Saam, Khususnya mengenai sejarah Indonesia. Kalau tidak tahu sebaiknya jangan menulis karena akan tambah kacau. 1) Ratu Belanda lebih dulu mengungsi ke Inggris tetapi setelah terjadi Battle of Britain lalu mengungsi ke Canada, bukan Belgia.Belgia malah sudah lebih dulu diduduki Jerman. 2) NICA adalah NETHERLANDS INDIA CIVIL ADMINISTRATION yaitu Administrasi Hindia Belanda dalam pengungsian di Australia dan setelah Sekutu menang perang hendak kembali ke Hindia Belanda padahal sementara itu Kemerdekaan RI telah diproklamasikan oleh Sukarno ( kolaboratur Jepang yang menyerahkan 300.000 orang ROMUSHA dan toleran terhadap iugun ianfu).Sukarno dipaksa oleh para pemuda yang anti Jepang dan berjuang di bawah tanah. Dengan Aksi Polisonilnya, Belanda telah menguasai KEMBALI seluruh Hindia Belanda, tingga terakhir adalah Republik Jogja ( hanya tinggal 4 karesidenan saja) tetapi karena Amerika mengancam Belanda untuk tidak memberikan MASHALL PLAN. Belanda harus mundur dan keluar dari Hindia Belanda. Belanda yang hancur lebur setelah PD2 sangat membutuhkan uang (Marshall Plan) untuk membangun kembali negerinya dan Amerika tidak mau uangnya dipergunakan untuk perang kolonial di Indonesia.Door stoot naar Yogja oleh jendral Spoor, sukses menguasai republiK Yogya dan menangkap Sukarno. Republik yang sudah kekurangan makan dan TNI kurang peluru akibat blokade selama 3 tahun oleh Belanda.Jendral Sudirman hanya di-gotong2 masuk keluar desa menghindari kejaran tentara Belanda.Belanda mundur bukan karena operasi JANUR KUNING Suharto yang menduduki Yogja selama 6 jam.Akibatnya jendral Spoor BUNUH DIRI karena perintah mundur dari Den Haag.Demikian juga Belanda mundur dari Irian Barat bukan karena OPERASI MANDALA dari Suhartio tetapi dipaksa Amerika melalui PBB karena Amerika ingin mengusai sumber2 bahan tambang di Irian Barat( Papua) sebelum dikuasati komunis( pertang dingin) melalui Sukarno dan nantinya Suharto yang diperalat untuk memberantas PKI. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Jum, 4/6/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Salud Kegigihan Israel Mempertahankan Kemerdekaannya !!! Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 4 Juni, 2010, 11:18 AM Salud Kegigihan Israel Mempertahankan Kemerdekaannya !!! Lima jempol harus saya acungkan untuk kegigihan bangsa Israel dalam menghadapi keroyokan kebencian umat Islam dan orang2 Arab yang biadab ini. Tanpa kata2, seluruh bangsa2 didunia mengagumi kegigihan dan keuletan bangsa Israel ini. Tanpa kata2 semua negara didunia memberikan dukungan moral dan moril kepada bangsa Israel yang selalu jadi korban kedholiman kaum muslimin dan Arab ini. Waktu Indonesia dijajah Belanda, juga ada temponya Belanda kabur ketakutan pada balatentara Dai-Nippon. Dan sewaktu Jepang kalah perang, ada kesempatan bagi Bung Karno untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Belanda sendiri hancur dilindas Jerman hingga ratu Belanda mengungsi ke Belgia. Demikianlah, Indonesia bisa merdeka bukan karena kegigihan tapi karena kesempatan. Nica masuk ke Indonesia tujuannya melucuti balatentara Jepang bukan untuk kembali menjajah Indonesia, karena dibelakang Nica itu adalah Sekutu bukan Belanda. Sukarno memutar balik kenyataan sejarah, dia bilang bahwa Belanda mau menjajah kembali dengan membonceng tentara Nica. Waktu Cindy Adam (penulis autobiografi Sukarno) bertanya kepada Sukarno mengapa memutar balik kenyataan sejarah, maka Sukarno menjawab untuk mempersatukan kekuatan bangsa Indonesia yang terpecah belah pada waktu itu. Ringkasnya, berhasilnya Indonesia Merdeka bukanlah dari kegigihan melainkan dari manipulasi kesempatan. Masuknya Nica bukanlah untuk menjajah kembali melainkan untuk menegakkan Law and Order dinegara ini yang chaos pada waktu itu.s Hal ini ditimbulkan akibat terjadi kevakuman power akibat kekalahan tentara Jepang melawan Sekutu. Meskipun dalam sejarah se-olah2 diceritakan bahwa clash yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan 17-8-1945 sebagai memerangi Belanda, sebetulnya bukan begitu, setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan Sukarno terjadi perang saudara, sesama bangsa ini saling membunuh dan tentara Nica turut campur untuk menengahinya. Lain ceritanya dengan negara Israel, ini betul2 negara yang menarik perhatian karena kegigihannya untuk Merdeka. Memang, kegigihan mereka pun ada kaitannya dengan agama kepercayaan mereka yang mewajibkan umatnya mempertahankan setiap jengkal tanahnya dengan taruhan jiwa. Palestina itu bukanlah nama negara atau nama kerajaan, melainkan nama dari wilayah2 yang penduduknya menyembah berhala dewa dewi Filistine. Demikianlah penduduk aseli Palestina sekarang ini adalah mereka yang memeluk agama Yahudi, tapi mungkin saja masih ada yang menyembah dewa dewi Filistine. Arab Palestina sama sekali bukan orang Palestina, mereka persis sama kedudukan immigrasinya seperti Cina Indonesia. Jelas keduanya sama2 bukan pribumi. Dimasa sebelum perang dunia kedua, wilayah sekitar ini merupakan jajahan Inggris dan orang2 Yahudi ini bikin pusing Inggris karena melakukan perang gerilya mengusir pasukan Inggris, tapi setelah perang dunia kedua Inggris yang sudah babak belur akhirnya menyerahkan wilayah ini kepada United Nation untuk dibentuk negara2 baru berdasarkan hasil statistik dan referendum yang pernah dilakukan pemerintah Inggris dulu2nya. Dari hasil itulah akhirnya Inggris menjanjikan kepada pemuka Yahudi untuk nantinya memberikan tanah Yerusalem kembali kepada bangsa Yahudi. Sebenarnya janji Inggris ini bukan untuk ditepati, melainkan hanyalah akal2an politik agar kelompok2 orang Yahudi ini bisa dimanfaatkan untuk memerangi Hitler. United Nation akhirnya membagi dua wilayah ini berdasarkan ethnicitynya, yaitu Jewds Palestine, dan Arab Palestine. Demikianlah dari hasil demografi kependudukan inilah akhirnya wilayah yang mayoritasnya 70% Yahudi menjadi negara Israel, dan wilayah yang mayoritasnya Arab menjadi Kerajaan Yordania. Jadi enggak benar dongeng2 yang bilang bahwa orang Yahudi bukan tempatnya disitu, mereka datang dari Eropah dlsb. Itu cuma provokasi kebencian dikalangan umat Islam karena kenyataannya sama sekali enggak begitu. Karena waktu Inggris mundur, orang2 Yahudi disini diserang dan berperang dengan orang2 Arab yang dikirim memang dari Arab. Dulu2nya sebelum dijajah Inggris, memang pernah wilayah ini dijajah kerajaan Arab dari Turki, orang2 Yahudi dibantai, tetapi karena muka, wajah dan gayanya sama seperti orang2 Arab, banyak orang2 Yahudi yang berhasil menyelamatkan dirinya dengan menyamar menggunakan identitas orang Arab dan juga pura2 masuk Islam. Jadi sejak sebelum Inggris menjajah wilayah inipun, gerakan kemerdekaan orang Yahudi untuk memerangi orang2 Arab ini sudah berlangsung. Orang2 yahudi bisa berbahasa Arab, juga bisa ikut shalat Jum'atan, tidak bisa dikenali oleh orang2 Arab kalo diantara mereka sebenarnya banyak orang Yahudinya. Orang2 Yahudi sulit dibedakan dari orang Arab, tapi orang2 Arab gampang dikenali dari orang Yahudi oleh sesama Yahudi karena orang2 Arab ini tidak bisa bahasa hebrew. Akhirnya setelah negara Israel berdiri, negara2 Arab rame2 menyerangnya habis2an, maka putera2 Israel ini bangkit diantara orang2 Arab, mereka tidak menyangka bahwa begitu banyak orang Yahudi diwilayah itu dikiranya mereka datang dari Eropah. Tidaklah demikian kasusnya, pemerintah Inggris lebih tahu demografig wilayah2 jajahannya, jadi tak perlu diragukan kalo Inggris terpaksa mendukung berdirinya negara Israel dan kerajaan Yordania. Namun negara2 Arab berusaha memanipulasi kesempatan ini seperti juga Bung Karno memanipulasi kesempatan untuk mendirikan negara baru yang bernama Indonesia. Tapi orang2 Arab ini gagal, dengan kegigihan dan militansi yang luar biasa, bangsa Israel ini berhasil mempertahankan negaranya yang baru berdiri. Barulah setelah Israel berhasil berdiri dan survive dalam perang yang dikeroyok negara2 Arab Islam yang curang ini, untuk menarik ahli2 professional yang bisa memajukan ekonomi dan teknolgi Israel, negara Israel kemudian membuka kesempatan kepada orang2 Yahudi diseluruh dunia untuk kembali pulang ketanah air mereka. Jadi orang2 Yahudi yang bermigrasi dari eropah maupun dunia itu terjadi setelah berdirinya negara Israel, hal ini sama sekali tidak menyalahi hukum Internasional, karena Israel adalah negara yang berdaulat boleh saja membuat hukumnya sendiri tanpa boleh didikte negara asing. Adalah hak negara Israel untuk menetapkan siapa yang boleh masuk jadi warganegara dan siapa yang harus ditolaknya. Sekarang sekali lagi kita sama2 saksikan, Israel mau difitnah, mau di-jelek2in, direkayasa oleh orang2 Arab dengan skandal Flotilla ini. Namun ternyata gagal, dan akan terus gagal, makin banyak negara2 didunia yang tidak bersimpati dengan cara2nya. Orang2 Arab Islam ini memang se-olah2 banyak dukungannya diseluruh dunia, padahal sebenarnya enggak banyak pendukung2nya, mereka yang kelihatannya pura2 mendukung itu cuma cuap2 aja agar jangan jadi sasaran kebencian terorist jihad Islam. Jadi kita janganlah terlalu terpengaruh dengan sikap banyak negara Eropah yang se-olah2 berpihak kepada Arab Islam ini, karena kenyataannya negara2 Eropah itu juga ada orang2 Arab Islam yang setiap kesempatan selalu menjarah, membakar, membunuh dan memperkosa persis seperti yang kita alami di Indonesia. Itulah sebabnya, kebanyakan pemerintah negara2 Eropa selalu ber-pura2 memihak kepada Arab Islam ini wse-mata2 untuk menghindari jangan dijadikan target sebagai korban jihad Islam. Sama dengan sikap pemuka2 Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dll yang juga sering dipaksa untuk ikut demo mendukung kebrutalan Arab Islam terhadap Israel. Tentu mereka tidak berani menolaknya karena resiko gerejanya dibakar lebih besar ruginya daripada sekedar pura2 mendukung mereka saja, toh dukungan yang pura2 ini akhirnya kempes sendirinya tidak punya kekuatan politik apapun juga didunia Internasional. Itulah yang anda semua saksikan, meskipun cuap2 koar2 mengutuk Israel, ternyata tidak ada negara resmi yang mengutuk Israel, bahkan di UN sekalipun semuanya cuma pura2 saja menentang dan memprotest Israel, sehingga pemerintah Israel kesal dan menuduhnya "Hipocrisy". Bahkan SBY saja baru2 ini mengaku telah mengirim kutukan kepada dewan UN dan menuntut katanya dilakukan hukuman kepada Israel. Ternyata apa yang dikatakan SBY tidak terdengar di UN, benar tidaknya sby mengirimkan surat pengutukan kepada UN tidak ada yang tahu, cuma dia sendiri aja yang tahu. SBY sendiri juga bisa dipastikan tidak mau memusuhi Israel, tapi juga tidak mau dijegal kelompok2 radikal di Indonesia, sehingga akal pura2 juga harus dimanfaatkan. Dari kenyataan2 yang saya paparkan diatas, maka saya ingin menasihatkan para pembaca agar jangan ikut2an mendukung gerakan2 Islam Jihad ini, karena akhirnya anda jadi korban yang sia2, janganlah terpengaruh atau mempercayai akal2 busuk mereka dengan mengatakan bahwa pendeta Kristen juga ikut demo, pendeta Katolik juga mendukung kita dlsb, karena meskipun memang anda melihat sendiri mereka mendukung tetapi itu cuma pura2 saja agar jangan jadi korban, atau mencegah dijadikan korban jihad Islam ini. Kalo memang dunia ini mendukung negara Palestina, pasti dari dulu2nya juga udah berdiri, kenapa sampai sekarang malah makin pudar??? Malah saya bisa memastikan, negara Palestina ini resmi dinyatakan bubar dalam 3 atau 4 tahun yang akan datang karena Amerika hanya memberi kesempatan 2 tahun saja kepada Abu Abbas untuk menyusun dan mempersatukan negaranya. Kemudian nantinya, orang2 Arab Palestina ini akan dipindahkan ke Kerajaan Yordania untuk direbutnya dan dijadikan republik Palestina, apalagi dunia Eropah dan Amerika sudah tidak bersimpati kepada bentuk2 negara kerajaan, mereka lebih mendukung negara "Demokrasi". Jadi orang2 Arab Palestina betul2 merupakan ancaman bagi kerajaan Yordania karena mereka gagal merebut negara Israel, tentunya lebih berhasil merebut yang rapuh dulu karena kerajaan Yordania sebenarnya sangat rapuh. Ny. Muslim binti Muskitawati.
