Roda Nasib itu Default nya Memang Selalu Berputar
 

Kesuksesan adalah hak setiap insan. Tuhan sesungguhnya mengharapkan manusia 
untuk selalu berkarya dan meraih kesuksesan di jalan yang diridhoi-Nya. Namun 
ada satu pertanyaan yang menggoda, "Siapkah Anda untuk turun saat (berhasil) 
tiba di puncak kesuksesan?" Banyak orang yang mungkin tidak rela bila harus 
turun tahta dari puncak kesuksesan yang telah mereka raih. Dan, masak iya sih 
Tuhan tega membawa kita kembali ke "jaman susah" dulu? , dengan honor mingguan 
cuma Rp. 100.000,- per minggu misalnya . . . . ..



Adalah sebuah kenyataan, sebuah hukum alam bahwa sebuah puncak gunung itu pasti 
dikelilingi oleh lembah. Ini adalah ketentuan universal yang tidak bisa 
dilawan. Saat anda tiba di puncak, maka di saat itu pula bersiap-siaplah untuk 
turun. Namun ini bukan berarti Tuhan menciptakan ketentuan yang kejam. Tuhan 
menciptakan "lembah" dengan maksud agar manusia bersiap-siap untuk mendaki 
puncak berikutnya yang lebih tinggi lagi.



Dalam dunia bisnis, ada istilah product life cycle. Setiap produk mempunyai 
masa-masa sun rise, masa puncak dan masa sun set. Inovasi menjadi kunci dari 
terciptanya produk-produk baru. Di saat ada suatu produk yang sudah tenggelam 
dan ketinggalan jaman, pastilah akan muncul produk penerusnya yang 
menyempurnakan pendahulunya. Dan siklus ini akan selalu berulang.



Prof. Yohanes Surya telah mengemukakan Teori Mestakung, bahwa di titik balik, 
di point of no return, seluruh semesta akan mendukung agar kondisi kritis dapat 
terlewati. Ini adalah sebuah hukum fisika, bahwa roda nasib memang akan selalu 
berputar, naik lalu turun, kemudian naik lagi, dan seterusnya. Bahkan Prof. 
Yohanes menganjurkan, kalau kita ingin sukses, maka ciptakanlah kondisi kritis.



Tuhan pun sesungguhnya sudah sejak awal mengajarkan kepada manusia bahwa 
"Sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan।" Dalam kitab suci Al Quran ayat 
ini bahkan diulang sampai 2x berturut-turut।

Ini artinya sebuah penegasan dari Allah SWT., bahwa untuk meraih kesuksesan, 
manusia harus bersusah payah terlebih dahulu।
There is no such thing as a free lunch. Anda ingin sukses? Siap-siaplah untuk 
berjuang. Anda ingin "kembali" meraih sukses? Maka siap-siaplah untuk "kembali" 
berjuang.


Ada dua hal yang menjadi implikasi dari ketentuan universal ini. 

Pertama, bagi Anda yang sedang berada di puncak kesuksesan, Anda harus mulai 
mawas diri. Kenapa? Karena ilmu, kelebihan dan kapasitas Anda yang berhasil 
melejitkan diri Anda saat ini kemungkinan akan expired dalam beberapa waktu ke 
depan. Anda dituntut untuk terus belajar dan terus berinovasi.


Kedua, bagi Anda yang sedang dalam periode kegagalan, sadarilah bahwa Tuhan itu 
Maha Penyayang. Lembah kegagalan diciptakan-Nya sebagai sarana awal pendakian 
Anda menuju kesuksesan. Mendaki toh harus selalu dari bawah, dan menyalip toh 
harus selalu dari belakang.



" Tak ada kesuksesan yang abadi, demikian pula, tak ada kegagalan yang abadi ".




 




 

 





Kirim email ke