Pak Wal Suparmo dan teman semua,

Memang betul, sejarah kedokteran di Indonesia cukup relevan dengan perjuangan 
bangsa. Sejak para lulusan Dokterdjawa School dalam memberantas wabah ke 
desa-desa (beberapa meninggal karena kena wabah tersebut), dr. Wahidin 
Soedirohoesodo, dr. Abdul Rivai, Perkumpulan Boedi Oetomo, dr. Soetomo, dr. 
Tjipto Mangunkusumo, dr. Radjiman W, dr. AK Gani, dr. J. Leimena, dr. Sitanala, 
dr. Latumeten dan banyak lagi lainnya yang telah turut mengukir sejarah 
kebangsaan Indonesia. Banyak perwira TNI berasal dari mahasiswa kedokteran di 
awal kemerdekaan kita. Selain itu juga mereka yang telah bekerja kemanusiaan di 
daerah-daerah terpencil seperti yang Pak Wal contohkan. Oleh sebab itulah kami 
mendirikan Persekin (Perhimpunan Sejarah Kedokteran Indonesia) yang terbuka 
untuk siapa saja yang berminat dengan latar belakang apapun.
Sedikit informasi tambahan dari saya, yang membongkar penipuan Cut Zahara Fona 
tentang janinnya yang katanya bisa berzikir adalah dr. Tadjuluddin seorang ahli 
kandungan (obgin) yang juga seorang Aceh yang akhirnya berhasil memeriksa 
kandungan Cut Zahara Fonna di RSTM (waktu itu) dan menemukan kaset recorder 
kecil yang ditempelkan di perutnya. Dr. Tadjuluddin alm. ini termasuk mahasiswa 
pejuang di awal revolusi kemerdekaan kita. Antara lain pernah menjadi anggota 
KNIP.
Salam,
Firman 



 Salam,
> Buku penulisan sejarah tentang Sejarah Kedokteran di Indonesia adalah
> penting sekal bagi bangsa dan masyarakat Indoneia yang belum mengetahui
> betapa besar andil para dokter bagi perjuangan Indonesia dan bagi
> perikemanusiaan.Hendaknya dipacu pula penulisan jalan hidup pribadi para
> dokter yang pasti akan sangat menarik  seperti apa yang pernah ditulis
> seorang dokter bangsa Italia yang sangat terkenal dan berjasa untuk
> bangsanya yaitu buku QUANDO LE AMORE SPIRA  dari Dr Andrea Majochi.
> Meskipun dokter2 bangsa lain juga tidak boleh dilupakan karena pada tahun
> 1958 misalnya diseluruh Sumba Timur  hanya ada satu dokter zending yaitu
> Dr ONVLEE yan naik kuda malam hari untuk mengunjungi orang2 sakit di desa
> dan gunung dengan menyeberangi sungai yang banyak buayanya.
> Ingat Dr HERMAN SUSILO , Kekanwil Kesehatan DKI,belum begitu lama yang
> lalu yang dikejar2 ( mau dibunuh) cikal bakal FPI karena pernyataannya di
> TV,  tentang JANIN AJAIB BERZIKIR dalam perut  Cut Sahara  Fonna.Dr Herman
> Susilo mengatakan bahwa janin atau bayi dalam perut mulutnya tidak bisa
> terbuka dan terbungkus sehingga tidak mungkin bersuara atau seperti orang
> bersuara dalam air. Sedangkan Cut Sahara Fonna SUKSES besar di Pakistan
> sampai PM. Adam Malik sebagai orang kedua di Indoneia,di depan TV
> menempelkan kupingnya di perut Sahara Fonna yang pura2 sangat 
> kesakitan,sambil merem- melek dan komat
> kamit, menikmati suara anak kecil/bayi berzikir dalam perut wanita itu.
> 
>

Wasalam,
Wal Suparmo

Kirim email ke