan tetapi memaksakan Syariah Islam di-kota2 maupun
propinsi2 tertentu di Indonesia tanpa melalui referendum, voting, atau
pemilu.
Islam bukan agama paksaan tetapi meledakkan bomb2 disemua tempat yang bukan
muslim.
Islam bukan agama paksaan meskipun memaksa semua yang bukan Islam
menghormati bulan puasa.
Islam bukan agama paksaan tetapi melarang umat Kristen merayakan Natal
mereka dengan ancaman2 teror.
Islam bukan agama paksaan, tetapi mereka menjarah toko2 yang bukan Islam dan
melindungi toko2 yang milik muslimin.
Jadi seharusnya yang benar, pemerintah RI memaksakan melarang ajaran Islam
disemua sekolah2 negeri karena tidak adil, biaya dari pemerintah itu berasal
dari pembayar2 pajak yang bukan muslimin. Sedangkan dana zakat, infak dan
sedekah dari muslimin hanya di-bagi2 kepada pejabat2 koruptor dan para
ulamanya saja yang tidak boleh dinikmati mereka yang bukan muslimin.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
> From: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com>
> [mailto:[email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of
> muskitawati
> Sent: Wednesday, May 19, 2010 12:57 PM
> To: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com>
> Subject: [Debate Religious Spirituality] Meskipun Diteror Supporter RI,
Team
> Cina Tetap Menang !!!
>
>
>
>
>
> Meskipun Diteror Supporter RI, Team Cina Tetap Menang !!!
>
> Baik mayoritas anggauta regu Indonesia maupun mayoritas supporter
Indonesia
> juga keturunan Cina yang bukan Islam, tetapi sebenarnya mereka mewakili
> negara Syariah Islam Indonesia. Memang secara umum kebanyakan keturunan
Cina
> Indonesia itu penakut, selalu tunduk hukum, tetapi kalo saja mereka
dipimpin
> oleh muslimin yang brutal, maka kebanyakan keturunan Cina ini merasa dekat
> dengan pemimpinnya, mereka jadi berani untuk berbuat lebih brutal lagi
> karena merasa dibeking oleh muslimin yang mau mengeloni mereka. Memang
susah
> untuk disalahkan, keturunan Cina di Indonesia ibaratnya anak pungut yang
> tidak punya bapak ibu sehingga kapan saja bisa dihina dan di-injak2
> martabatnya atau ada kalanya di-sanjung2 apabila lagi dibutuhkan.
>
> Demikianlah, kalo kita bisa membandingkan keturunan Cina Indonesia dengan
> orang Cina beneran diluar Indonesia, maka jauh perbedaannya. Orang2 Cina
> diluar Indonesia memiliki kepercayaan dirinya sendiri, berani berpendapat
> bebas dan terbuka, sedangkan keturunan Cina Indonesia terbalik, selalu
> sneaky, tidak percaya diri sendiri, bisa berpendirian A untuk kemudian
> dipaksa jadi B meskipun tidak perlu dibayar atau disogok. Sebabnya mereka
> secara psikologis tertekan tidak memiliki security feeling, sehingga
mereka
> lebih bangga menjadi muslimin dibandingkan jadi orang Cina. Mereka dipaksa
> ganti nama, mereka dipaksa ganti agama, mereka dipaksa kawini pribumi2
> miskin, mereka dipaksa menjual saham2nya kepada pribumi, mereka dipaksa
> menggaji pegawai pribumi lebih tinggi dari pegawai keturunan Cina,
> kesemuanya ini tidak pernah diberitakan, tidak pernah diucapkan, tapi
> tertanam dalam pengalaman mereka turun temurun.
>
> Itulah sebabnya, dalam kasus penangkalan masuknya terorisme ke Amerika,
maka
> agama pribadi perorangan tidak bisa dijadikan pertimbangan pemberian visa
> masuk. Security Amerika tidak bisa percaya kepada keturunan Cina yang
> meskipun bukan Islam tapi berkewarganegaraan negara Islam tetapi tidak
bisa
> diberikan visanya, karena bukan sekali dua kali Amerika mengalami serangan
> terorist yang dibantu dan didukung orang2 keturunan Cina maupun mereka
yang
> non-muslim yang berkewarganegaraan negara2 Muslim karena mereka bisa
dipaksa
> untuk melakukan teror2 demi kepentingan Islam.
>
> Itulah yang terjadi dalam final Thomas Cup ini, secara brutal supporter
> Indonesia ber-bondong2 meng-hura2kan pemain pujaannya dari Indonesia dan
> mencaci maki pemain2 Cina. Meskipun dukungan supporter menyebabkan
dorongan
> meningkatnya semangat juang putera puteri Indonesia ini, namun mental Cina
> itu tidak bisa digoyahkan karena mereka betul2 orang Cina bukan keturunan
> Cina yang biasa terhina. Bahkan akibat provokasi kotor para supporter
> Indonesia itu telah mempengaruhi wasit dan penjaga garis yang telah
berulang
> kali merugikan team Cina ini, kalo saja tidak ada kecurangan penjaga garis
> dan wasit yang berpihak kepada team Indonesia ini, saya pastikan para
pemain
> Cina pasti melindas setiap pemain Indonesia dengan angka dibawah lima.
>
> Namun berbagai kecurangan yang dilakukan ini tidak menggoyahkan mental
Cina
> karena mereka benar2 putera puteri Cina yang bukan keturunan Cina. Cina
maju
> terus meluruk gundul tiga nol untuk kekalahan merah putih ini.
>
> Coba deh anda tanyakan kepada para pemain Indonesia yang keturunan Cina,
> apakah betul mereka menerima hadiah2 jutaan rupiah seperti yang
diberitakan
> di-koran2 sewaktu mereka menang ???? Ternyata tidak benar, memang hadiah
> uang itu ada tapi diambil negara, mereka hanya kebagian kurang dari 10%
saja
> dan itupun wajib ditabungkan disebuah bank yang ditunjuk oleh pemimpin
PBSI.
> Padahal pemain Cina yang komunis ini kalo memang mendapat hadiah, maka
> mereka sendiri yang menerima semua hadiahnya itu tidak disunat oleh
> negaranya kecuali tentunya kewajiban membayar pajak itu sendiri.
Sebaliknya,
> pemain2 regu bulutangkis Pribumi malah menerima hadiahnya lengkap tidak
> di-potong dengan harapan dengan hadiah tsb prestasinya bisa tetap
> dipertahankan bisa mengatasi prestasi saingannya yang keturunan Cina. Ini
> memang diskriminasi tapi cuma diam2 tidak boleh diucapkan umum karena bisa
> makin rusak nasib hidupnya tersingkir dari team.
>
> Memang seharusnya keturunan Cina ini mundur saja dari dunia perbulu
> tangkisan, biarkan menjadi bulu tangkis yang Syariah Islam. Tapi apa boleh
> buat, keturunan cina tidak punya lapangan hidup untuk masa depannya,
> tertutup didunia politik, tertutup untuk masuk universitas negeri,
tertutup
> untuk jadi pejabat, tertutup untuk jadi militer, dan memang satu2nya yang
> masih bisa digunakan untuk mengexpresikan identitas mereka melalui dunia
> olah raga seperti perbulu tangkisan ini. Tapi kalo dunia bulu tangkis
> sekarang juga sudah dijarah dan diteror Syariah Islam, maka tidak ada yang
> lebih baik bagi mereka dengan berpartisipasi cuap2 sebagai supporter dalam
> mengalahkan team Cina agar bisa dianggap nasionalis yang loyal dengan
> membuktikan tidak memberi support kepada Cina yang menjadi asal usul nenek
> moyangnya.
>
> Apa yang saya tulis diatas sebenarnya merupakan hasil pengamatan saya
dalam
> membandingkan orang2 Cina daratan, Cina Taiwan, dan keturunan Cina di
> Indonesia.
>
> Orang2 Cina daratan, kuat mentalnya, kuat pendiriannya, ulet dalam
berjuang,
> cerdas dalam berpikir, cepat dalam mengambil keputusan, dan hemat dalam
> pengeluaran.
>
> Orang2 Cina Taiwan, kuat pendiriannya, lemah mentalnya, males dalam
> berjuang, cupat dalam berpikir, mencla mencle dalam mengambil keputusan
dan
> boros dalam pengeluaran.
>
> Keturunan Cina Indonesia, lemah pendiriannya, plin plan mentalnya, rajin
> berjuang, takut dalam berpikir, tidak berani mengambil keputusan,
> pengeluarannya biasanya habis karena diperas oleh para koruptor.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>