Siapapun yang membawa Cut Zahara Fona ke Istana untuk bertemu dengan pejabat2 tinggi, pasti sudah melewati screening di RSCM, dan hal ini tidak bisa dibantah atau diperdebatkan lagi.
Dan di RSCM itu juga pasti sudah diperiksa secara rutin. Heboh baru terjadi setelah mendapatkan konfirmasi dari dokter yang memeriksanya sebagai suatu keajaiban. Dan dokter obgyn itu adalah Dr. Tadjuluddin. Dana pemerintah bisa keluar atas perintah pejabat2 tinggi untuk biaya pasangan Cut Zahara Fona dalam pemeriksaan di Jepang yang adalah bertujuan menghebohkan dunia kedokteran dengan keajaiban ini sehingga bisa membuat kejadian ini juga sebagai propaganda dakwah Islam disamping membuat Indonesia jadi terkenal didunia. Artinya, Cut Zahara Fona baru terbongkar penipuannya setelah balik dari Jepang. Artinya, kalo memang Dr. Tadjuluddin yang membongkar rahasianya, maka hal itu hanya mungkin sebelum Cut Zahara Fona berangkat ke Jepang, yang konsekuensinya akan mengakibatkan si penipu ini ditangkap dan tidak mungkin berangkat ke Jepang untuk pemeriksaan lanjutan. Berhasilnya Cut Zahara Fona mendapat biaya berangkat untuk pemeriksaan Rontgen di Jepang, tidak mungkin bisa terjadi tanpa konsultasi ahli Obgyn sebelumnya. Semua berita ini saya baca dari laporan di Koran, jadi janganlah menuduh saya memfitnah dr. Tadjulludin. Tidak ada siapapun yang bisa menyangkalnya, bahwa terbongkarnya penipuan oleh Cut Zahara Fona itu sebagai akibat pemeriksaan di Rumah Sakit di Jepang. Jadi bukan dr. Tadjuluddin yang membongkarnya. Justru, seharusnya dr. Tadjuluddin inilah penanggung jawab lolosnya Cut Zahara Fona sehingga bisa berangkat keluar negeri. Semua itu ada prosedur-nya, harus ada laporannya, apalagi dalam kasus pemberian dana keluar negeri. Coba deh, anda menghadap pak lurah sekalipun sambil mengaku diotak anda ada kabel2nya, maka tanpa konfirmasi dari dokternya mana mungkin pak lurah mau kasih duit untuk kerumah sakit. Apalagi pejabat2 tinggi hingga presiden dan jendral2. Jadi anda janganlah menuduh saya yang memfitnah, kalo kata2 atau tulisan saya disini salah, silahkan bantah dengan bukti2 koran2 masa lalu. Apa yang saya katakan disini bisa dikonfirmasi kepada semua mereka2 para pembaca yang masih ingat kejadiannya. Memang, saya mengakui, dalam berita koran tidak secara langsung, tidak secara tegas diberitakan nama dokter yang bertanggung jawab atas lolosnya Cut Zahara Fona. Tapi cukup kita mengetahui bahwa Cut Zahara Fona adalah pasien dr. Tadjuludin, masakah kita harus menuduh dokter lainnya sebagai penanggung jawab ini ??? Dengan kata lain, tanpa konfirmasi dr. Tadjuluddin, enggak mungkinlah si penipu ini bisa masuk ke Istana bertemu presiden dan jendral2. Jadi saya mohon, anda berjiwa sportif dan terbuka, kalo memang saya salah silahkan dibantah disini sehingga semua pembaca bisa membacanya dan bisa membandingkannya siapa yang benar atau siapa yang cuma numpang mau mempromosikan jasa dr. Tadjuluddin yang justru merupakan ahli kedokteran yang paling berdosa. Seorang professional seperti dokter, harus bisa berpikir secara kritis, logis dan rasional, tapi kalo dia berpikir dengan keimanan kepercayaannya, maka hancurlah professinya. Tidak ada seorangpun yang bisa ditipu oleh Cut Zahara Fona kalo saja tidak percaya Islam. Misalnya bayi itu nyanyi dangdut, maka langsung terbongkar kedoknya. Tapi bayi ini bukan nyanyi dangdut melainkan berdzikir sehingga siapapun yang kuat iman-nya akan betul2 menganggap kejadian ini sebagai keajaiban kepercayaannya bahkan menjadi kebanggaan untuk dipromosikan kepada umat lain agama agar bisa dimanfaatkan masuk menjadi mualaf. Sekali lagi, janganlah menuduh saya memfitnah, bersikaplah gentlement untuk berargumentasi terbuka agar bisa dibaca semua pembaca. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote: > > > > > Wal Suparmo <wal.suparmo@> wrote: > > yang membongkar penipuan Cut Zahara > > Fona tentang janinnya yang katanya > > bisa berzikir adalah dr. Tadjuluddin > > seorang ahli kandungan (obgin) yang > > juga seorang Aceh yang akhirnya > > berhasil memeriksa kandungan Cut > > Zahara Fonna di RSTM (waktu itu) dan > > menemukan kaset recorder kecil yang > > ditempelkan di perutnya. > > Yang membongkar penipuan Cut Zahara Fona bukanlah dr.Tadjuluddin, melainkan > hasil rontgent oleh dokter di Jepang yang mengirimkan hasil rontgen-nya yang > menemukan adanya cassette player kecil diperut si ibu sedangkan bayinya belum > terbentuk masih berupa embryo yang sangat muda. Jadi jangankan bisa > berdzikir, denyut jantungnya sekalipun belum ada. > > Dr.Tadjuluddin ini justru satu2nya dokter pada waktu itu yang membawa penipu > ini kepada para pejabat tinggi negara. Dokter inilah yang bertanggung jawab > untuk menyebar luaskan penipuan ini sebelum akhirnya terbongkar di RSCM > setelah hasil foto rontgen dari Jepang dikirimkan ke Indonesia. > > Bahkan diduga, Dr. Tadjuluddin ini ikut serta dalam penipuan ini, karena foto > rontgen dari RSCM ternyata tidak sama dengan foto rontgent yang dari Jepang. > Dalam foto Rontgen di RSCM yang dikonsultasikan oleh dr. Tadjuluddin ternyata > umur kehamilannya sudah lebih dari 6 bulan dimana denyut jantungnya sudah > ada. Padahal waktu dibandingkan dengan Rontgent dari Jepang, justru > kehamilannya masih dibawah umur 4 bulan dimana belum ada denyut jantungnya. > > Tanpa bantuan Dr. Tadjuluddin, maka Cut Zahara Fona tidak bakalan terkenal > hingga mendapatkan dana pemerintah untuk keliling dunia untuk berdakwah agama > Islamnya, termasuk ke Jepang dalam memeriksakan kehamilannya. Darimana > dananya kalo bukan dari dana pemerintah akibat rujukan dokter Tadjuluddin > yang memungkinkan terjadinya penipuan ini ??? > > Ny. Muslim binti Muskitawati. >
