> Wal Suparmo <wal.supa...@...> wrote:
> 1) Kerajaan Belgia lebih dulu
> ditaklukkan Jerman ketimbang
> Belanda.Bagaimana bisa ratu
> Belanda mengungsi ke Belgia.

Enggak masalah, karena yang pasti mengungsinya ratu Belanda berlangsung 
ber-tahun2 dan bukan cuma ke satu negara saja, dan kemana mengungsinya secara 
pasti tidak mungkin diungkapkan karena itu kerjaan biro intelejens ratu Belanda 
sendiri yang bertanggung jawab mengamankannya.  Boleh jadi mengungsi ke Belgia 
atau ke Inggris hanyalah cuma tipuan saja, tapi yang benar, ratu Belanda keluar 
dari tanah airnya menyelamatkan diri dari usaha penyergapan pasukan Jerman yang 
masuk mendadak bagai airbah menghancurkan segalanya disana.  Jadi untuk hal 
yang satu ini maaf, saya enggak bisa kasi konfirmasi dan juga tidak ada gunanya 
diperdebatkan karena enggak ada kaitannya dengan topik yang kita permasalahkan.

> 2) SEKUTU di Asia bukan didominasi
> oleh Amerika saja tetapi juga oleh
> Inggris yang mempunyai kekuasaan
> yang sama.Yang mendarat kembali di
> Indonesia setelah Peran Dunia  ke2
> usai, adalah tentara Inggris dibawah
> Lord Mounbatten bukan Mc Arthur.

Hal ini juga enggak perlu diperdebatkan, kalo anda mau menganggap Inggris 
mempunyai kekuasaan yang sama, maka apa bedanya kalo anda juga menganggap bahwa 
Jepang juga mempunyai kekuasaan yang sama ?

Bahkan Jerman sekarang juga mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang sama dengan 
Amerika dan Inggris.

Jadi saya enggak bisa panjang lebar menentang pernyataan anda yang pasti 
salahnya, kalo anda memang mau mengetahuinya secara detail seharusnya anda 
mempelajari sejarah asal mulanya berdirinya negara baru Amerika Serikat ini 
yang lahir dari kemenangan perangnya melawan Inggris.

Anda juga harus mempelajari sejarah kekuatan militer Amerika yang dulu berhasil 
mengusir balatentara kerajaan Inggris itu berasal dari bantuan teknik dan 
strategi perang jendral2 di Jerman.  Hal inilah yang menjadi alasan penolakan 
Amerika untuk terjun ikut serta berperang dalam perang dunia kedua.  Amerika 
terjun kedalam kancah perang dunia kedua adalah setelah hancurnya Inggris dan 
pemboman Pearl Harbor oleh Jepang yang menjadi sekutu Jerman.

Sebelum tentara Jerman masuk ke Inggris, Amerika telah mengirimkan sejumlah 
pasukan tempur dan ribuan pesawat2 tempurnya untumempertahankan INGGRIS.

Masuknya tentara Amerika ke Inggris disambut meriah oleh rakyat Inggris, 
sepanjang jalan, konvoi pasukan Amerika di-elu2kan oleh rakyat Inggris yang 
semuanya keluar rumah me-lambai2kan bendera Amerika sambil menangis.  Sangat 
mengharukan, banyak dari tentara Amerika akhirnya menikahi gadis2 Inggris dan 
diboyong ke Amerika.  Jadi bukanlah taqabur kalo saya katakan bahwa rakyat 
Inggris lebih memilih Amerika untuk menguasai negaranya katimbang ratu 
Elizabeth, itulah sebabnya ratu Elizabet pasrah kepada apapun yang diputuskan 
Washington.

Disemua lini medan tempur, tentara Amerika menguasai penuh secara absolut 
setiap jengkal tanah yang dikuasai pasukan Jerman.  Dalam banyak kontak senjata 
akhirnya pasukan Jerman memilih menyerah untuk ditawan hidup2 oleh Amerika yang 
memperlakukannya sangat manusiawi.

Biarpun bekas pengikut Hitler sekalipun tidak membenci Amerika, bahkan mereka 
sangat berterima kasih atas sikap Amerika ini.  Juga rakyat Jerman sangat kuat 
ikatan sejarahnya dengan Amerika bahkan lebih erat dari dengan Inggris.

Saya enggak bisa terlalu panjang menerangkannya, silahkan aja baca buku2 
sejarah Amerika atau sejarah perang dunia kedua.

> Pertempuran pemuda di Surabaya
> melawan tentara Inggris, bukan
> Amerika.

Inggris diberi mandat oleh Amerika untuk bertugas melucuti senjata Jepang di 
Malaka dan di Indonesia, dibantu tentunya bekas2 ahli2 Belanda.

> 3) Pemerintah Hindia Belanda
> dengan PERANGKATNYA YANG LENGKAP
> dibawah H.J.van Mook mengungsi
> ke Australia dan membentuk NICA

Lhooo...  kenapa enggak mengungsi ke Belanda saja, atau ke Inggris ???  Jelas 
Australia juga sudah bersekutu dengan Amerika seperti juga Inggris.

> Nica bukan buatan Amerika.
> Sambil menunggu perang selesai,
> untuk mkembali menjajah Hindia
> Belanda.

Sekali lagi, pemahaman anda salah, sejarah Indonesia menyesatkan, bahkan 
Sukarno sendiri baru belakangan paham bahwa penguasa Indonesia itu adalah 
Amerika setelah gagal berulang kali untuk mendapatkan pengakuan UN.  Barulah 
setelah paham peranan Amerika atas Indonesia, maka Sukarno cepat2 mengirimkan 
Palar yang fasih berbahasa Inggris untuk melobby Amerika.

Tapi kalo anda tetap ngotog bertahan atas pemahaman yang salah ini tentunya 
terserah saja, karena untuk memecahkan banyak problematik yang dihadapi 
Indonesia tentunya akan gagal kalo dimulai dari pemahaman yang salah.

Kakek saya pernah diangkat jadi bupati oleh pemerintah Belanda, jadi beliau 
sangat dekat dengan para pejabat Belanda.  Beliau pernah cerita sama saya, 
Sukarno dulunya dianggqap pemberontak dan dianggap musuh Belanda, dan rakyat 
jelata jarang yang berani membantu atau berpihak kepada Sukarno, dan tentu 
termasuk eyang saya itu yang juga berpihak kepada Belanda katimbang kepada 
Sukarno.  Tetapi kalo belakangan eyang saya, dan juga Sultan Jogya akhirnya 
memihak kepada Sukarno dikarenakan Jepang sudah Kalah dan Belanda sudah kabur 
sehingga tidak punya pilihan selain berlindung dibawah kepemimpinan Sukarno.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke