sebaiknya ibu menjawab pertanyaan saya yang penting2 aja,...

 

anda bilang PBB pemegang sahamnya adalah Amerika? bukankah itu bentuk
> sebuah ketidak adilan?, dan diskriminasi?
> 
> seharusnya HAM itu diberlakukannya di Amerika aja kalau gitu? kan pemegang
> sahamnya amerika? 
> 
> 
> 
> Muskit Wrote 1 April 2010 8:55 AM : 
> > 
> > Kebebasan sex itu memang tidak dilarang di Amerika tapi tetap ada
> rambu2nya,
> > kalo dilakukan terhadap anak dibawah umur, tentu masuk penjara 5-20
tahun
> > hukumannya. Pelacuran juga masuk penjara. Kalo dilakukan dengan isteri
> > orang, suaminya bisa menuntut ke pengadilan setelah dia lebih dulu
> > menceraikan isterinya karena tuntutan tidak bisa dilakukan tanpa
> menceraikan
> > lebih dulu.
> 
> 
> 
> ini saya tulis kembali pernyataan anda? sekarang saya tanya kembali
kesekian
> kalinya, apakah ini bentuk sebuah keadilan yang diterapkan di Negara
Adidaya
> yang mengagung2kan HAM?



silahkan anda jawab pertanyaan saya yang ini,

 

masalah jilbab adalah pertanyaan yang sebenarnya saya buat pancingan untuk
anda,. dan tebakan saya benar anda tidak akan menjawab pertanyaan saya yang
lebih penting.

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of
muskitawati
Sent: Wednesday, May 19, 2010 3:18 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Debate Religious Spirituality] Meskipun Diteror Supporter RI,
Team Cina Tetap Menang !!!

 

  



> "Sutarmin" <sutar...@...> wrote:
> lho,.. emang ketidak adilan hanya
> di indonesia, emang masalah diskriminasi
> hanya diindonesia,...
> 

Diskriminasi tetap ada diseluruh dunia, sama dengan pencuri juga selalu ada
diseluruh dunia.

Yang membedakannya di Indonesia justru UU yang diskriminasi, misalnya, orang
kristen yang menyebarkan agamanya dituduh pemurtadan, tapi orang Islam yang
berdakwah agamanya dianggap pahala.

UU pornografi yang isinya adalah syariah Islam, pemaksaan pelajaran agama
Islam disemua sekolah publik yang biayanya dari pembayar pajak 85%
non-Muslim. Lalu ada lagi UU yang hanya Islam yang boleh jadi presiden.

> ibu,...emang dengan melarang
> pemakaian jilbab apalagi disahkan
> dengan undang2 atas warganya
> sendiri di tempat2 umum itu bukan
> diskriminasi,..
> 

Melarang berjilbab bukanlah diskriminasi tetapi menegakkan HAM, karena
berjilbab itu justru merupakan pemaksaan bukan kebebasan.

Sama saja menyeragamkan pakaian semua orang adalah pelanggaran HAM, tapi
mengharuskan seragam sekolah bukan pemaksaan bukan pelanggaran HAM tapi
aturan setempat.

Kalo berjilbab cuma dilingkungan mesjid dan tempat2 Islam saja masih bisa
sama dengan seragam sekolah, tetapi mewajibkan setiap muslimah harus
berjilbab dengan UU dimana pelanggarnya kena hukuman, jelas itu pelanggaran
HAM. Dan hal inilah yang harus dilarang dengan UU.

Tentara boleh diharuskan memakai baju seragam tentara, bukan berarti semua
rakyat harus pakai baju seragam seperti orang penjara... itu pelanggaran
HAM. Ditempat umum semua orang harus bebas memilih caranya sendiri tidak
pedulu dia itu Islam atau bukan tidak wajib memakai jilbab. Ajaran Islam
mewajibkan berjilbab hanya dilingkungan Islam bukan dilingkungan umum yang
pluralistik.

Jadi yang dilarang bukan jilbabnya, tetapi kewajiban memakai jilbab itulah
yang harus dilarang karena melanggar HAM.

Terserah anda setuju atau tidak, karena begitulah etika dunia kita sekarang
yang harus anda menghormatinya untuk tidak se-mena2 memaksakan kewajiban
agama yang anda percaya saja.

Bahkan patung2 berhala juga dilindungi, padahal Islam mewajibkan umatnya
untuk menghancurkannya.

Ingat, Syahadat itu melanggar HAM karena memaksa umat Islam hanya menyembah
satu Allah saja, padahal HAM menjamin setiap umat bukan cuma Islam boleh
menyembah apa saja yang dipercayainya. Enggak boleh memaksakan kewajiban
apapun kepada siapapun kecuali memang institusi yang memiliki previlege
untuk hal itu.

Seperti markas tentara boleh mengharuskan anggautanya berseragam, dan ini
bukan paksaan karena kalo menolak cukup dipecat bukan dirajam.

Demikian juga dalam Islam, boleh saja menganjurkan untuk berjilbab tetapi
tidak boleh dipaksakan, dan mereka yang tidak berjilbab tidak bisa dihukum,
boleh dipecat dari Islamnya, tapi siapa yang bisa memecatnya karena Islam
sendiri banyak macemnya dan setiap orang berhak membuat aliran Islamnya
sendiri2. Tanpa jilbab-pun dia tetap Islam meskipun yang lain boleh saja
tidak mengakuinya namun tidak boleh memaksakannya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

> warga sendiri aja dilarang apalagi warga asing,...
> 
> 
> 
> anda bilang PBB pemegang sahamnya adalah Amerika? bukankah itu bentuk
> sebuah ketidak adilan?, dan diskriminasi?
> 
> seharusnya HAM itu diberlakukannya di Amerika aja kalau gitu? kan pemegang
> sahamnya amerika? 
> 
> 
> 
> Muskit Wrote 1 April 2010 8:55 AM : 
> > 
> > Kebebasan sex itu memang tidak dilarang di Amerika tapi tetap ada
> rambu2nya,
> > kalo dilakukan terhadap anak dibawah umur, tentu masuk penjara 5-20
tahun
> > hukumannya. Pelacuran juga masuk penjara. Kalo dilakukan dengan isteri
> > orang, suaminya bisa menuntut ke pengadilan setelah dia lebih dulu
> > menceraikan isterinya karena tuntutan tidak bisa dilakukan tanpa
> menceraikan
> > lebih dulu.
> 
> 
> 
> ini saya tulis kembali pernyataan anda? sekarang saya tanya kembali
kesekian
> kalinya, apakah ini bentuk sebuah keadilan yang diterapkan di Negara
Adidaya
> yang mengagung2kan HAM?
> 
> 
> 
> 
> 
> From: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> [mailto:[email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of
> muskitawati
> Sent: Wednesday, May 19, 2010 1:35 PM
> To: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> Subject: Re: [Debate Religious Spirituality] Meskipun Diteror Supporter
RI,
> Team Cina Tetap Menang !!!
> 
> 
> 
> 
> 
> > "Sutarmin" <sutarmin@> wrote:
> > kalau komentar anda dengan kekalahan
> > Uber china atas korea gimana bu? kok
> > gak di kupas,
> > 
> 
> Anda tolol amat sih ??? Cina dan Korea itu khan bukan bangsa kita, lalu
> untuk apa kita bahas ???
> 
> Yang saya bahas ini khan masalah ketidak adilan, masalah ketakaburan,
> masalah diskriminasi, masalah pemaksaan agama Islam dengan segala cara.
> 
> Kalopun masalah kekalahan team uber cup Cina mau dibahas sih, maka
kaitannya
> hanya selingkup bakat, latihan, dan fasilitas-nya saja. Mereka yang
terbaik
> itulah yang akan menang. Dan Korea itupun banyak kesamaannya dengan Cina.
> 
> Yang beda itu cuma Indonesia, meskipun keturunan Cina-nya juga kalo jadi
> boneka Islam akan menghasilkan karya2 dibawah kemampuan orang Cina yang
> sebenarnya. Karena pada hakekatnya Islam itu merusak segalanya. Apapun
> bangsa anda kalo sudah menyembah Allah maka rusak segalanya, rusak cara
> berpikirnya, rusak mental dan moralnya, rusak kreativitasnya, rusak nilai2
> kemanusiaannya, dan rusak pikiran warasnya.
> 
> Hal ini bisa anda buktikan sendiri, Israel yang merupakan tanah milik
Yahudi
> malah dituduh menjajah karena mereka berhasil merebut kembali tanah mereka
> yang dijajah Arab Islam itu. Dan yang menganggap Israel itu penjajah
> hanyalah negara2 Arab dan Islam saja, diluar itu semuanya tidak ada yang
> menganggap tanah Israel itu milik Arab dan Islam.
> 
> Jadi pembahasan team bulu tangkis Indonesia ini jadi menarik, terbukti
> meskipun mayoritasnya tdd keturunan Cina, tapi kalo berada dilingkungan
yang
> mayoritasnya muslimin, maka meskipun bakat leluhurnya kreativ sekali malah
> jadi hilang tidak bisa berprestasi karena tekanan psikologis yang
islamiah.
> 
> Islam bukan agama paksaan tapi membakar gereja dan merusak patung2
berhala.
> 
> Islam bukan agama paksaan tetapi menjarah sesama umat Islam dari jemaah
> Ahmadiah karena menolak dipaksa mengubah akidah mereka.
> 
> Islam bukan agama paksaan tetapi memaksakan Syariah Islam di-kota2 maupun
> propinsi2 tertentu di Indonesia tanpa melalui referendum, voting, atau
> pemilu.
> 
> Islam bukan agama paksaan tetapi meledakkan bomb2 disemua tempat yang
bukan
> muslim.
> 
> Islam bukan agama paksaan meskipun memaksa semua yang bukan Islam
> menghormati bulan puasa.
> 
> Islam bukan agama paksaan tetapi melarang umat Kristen merayakan Natal
> mereka dengan ancaman2 teror.
> 
> Islam bukan agama paksaan, tetapi mereka menjarah toko2 yang bukan Islam
dan
> melindungi toko2 yang milik muslimin.
> 
> Jadi seharusnya yang benar, pemerintah RI memaksakan melarang ajaran Islam
> disemua sekolah2 negeri karena tidak adil, biaya dari pemerintah itu
berasal
> dari pembayar2 pajak yang bukan muslimin. Sedangkan dana zakat, infak dan
> sedekah dari muslimin hanya di-bagi2 kepada pejabat2 koruptor dan para
> ulamanya saja yang tidak boleh dinikmati mereka yang bukan muslimin.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> > 
> > 
> > From: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> <mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> > [mailto:[email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> <mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of
> > muskitawati
> > Sent: Wednesday, May 19, 2010 12:57 PM
> > To: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> <mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> > Subject: [Debate Religious Spirituality] Meskipun Diteror Supporter RI,
> Team
> > Cina Tetap Menang !!!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Meskipun Diteror Supporter RI, Team Cina Tetap Menang !!!
> > 
> > Baik mayoritas anggauta regu Indonesia maupun mayoritas supporter
> Indonesia
> > juga keturunan Cina yang bukan Islam, tetapi sebenarnya mereka mewakili
> > negara Syariah Islam Indonesia. Memang secara umum kebanyakan keturunan
> Cina
> > Indonesia itu penakut, selalu tunduk hukum, tetapi kalo saja mereka
> dipimpin
> > oleh muslimin yang brutal, maka kebanyakan keturunan Cina ini merasa
dekat
> > dengan pemimpinnya, mereka jadi berani untuk berbuat lebih brutal lagi
> > karena merasa dibeking oleh muslimin yang mau mengeloni mereka. Memang
> susah
> > untuk disalahkan, keturunan Cina di Indonesia ibaratnya anak pungut yang
> > tidak punya bapak ibu sehingga kapan saja bisa dihina dan di-injak2
> > martabatnya atau ada kalanya di-sanjung2 apabila lagi dibutuhkan.
> > 
> > Demikianlah, kalo kita bisa membandingkan keturunan Cina Indonesia
dengan
> > orang Cina beneran diluar Indonesia, maka jauh perbedaannya. Orang2 Cina
> > diluar Indonesia memiliki kepercayaan dirinya sendiri, berani
berpendapat
> > bebas dan terbuka, sedangkan keturunan Cina Indonesia terbalik, selalu
> > sneaky, tidak percaya diri sendiri, bisa berpendirian A untuk kemudian
> > dipaksa jadi B meskipun tidak perlu dibayar atau disogok. Sebabnya
mereka
> > secara psikologis tertekan tidak memiliki security feeling, sehingga
> mereka
> > lebih bangga menjadi muslimin dibandingkan jadi orang Cina. Mereka
dipaksa
> > ganti nama, mereka dipaksa ganti agama, mereka dipaksa kawini pribumi2
> > miskin, mereka dipaksa menjual saham2nya kepada pribumi, mereka dipaksa
> > menggaji pegawai pribumi lebih tinggi dari pegawai keturunan Cina,
> > kesemuanya ini tidak pernah diberitakan, tidak pernah diucapkan, tapi
> > tertanam dalam pengalaman mereka turun temurun.
> > 
> > Itulah sebabnya, dalam kasus penangkalan masuknya terorisme ke Amerika,
> maka
> > agama pribadi perorangan tidak bisa dijadikan pertimbangan pemberian
visa
> > masuk. Security Amerika tidak bisa percaya kepada keturunan Cina yang
> > meskipun bukan Islam tapi berkewarganegaraan negara Islam tetapi tidak
> bisa
> > diberikan visanya, karena bukan sekali dua kali Amerika mengalami
serangan
> > terorist yang dibantu dan didukung orang2 keturunan Cina maupun mereka
> yang
> > non-muslim yang berkewarganegaraan negara2 Muslim karena mereka bisa
> dipaksa
> > untuk melakukan teror2 demi kepentingan Islam.
> > 
> > Itulah yang terjadi dalam final Thomas Cup ini, secara brutal supporter
> > Indonesia ber-bondong2 meng-hura2kan pemain pujaannya dari Indonesia dan
> > mencaci maki pemain2 Cina. Meskipun dukungan supporter menyebabkan
> dorongan
> > meningkatnya semangat juang putera puteri Indonesia ini, namun mental
Cina
> > itu tidak bisa digoyahkan karena mereka betul2 orang Cina bukan
keturunan
> > Cina yang biasa terhina. Bahkan akibat provokasi kotor para supporter
> > Indonesia itu telah mempengaruhi wasit dan penjaga garis yang telah
> berulang
> > kali merugikan team Cina ini, kalo saja tidak ada kecurangan penjaga
garis
> > dan wasit yang berpihak kepada team Indonesia ini, saya pastikan para
> pemain
> > Cina pasti melindas setiap pemain Indonesia dengan angka dibawah lima.
> > 
> > Namun berbagai kecurangan yang dilakukan ini tidak menggoyahkan mental
> Cina
> > karena mereka benar2 putera puteri Cina yang bukan keturunan Cina. Cina
> maju
> > terus meluruk gundul tiga nol untuk kekalahan merah putih ini.
> > 
> > Coba deh anda tanyakan kepada para pemain Indonesia yang keturunan Cina,
> > apakah betul mereka menerima hadiah2 jutaan rupiah seperti yang
> diberitakan
> > di-koran2 sewaktu mereka menang ???? Ternyata tidak benar, memang hadiah
> > uang itu ada tapi diambil negara, mereka hanya kebagian kurang dari 10%
> saja
> > dan itupun wajib ditabungkan disebuah bank yang ditunjuk oleh pemimpin
> PBSI.
> > Padahal pemain Cina yang komunis ini kalo memang mendapat hadiah, maka
> > mereka sendiri yang menerima semua hadiahnya itu tidak disunat oleh
> > negaranya kecuali tentunya kewajiban membayar pajak itu sendiri.
> Sebaliknya,
> > pemain2 regu bulutangkis Pribumi malah menerima hadiahnya lengkap tidak
> > di-potong dengan harapan dengan hadiah tsb prestasinya bisa tetap
> > dipertahankan bisa mengatasi prestasi saingannya yang keturunan Cina.
Ini
> > memang diskriminasi tapi cuma diam2 tidak boleh diucapkan umum karena
bisa
> > makin rusak nasib hidupnya tersingkir dari team.
> > 
> > Memang seharusnya keturunan Cina ini mundur saja dari dunia perbulu
> > tangkisan, biarkan menjadi bulu tangkis yang Syariah Islam. Tapi apa
boleh
> > buat, keturunan cina tidak punya lapangan hidup untuk masa depannya,
> > tertutup didunia politik, tertutup untuk masuk universitas negeri,
> tertutup
> > untuk jadi pejabat, tertutup untuk jadi militer, dan memang satu2nya
yang
> > masih bisa digunakan untuk mengexpresikan identitas mereka melalui dunia
> > olah raga seperti perbulu tangkisan ini. Tapi kalo dunia bulu tangkis
> > sekarang juga sudah dijarah dan diteror Syariah Islam, maka tidak ada
yang
> > lebih baik bagi mereka dengan berpartisipasi cuap2 sebagai supporter
dalam
> > mengalahkan team Cina agar bisa dianggap nasionalis yang loyal dengan
> > membuktikan tidak memberi support kepada Cina yang menjadi asal usul
nenek
> > moyangnya.
> > 
> > Apa yang saya tulis diatas sebenarnya merupakan hasil pengamatan saya
> dalam
> > membandingkan orang2 Cina daratan, Cina Taiwan, dan keturunan Cina di
> > Indonesia.
> > 
> > Orang2 Cina daratan, kuat mentalnya, kuat pendiriannya, ulet dalam
> berjuang,
> > cerdas dalam berpikir, cepat dalam mengambil keputusan, dan hemat dalam
> > pengeluaran.
> > 
> > Orang2 Cina Taiwan, kuat pendiriannya, lemah mentalnya, males dalam
> > berjuang, cupat dalam berpikir, mencla mencle dalam mengambil keputusan
> dan
> > boros dalam pengeluaran.
> > 
> > Keturunan Cina Indonesia, lemah pendiriannya, plin plan mentalnya, rajin
> > berjuang, takut dalam berpikir, tidak berani mengambil keputusan,
> > pengeluarannya biasanya habis karena diperas oleh para koruptor.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>



Kirim email ke