Artikel Bagus !
Salam  buat penulisnya

Djodi Ismanto
>From nice city of Medan

wiwit <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
 
     Roda  Nasib itu Default nya Memang Selalu  Berputar  
  Kesuksesan adalah hak  setiap insan. Tuhan sesungguhnya mengharapkan manusia 
untuk selalu berkarya dan  meraih kesuksesan di jalan yang diridhoi-Nya. Namun 
ada satu pertanyaan yang menggoda,  "Siapkah Anda untuk turun saat (berhasil) 
tiba di puncak kesuksesan?" Banyak  orang yang mungkin tidak rela bila  harus 
turun tahta dari puncak kesuksesan yang telah mereka raih. Dan, masak iya  sih 
Tuhan tega membawa kita kembali ke "jaman susah" dulu? , dengan honor  mingguan 
cuma Rp. 100.000,- per minggu misalnya . . . . ..

  

Adalah sebuah  kenyataan, sebuah hukum alam bahwa sebuah puncak gunung itu 
pasti dikelilingi  oleh lembah. Ini adalah ketentuan universal yang tidak bisa 
dilawan. Saat anda tiba di puncak, maka di  saat itu pula bersiap-siaplah untuk 
turun. Namun ini bukan berarti Tuhan  menciptakan ketentuan yang kejam. Tuhan 
menciptakan "lembah" dengan maksud agar  manusia bersiap-siap untuk mendaki 
puncak berikutnya yang lebih tinggi  lagi.

  

Dalam dunia bisnis,  ada istilah product life cycle.  Setiap produk mempunyai 
masa-masa sun rise, masa puncak  dan masa sun set. Inovasi menjadi kunci dari 
terciptanya produk-produk baru. Di  saat ada suatu produk yang sudah tenggelam 
dan ketinggalan jaman, pastilah akan  muncul produk penerusnya yang 
menyempurnakan pendahulunya. Dan siklus ini akan  selalu berulang.

  

Prof. Yohanes Surya  telah mengemukakan Teori Mestakung,  bahwa di titik balik, 
di point of no return,  seluruh semesta akan mendukung agar kondisi kritis 
dapat terlewati. Ini adalah  sebuah hukum fisika, bahwa roda nasib memang akan 
selalu berputar, naik lalu  turun, kemudian naik lagi, dan seterusnya. Bahkan 
Prof. Yohanes menganjurkan,  kalau kita ingin sukses, maka ciptakanlah kondisi  
kritis.

  

Tuhan pun  sesungguhnya sudah sejak awal mengajarkan kepada manusia bahwa 
"Sesudah kesulitan pasti akan datang  kemudahan।" Dalam kitab suci Al Quran 
ayat  ini bahkan diulang sampai 2x berturut-turut।

Ini artinya sebuah penegasan dari Allah SWT., bahwa untuk  meraih kesuksesan, 
manusia harus bersusah payah terlebih  dahulu।
There is no such  thing as a free lunch. Anda ingin sukses? Siap-siaplah  untuk 
berjuang. Anda ingin "kembali" meraih sukses? Maka siap-siaplah untuk  
"kembali" berjuang.

  
Ada dua hal yang menjadi  implikasi dari ketentuan universal ini. 

Pertama,  bagi Anda yang sedang berada di puncak kesuksesan, Anda harus mulai 
mawas diri.  Kenapa? Karena ilmu, kelebihan dan kapasitas Anda yang berhasil 
melejitkan diri  Anda saat ini kemungkinan akan expired dalam  beberapa waktu 
ke depan. Anda dituntut untuk terus belajar dan terus  berinovasi.

  
Kedua, bagi  Anda yang sedang dalam periode kegagalan, sadarilah bahwa Tuhan 
itu Maha  Penyayang. Lembah kegagalan diciptakan-Nya sebagai sarana awal 
pendakian Anda  menuju kesuksesan. Mendaki toh harus selalu dari bawah, dan 
menyalip toh harus  selalu dari belakang.

 

" Tak ada  kesuksesan yang abadi, demikian pula, tak ada kegagalan yang abadi  
".



  
 
 
  
  
 






 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

Kirim email ke