Filipina Siap Tindak Tegas Pelanggaran2 RI
Baru2 saja Filipina melantik presiden baru-nya Benigno Aquino III. Beliau
berjanji dalam sumpah jabatannya akan membela integritas bangsa dan negara
Filipina.
Tentunya, dalam sumpah ini terlampir janjinya untuk menindak tegas semua
pelanggaran perbatasan yang setiap hari dilakukan ALRI dan AURI diperbatasan
Filipina diwilayah Spratley yang sudah syah diputuskan oleh pengadilan
Internasional sebagai wilayah Filipina.
Seperti kita ketahui, kepulauan Spratley akhirnya diputuskan oleh pengadilan
Internasional sebagai wilayah Filipina dan RI gagal mengklaim kepulauan yang
bukan miliknya ini untuk dimasukkan kedalam wilayahnya.
Pemerintah RI tidak puas kepada keputusan ini dan naik banding juga sudah
gagal, sehingga meskipun keputusan pengadilan Internasional sudah menolak klaim
RI, namun ternyata pemerintah RI mengabaikan keputusan ini dan mengerahkan ALRI
masuk kedalam kepulauan Spratley disertai backup dari AURI yang setiap hari
mondar mandir diwilayah udara Filipina ini.
Pelanggaran ini masih didiamkan selama ini karena kondisi politik dalam negeri
yang ricuh akibat usaha2 penggulingan Presiden Arroyo oleh pihak opposisi.
Masalah pelanggaran yang dilakukan RI bukan hanya sebatas menduduki (menjajah)
pulau Spratley, tetapi juga pemerintah RI menyupply persenjataan kepada teroris
Islam Abu Sayaf di Mindanau. Satu kapal RI berisi senjata2 dan amunisinya
lengkap berhasil ditahan oleh pihak AL Filipina, ternyata semua senjata itu
buatan Pindad. Pemerintah RI menyangkal terlibat, dan mengakui bahwa tindakan
tsb dilakukan oleh seorang jendral secara pribadi bukan atas policy pemerintah
RI yang resmi. Namun jendral yang dituduhkannya ini-pun tidak diumumkan
namanya dan juga tidak pernah ditindak.
Amerika berada dibelakang Filipina, dan Amerika mendukung penuh Filipina
sebagaimana mendukung Israel. Hal ini akan menjadi preseden buruh dalam masa
depan RI nantinya. Perlahan, semua akan diurus, dan bukan masa depan yang baik
bagi RI tentunya.
Presiden Obama membatalkan kunjungan ke Indonesia disebabkan makin banyaknya
pelanggaran2 yang dilakukan RI yang tidak diberitakan kepada rakyatnya.
Seyogyanya, presiden Obama ingin berembuk dulu dengan pihak Australia terkait
pelanggaran2 RI selama ini, namun karena pelanggaran2 makin meningkat dan
mengabaikan aturan2 Internasional, akhirnya Obama memutuskan membatalkan
kunjungannya ke Indonesia yang dengan sendirinya tidak lagi perlu berembuk
masalah ini dengan pihak Australia yang menjadi aliansi utama Amerika di
Asia-Pasifik ini.
Selamat Mr. Presiden Benigno Aquino III, semoga anda berhasil mempertahankan
kewibawaan bangsa dan negara anda dari rongrongan tetangga pengecut ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.