Walah...sudah mengandung BOOMMM....ternyata juga terkandung KORUPSI, sudah 
cilaka.....dua belas lagi....


--- On Wed, 7/7/10, Yosua Adi Perwira <[email protected]> wrote:

From: Yosua Adi Perwira <[email protected]>
Subject: Re: -:: Milist NB::- Ada masalah apa dibalik isi tabung gas elpiji 
(LPG)
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 7, 2010, 7:40 AM







 



  


    
      
      
      Tks buat pencerahannya. Yg sgt dirugikan ktk masyarakat beli gas pertama 
kali dlm keadaan baru. Ttp stlh gas habis saat membeli tabung ditukar dg tabung 
bekas plus bonus kebakaran dan tabung meledak.  Tahukah anda reaksi PERTAMINA? 
Hanya himbauan. Tidak lebih. Mau lebih aman? Bawa perlengkapan tabung anda plus 
sejumlah duit. Mengapa? Karena PERTAMINA perusahaan tambah miring dan nakal. 
He...he...gak setuju ya gak pa pa kok. Ini negeri demokrasi kok.  Bukan negeri 
PEnyeRagaman  TAnpa MenghargaI NAsib kok. Iya toh. Pasti ho...oh!



On Tue Jul 6th, 2010 12:22 PM EDT Nanang Heriyanto wrote:



>semoga info dari blog ini bermanfaat

>

>http://pesisirtumpat.blogspot.com/2010/07/pesisir-isi-tabung-gas-elpiji-lpg.html

>

>Tahukah anda?

>Setelah terjadi konversi energi, dimana, tadinya

>masyarakat memakai minyak tanah dan sekarang dialihkan untuk memakai

>gas elpiji, dengan mengurangi minyak tanah di pasaran.

>

>bahwa untuk setiap tabung gas elpiji 3kg

>jika

>masyarakat menganggap bahwa isi gas habis, krn saat menyalakan kompor

>tidak ada gas yg keluar shg kompor tidak dapat menyala. 

>Sebenarnya

>dalam tabung gas tersebut patut diduga masih tersisa sekitar 0,2 - 0,4

>kg gas elpiji. Tapi kemungkinan memang gas elpiji dengan jumlah itu

>didalam tabung sdh kekurangan tekanan sehingga tidak dapat

>mengeluarkan/menyalurkan gas dari tabung melalui pipa/selang kekompor.

>akibatnya kompor tidak menyala. 

>

>Dan masyarakat awam menganggap bahwa gas elpiji habis, dan membeli lagi/ 
>menukar tabung yang dianggap kosong tadi dg

> tabung lain yg berisi gas elpiji 3kg. dan membayar harga dg sejumlah uang 
> untuk gas elpiji sebanyak 3kg

>

>maka

>jika terjadi demikian, tabung itu gas yang dianggap kosong tadi jika

>diisi oleh pertamina/pangkalan, sebenarnya dalam tabung dg kapasitas

>3kg tadi, secara logika cukup diisi gas elpiji sebanyak 2,6 - 2,8 kg

>agar memenuhi tabung yg berisi 3kg 

>

>Jadi ada peluang, bahwa

>dalam  setiap pembelian gas elpiji sebanyak 3kg, konsumen (masyarakat) 

>dirugikan minimal 0,2kg (dengan harga elpiji 3kg yg bersubsidi Rp.4000,

>maka kerugian adalah 0,2kg x Rp.4000 = Rp.800

>

>untuk pemakaian

>normal (rumah tangga) gas elpiji 3kg itu dalam seminggu harus membeli 2

>kali (kerugian minimal konsumen = Rp.800 x 2 = Rp.1600 per minggu)

>

>Jumlah pemakai elpiji 3kg diperkirakan minimal 3 juta

>kerugian minimal masyarakat = 3 juta x Rp. 1600 = Rp 4,8 milyar per minggu

>

>dalam 1 tahun Rp. 4,8 milyar x 52 minggu = Rp 249,6 milyar

> 

>

>(perhitungan

>ini belum menghitung banyaknya pemakai/konsumen elpiji yang seminggu

>ternyata bisa sampai 3 kali membeli elpiji 3kg, seperti pedagang

>makanan, keluarga aktif dll)

>

>bahwa untuk setiap tabung elpiji 12 kg

>jika

>masyarakat awam menganggap bahwa gas didalam tabung habis, sebenarnya

>patut diduga didalam tabung masih tersisa sekitar 0,3 - 0,6 kg gas

>elpiji. tapi kemungkinan karena dengan jumlah sekian dalam tabung, gas

>elpiji sudah tidak mempunyai daya tekanan yang cukup kuat untuk keluar/

>menyalurkan gas dari tabung keluar/ melalui selang menuju kompor, dan

>masyarakat/konsumen terbiasa menyebut bahwa gas elpiji dalam tabungnya

>habis.

>

>berapa kerugian masyarakat/konsumen untuk elpiji 12 kg

>per tahun, dengan jumlah perkiraan konsumen gas elpiji 12kg minimal

>adalah 200ribu ?

>

>Untuk itu:

>

>Perlu adanya pengujian  dan penelitian baik oleh aparat pemerintah, lembaga 
>konsumen dllJika

>dalam pengujian itu terbukti adanya kerugian konsumen, perlu dipikirkan

>adanya stasiun pengisian gas elpiji atau pengisian gas elpiji keliling,

>sehingga masyarakat bisa membeli gas dengan sistem seperti pembelian

>pada bahan bakar minyak. jadi masyarakat saat membeli bisa tahu takaran

>yang masuk dalam tabung gasnya. Juga selain itu bagi masyarakat yang

>kurang mampu langsung membeli sejumlah 3kg bisa membeli sesua

>kemampuannya, misal hanya mengisi 1kg dsbJika

>pengujian itu terbukti ada kerugian dari konsumen, patut diperiksa,

>kemana larinya uang tersebut, dan kemana sisa gas dari

>pangkalan/pertamina itu dijual dan bagaimana pertanggungjawaban

>keuangannya selama bertahun2 terdahulu? Karena dalam bahasa para

>penyalur gas, ada istilah membeli gas kentut dg harga lebih murah untuk

>dijual lagi pada konsumen, yang patut diduga berasal dari sisa gas yang

>harusnya dinikmati oleh konsumenBelum lagi penikmatan subsidi

>uang negara dari gas elpiji 3kg, jika ternyata pengujian secara

>obyektif, yang dijual kepada masyarakat ternyata berkurang jumlahnya

>dari jumlah yang dianggarkan oleh subsidi dalam APBN. berarti patut

>diduga bahwa selain ada penipuan pada uang masyarakat juga kebocoran

>subsidi atau pencurian uang negara.

>





    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke