Ketika kita berbicara soal bangsa,maka erat kaitannya dengan
masyarakat yang ada di dalamnya.Sikap dan tindakan dari masyarakat
menjadi cerminan daripada kemajuan/kemunduran suatu bangsa.Masyarakat
yang bobrok dan tidak berkualitas,otomatis mencerminkan keadaan bangsa
tersebut,begitu pula sebaliknya.
Maka daripada itu,ketika kita ingin
memajukan suatu bangsa,maka langkah awal yang harus diperhatikan adalah
masyarakatnya.Karena dengan kondisi masyarakat yang baik dan teratur
serta memiliki kesadaran yang tinggi akan nilai moral dan nilai
kebeneran di mata hukum,maka dasar yang kokoh sudah dapat terjamin bagi
suatu negara.

Nah,masalahnya sekarang adalah bagaimana menciptakan masyarakat yang
penuh dengan tanggung jawab baik secara hukum maupun dengan
negaranya.Sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab ketika kita
menghadapi pertanyaan seperti ini…
Singkatnya begini,ketika budaya masyarakat terbentuk,darimana kah
asal mula budaya tersebut terbentuk.Jadi yang perlu kita cari adalah
akar masalah utamanya.
Ketika budaya bangsa tidak beraturan,diwarnai
dengan ketidakteraturan di berbagai bidang,maka apa penyebabnya
??Apabila kita lihat lebih dalam,sebetulnya penyebabnya adalah
kebiasaan.Kebiasaan buruk menentukan sikap hidup seseorang di masa
depan,begitu juga sebaliknya,ketika kebiasaan yang baik ditanamkan
sejak dini,maka yang akan muncul pun di masa depan adalah seseorang
yang memiliki sikap hidup yang baik pula.Jadi dari poin ini saja,kita
sudah dapat menjawab apa penyebab budaya yang bobrok.

Di Indonesia kita tahu,bahwa banyak sekali hal-hal yang menyebabkan
bangsa ini bobrok,contohnya di Indonesia seperti kita tahu bahwa banyak
sekali anak-anak muda dengan jiwa mudanya yang membentuk
kelompok-kelompok tertentu di masyarakat yang sering kali membuat
kerusuhan dan juga masalah-masalah lain.Seperti yang baru terjadi
kemaren (30/5/2010) di cengkareng,kerusuhan yang disebabkan oleh 2
kelompok anak muda,yang sebetulnya sebabnya sendiri belum begitu jelas
sampai saat ini.
Menurut dugaan sementara disebabkan oleh salah satu
anggota dari 1 kelompok ada yg terbunuh/meninggal disebabkan oleh
kelompok lawannya.Tapi nyatanya belum terbukti benar bukti-bukti
tersebut (hanya baru issue).Dari hal-hal kecil seperti ini saja,sudah
bisa menyebabkan kerusuhan.Bakar-bakaran,serta aksi saling serang di
antara 2 kelompok.Nah,pertanyaan nya adalah mengapa hal ini bisa
terjadi ? apa yang menyebabkannya ? Menurut saya,jawaban yang tepat
adalah budaya anak muda saat ini yang tidak benar.Misalnya begini,orang
tua tidak mengajarkan anaknya untuk saling menghormati orang
lain,belajar untuk menghindari pertengkaran,dan taat ber-agama.
Ketika
orang tua sering kali tidak memberi contoh yang baik kepada
anak,otomatis anak pun tidak akan menjadi baik.Saya yakin,apabila orang
tua mendidik anak dengan baik dan benar,anak tidak akan melakukan
hal-hal anarkis seperti yang terjadi di cengkareng ini.Pemuda-pemuda
seperti ini saya yakin,waktu kecil di didik dengan cara yang
keras,dengan cara yang tidak benar.Sehingga timbul kebiasaan buruk
untuk menghancurkan milik orang lain,merukak,dan lain sebagainya.
Jadi
saya rasa,jiwa merusak lah yang ditanamkan sejak kecil.Bukti konkritnya
seperti ini,seperti kita tahu ketika kita memarkir mobil kita di mana
pun,sering kali setelah pulang ke rumah,kita melihat bahwa mobil kita
banyak lecet-lecet (sebetulnya lecet-lecet itu disebabkan oleh
orang-orang iseng di parkir an),pernahkan kita berpikir bahwa itu
adalah budaya yang sangat buruk ? (merusak milik orang lain).Selain
daripada itu,budaya corat-coret di fasilitas umum dengan piloks,dan
masih banyak lagi contoh yang dapat kita pikirkan ketika berbicara soal
bobrok nya budaya anak muda di Indonesia.Dari budaya-budaya kecil
seperti ini akhirnya berkembang terus menjadi semakin besar.Dan
akhirnya,tindakannya yang besar itu terwujud lewat tindakan anarkis
seperti yang sering terjadi,salah satunya yang terjadi di cengkareng
kemarin.

Apakah budaya merusak,budaya tawuran,budaya membuat rusuh menjadi
suatu kebanggaan bagi negara ini ?? Saya rasa sangat memalukan dan
sangat mengerikan.Apa kata negara lain ketika mereka melihat masyarakat
Indonesia seperti ini ?? Apa kata mereka tentang anak-anak muda
Indonesia ?? Saya yakin 100% bahwa mereka akan menge cap buruk
tindakan-tindakan anarkis seperti ini.Seharusnya kita malu dengan diri
kita.Dengan apa yang sudah dilakukan.

Tindakan-tindakan seperti itu,mencerminkan masyarakat yang tidak
berpendidikan.Coba saja kita lihat,banyak sekali anak-anak SMA zaman
sekarang yang terbiasa untuk melakukan tawuran.Apakah mereka tidak
sadar,bahwa tawuran itu tidak ada gunannya,malah menantang bahaya ??
Sebuah pertanyaan yang wajib dijawab oleh anak-anak SMA yang suka
tawuran.Apakah dengan tawuran akan menyelesaikan sebuah masalah??Saya
yakin tidak akan pernah menyelesaikan masalah.Jadi sebetulnya apa yang
dicari ?? Apa fungsinya tawuran ?? Apa fungsinya membuat onar ?? Apa
Fungsinya berbuat anarkis ?? saya rasa hanya orang bodoh dan tidak
berpendidikan yang bersedia meluangkan waktunya untuk hal-hal seperti
ini.

Setiap masalah yang diselesaikan dengan kepala panas,hasilnya adalah
tidak ada (nothing),setiap masalah ada baiknya untuk diselesaikan
dengan kepada dingin.Lewat bicara baik-baik,lewat jalur hukum yang
resmi,ataupun lewat musyawarah.Ketika masalah dibicarakan
baik-baik,otomatis ketegangan yang terdapat pada pihak-pihak yang
bersangkutan pun akan lebih reda.Dan tidak perlu lewat kekerasan.Dan
apabila masalah diselesaikan secara baik-baik,saya yakin bahwa tidak
akan banyak kerugian yang dapat diderita.

Sebagai generasi muda saat ini,yang lebih berpendidikan,maka sudah
seharusnya kita tidak mendukung aksi-aksi anarkis,aksi-aksi yang tidak
benar seperti itu.Mengapa ?? alasannya mudah saja,apakah waktu kita sd
tidak pernah diajarkan pelajaran PPKN ?? Apakah tidak pernah diajarkan
nilai moral yang benar ?? Sebetulnya itu diajarikan di sekolah
dasar.Tapi,kenyataannya teori tidak sama dengan prakteknya.Hal ini
disebabkan oleh budaya yang salah sejak dini.Oleh sebab itu perlu kita
dari dini,belajar untuk mengontrol diri kita masing-masing dalam ber
adaptasi dengan lingkungan.Berpikir dengan akal sehat,tanpa perlu
melakukan tindakan-tindakan yang melawan ajaran moral baik moral
terhadap sesama ataupun terhadap agama.

Selain itu,menurut saya hanyalah seorang pengecut dan pecundang yang
berani memprovokasi suatu masalah tapi tidak berani bertanggung
jawab.Seperti yang terjadi biasanya di masyarakat,sering terjadi
sikap-sikap anarkis satu sama lain yang telah diprovokasi oleh beberapa
orang.Tapi yang memprovokasi nya tidak berani maju pada saat di depan
hukum,semuanya yang memprovokasi tidak mau mengakui nya saat di depan
polisi.Jadi jelas bahwa seorang provokator seperti yang sering terjadi
di Indonesia adalah seorang pengecut dan tidak gentle.

Disini kita belajar bahwa,budaya bangsa ini ditentukan oleh diri
kita masing-masing.Jika kita ingin budaya kita tidak dianggap remeh
bangsa lain,makanya kita harus mulai bercermin pada diri kita
masing-masing.Apakah diri kita sudah benar,apakah diri kita sudah
sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada ? Marilah,khususnya bagi
generasi muda saat ini.Kita adalah penerus-pernerus bangsa di masa
depan,marilah kita merubah budaya yang bobrok ini,dengan tidak
ikut-ikutan dengan yang salah sejak dini.Karena kita lah harapan dari
bangsa kita di masa depan.UBAHLAH BUDAYA BOBROK ANDA SEJAK DINI.JANGAN
TUNDA-TUNDA LAGI !!!




      

Kirim email ke