-Belajar dari seorang anak



--------------------------------------------------------------------------------


Suatu  ketika,  ada  seorang  anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap  mainan.  Suasana  sungguh  meriah siang itu, sebab, ini adalah babak
final.  Hanya  tersisa  4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil
mainan  yang  dimiliki.  Semuanya  buatan  sendiri,  sebab memang begitulah
peraturannya.

Ada  seorang  anak  bernama  Umar. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk
dalam  4  anak  yang  masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Umar-lah
yang  paling  tak  sempurna.  Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu
untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah,  memang,  mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan
sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang
dimiliki  mobil mainan lainnya. Namun, Umar bangga dengan itu semua, sebab,
mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah  saat  yang  dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap
anak   mulai   bersiap   di  garis  start,  untuk  mendorong  mobil  mereka
kencang-kencang.  Di  setiap  jalur  lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
"pembalap"  kecilnya.  Lintasan  itu  berbentuk  lingkaran  dengan  4 jalur
terpisah diantaranya.

Namun,  sesaat kemudian, Umar meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai.
Ia  tampak  berkomat-kamit  seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan
tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,
"Ya, aku siap!".

Doorrr!  Tanda  telah  dimulai.  Dengan  satu  hentakan  kuat, mereka mulai
mendorong  mobilnya  kuat-kuat.  Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat.
Setiap    orang    bersorak-sorai,    bersemangat,    menjagokan   mobilnya
masing-masing.   "Ayo..ayo...   cepat..cepat,  maju..maju",  begitu  teriak
mereka.  Ahha...sang  pemenang  harus  ditentukan, tali lintasan finish pun
telah  terlambai.  Dan,  Umar-lah  pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu
juga    Umar.   Ia   berucap,   dan   berkomat-kamit   lagi   dalam   hati.
"Alhamdulillah..."

Saat  pembagian piala tiba. Umar maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala
itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa
ya agar kamu menang, bukan?". Umar terdiam.

"Bukan,  Pak,  bukan itu yang aku panjatkan" kata Umar. Ia lalu melanjutkan
...........................  "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Allah
agar menolong kita mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Allah,
supaya aku tak menangis, jika aku kalah." ............................

Semua  hadirin  terdiam  mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah
gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

********************

Sahabat,

Dalam  cerita tsb, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding
kita  semua.  Umar,  tidaklah bermohon pada Allah untuk selalu menang dalam
setiap  ujian.  Iapun  tak memohon pada Allah untuk meluluskan dan mengatur
setiap  hasil  yang  ingin  diraihnya.  Ia  tak  berdoa  untuk  menang, dan
menyakiti  yang  lainnya.  Namun, Umar, bermohon pada Allah, agar diberikan
kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar ia senantiasa diberikan
kemuliaan,  kekuatan  hati  serta  mau  menyadari  segala kekurangannya dan
kelemahannya.

Mungkin,  telah  banyak  waktu  yang  kita  lakukan untuk berdoa agar Allah
mengabulkan setiap permintaan kita. Namun, terlalu sering juga kita meminta
padaNYA  untuk  selalu  menjadikan  kita  nomor satu, menjadi yang terbaik,
menjadi  pemenang  dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada-NYA,
untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal,
bukankah  yang kita butuhkan sebenarnya adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya,
dan panduan-Nya?

Kita  sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa,
dan  kita  sering  merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat
perjuangan  yang  mau  kita lalui? Kita harus yakin, bahwa Allah memberikan
kita  ujian  yang  berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah
menyerah. Sesungguhnya, Dia sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.

Sahabat,

Berdoalah  agar  kita  selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita
selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua. Amin !

Semoga cerita ini bermanfaat...



--------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke