Salam,
Bukan soal singkong tetapi tahu/tempe.Makanan elit yang bergizi .
Sebelum Perang Dunia kedua, di Sulawesi terutama di daerah Minahassa, tahu dan 
tempe dikenal sebagai makanan ternak dan di Minahassa sebagai makanan babi. 
Baru setelah kedatangan orang  dari Jawa  sebagai Romusuha, maka ada yang mau 
makan tahu dan tempe baru beberapa tahun setelah kemerderkaan.
Semuanya tergantung kepada perkembangan  dari suku masing2.Ada suku2 yang 
mempunyai tulisan dan ada yang tidak, yang merupakan ukuran tersendiri.Suku 
Toradja sebelum Perang Dunia  Ke 2, banyak yanng masih memakai cawat( cidako). 
Padahal dalam tahun 700  orang di Jawa sudah mendirinkan candi 
Borobudur.Demikian  pula bagaimana keadaan perkembangan suku di Papua hingga 
sekarang yang masih menjadi makan empuk bagi penyebaran agama dari Timur Tengah 
melalui antek2  bangsa penjajah ekonomi maupun spiritual..
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sen, 5/7/10, muskitawati <[email protected]> menulis:


Dari: muskitawati <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Singkong Bukan Kebanggaan Tapi Jangan Dihina
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 5 Juli, 2010, 7:27 AM


  



Singkong Bukan Kebanggaan Tapi Jangan Dihina

Meskipun singkong bukan makanan bergizi, tapi lumayan sebagai makanan hiburan 
yang sangat murah harganya. Meskipun murah harganya tapi bukanlah makanan yang 
hina. Tapi kalo karena murah-nya kemudian dijadikan makanan pengganti beras 
karena kita tidak mampu membeli beras, maka hal itu sama dengan menghina dan 
merendahkan singkong yang murah ini.

Sesungguhnya singkong itu nyamikan saja yaitu makanan tambahan setelah kita 
makan nasi (beras). Sehingga harga singkong bisa lebih mahal dari beras. Kalo 
nantinya harga singkong bisa menjadi lebih mahal dari harga beras, saat itulah 
singkong menjadi kebanggaan bukan lagi makanan hina.

Semua itu tergantung harganya saja !!!

> "sunny" <am...@...> wrote:
> Apakah singkong adalah makanan hina
> bagi kaum berada termasuk para
> koruPtor serta petinggi NKRI?
> be­lasan ribu warga di Kecamatan
> Nangaroro, Kabupaten Nage­keo,
> Flores, NTT, kelaparan akibat
> gagal panen di musim ke­ma­rau ini. 
> Akhirnya, mereka makan singkong
> sebagai ma­­kanan utama pengganti
> beras.

Betul sih bukanlah suatu kehinaan makan singkong bahkan di Amerika juga dijual 
singkong disemua supermarket disini.

Tapi harus di ingat juga bahwa makan singkong bukanlah kebanggaan, jadi jangan 
dibanggakan apalagi singkong bukanlah makanan yang bergizi.

Lebih2 tidak bisa dibanggakan dimana karena tidak mampu beli beras terpaksa 
makan singkong, ini malah menghina singkongnya se-olah2 makanan murahan bagi 
mereka yang tidak mampu beli beras.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Kirim email ke