MEMENUHI JANJI .....
Hallo Mas Leo, apa kabarnya semoga dalama keadaan sehat-sehat, seperti janji saya kemaren, saya mau sharing tentang salah satu pengalaman "spiritual" saya. Dan tolong disamarkan ID saya. Kejadian ini terjadi pada saat terjadi gempa di Jogja dimana orang tua dan adik saya berada di jogja, kebetulan di Bantul. Setelah kejadian dahsyat itu banyak sekali cerita dan prediksi2 yang di lontarkan oleh orang "pintar" bahwa kemungkinan dalam waktu dekat (sebelum lebaran 2005 kalo ndak salah, mohon di koreksi kalo salah) Bantul akan tenggelam, mendengar hal itu aku kemudian kepikiran dan dalam hati memohon kepada sang Maha Esa hingga malam itu sampe ketiduran, waktu itu saya berada di kota Kudus, tapi dalam keadaan spt setengah sadar spt orang jawa bilang 'tindihen', telapak tangan saya tiba2 mengeluarkan cahaya biru yg melesat ke angkasa membentuk spt prisai yang memayungi, dan setelah bangun tangan saya masih terbuka mengarah ke atas dan badan terasa lemes. Menurut Mas Leo fenomena apakah yang sedang saya alami? Apakah itu Mata Ketiga? Trims Sebelumnya. Salam, (Suyitno) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: PLEASE CONTINUE PRAYING Dear Mas Suyitno, Thanks for sharing. Menurut banyak kalangan memang akan ada banyak gempa susulan setelah Gempa Bantul itu. Bahkan ada yang meramalkan bahwa cepat atau lambat dataran antara Yogya dan Solo itu akan terpecah. Akan terbelah dua. Hmmm hmmm hmmm... tapi itu RAMALAN kan? Nah, yang namanya Ramalan itu proyeksi kan? Proyeksi ke masa depan dari satu titik di ruang dan waktu. Artinya, kalau penduduk di Bantul dan Yogya itu tidak melakukan sesuatu, maka yang diramalkan itu mostly akan terjadi. Memang akan terjadi juga, bahkan saat sekarangpun ramalan itu tetap berlaku. Akan terjadi juga, yang kita tidak tahu hanya faktor waktunya itu. Nah, FAKTOR WAKTU itu yang kita bisa negosiasi. Negosiasinya itu melalui DOA. Ada banyak doa2 yang diucapkan, yang dilakoni oleh mereka yang berhubungan dengan Bantul dan Yogya. Doa itu lakon,... dan itu LAKON FISIK DAN SPIRITUAL. Secara spiritual kita doa,... dan itu bisa terlihat di fisik. Ada yang puasa, ada yang wirid, ada yang meditasi. Anda itu termasuk salah satu yang melakukan lakon dengan doa2. Doa2 itu begitu mendalam di diri anda, sehingga dalam tidurpun anda berdoa. Nah, posisi dimana anda tidur dan melihat CAHAYA BIRU keluar dari tangan anda. Dan bahkan posisi tangan anda yang terangkat ke atas dengan sendirinya ketika tidur itu merupakan BUKTI bahwa anda itu melakukan LAKON DOA. Bahkan dalam tidur anda berdoa. Dan doa itu telah dijawab. Bencana di daerah Yogya dan Solo itu ditunda,... entah sampai kapan. So, teruskan saja doanya. Kalau semua sudah bertobat, ada kemungkinan bencana massal itu akan di-cancel habis. Itu tetap kemungkinan yang terbuka. So, please continue praying. (Leo) +++++++++++++ TANYA LAGI BOLEH KAN ??????? Dear Mas Leo, Ada beberapa hal yang ingin saya tanya lagi ke Mas Leo; 1. Waktu meditasi sinkron kok saya gak bisa tune-in ya, saya coba rileks malah ketiduran sampe pagi, padahal jam 8.00 malam saya ada di Bogor loh. Dulu waktu mau di attune sama mas Andi saya juga jatuh dalam kondisi tidur dalam, nyesel banget rasanya, kenapa ya Mas, apa karena saya gak berbakat he he he............ 2. Jari telunjuk tangan saya baik kiri maupun kanan sering bergerak sendiri tanpa bisa saya kendalikan kenapa ya Mas, saya menyadari bahwa ada yang bergerak tapi gak pernah bisa saya kendalikan, apa penyebabnya Mas ? Dua dulu deh pertanyaannya, takut Mas Leo bosen, tapai jangan bosen ya... terimakasih atas kebaikan hati Mas Leo yang mau menjawab pertanyaanku. Salam, (Triani) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: RELAX AND ENJOY AJA Dear Mbak Triani, Thanks for sharing. Hmmm hmmm hmmm... begini, kalo meditasi sinkron always ketiduran, mendingan meditasi GAK SINKRON. Artinya, whenever you feel you want to meditate, just do it. Langsung aja meditasi, dimana saja, kapan saja, gak usah lihat jam dan mencocokan waktu yang sama dengan waktu meditasi teman2 lainnya. Kenapa? Hmmm hmmm hmmm... kayaknya ada semacam rasa "nervous". Nah, nervous itu kan perasaan aja, jadi bukannya bener2 nervous, melainkan MERASA nervous. Merasa gak bisa tune in, merasa out of vibration. Hmmm hmmm hmmm... pedahal vibrasinya itu sama aja. Kalo gak sama, maka gak akan bisa nyambung ke aku. Gak akan bisa nanya ke aku. Gak akan bisa merasa sreg dengan jawaban yang aku berikan. So, there's nothing wrong with you. But, mulai sekarang kalo mau meditasi, ya meditasilah. Gak usah dipikiran tentang waktu yang sama because whenever you meditate, itu akan langsung TERHUBUNG dengan teman2 lainnya. Akan langsung terhubung juga dengan Frekwensi Mata Ketiga yang aku pakai. Hmmm hmmm hmmm... bukannya mao main klenik atau yang gimana gituh, tapi memang frekwensinya itu nyambung, yang penting rileks aja. Kalo merasa belum bisa rileks, ya tidur aja, gak usah maksain diri. Nanti,... kalau mau mulai, ya mulai aja. Anytime... hmmm hmmm hmmm... Terus, kalo pakai istilah "meditasi" akhirnya merasa groggy sendiri, mending gak usah pake istilah itu. Bisa pake istilah "mengheningkan cipta" atau whatever you'd like to call it. Pake istilah "rest and relax" juga boleh aja. Hmmm hmmm hmmm... semuanya itu SPIRITUALITAS. Itu semua spirituality, dan gak perlu merasa harus pasang muka serem en serius2 amat. Enjoy aja, jalanin aja, pasti oke. Terus, kalo tangan yang suka gerak2 sendiri, hmmm hmmm hmmm... apa iya sih? Telunjuk kiri dan kanan bergerak- gerak sendiri? Yang bener nih? Terus nunjuknya kemana tuh? Hmmm hmmm hmmm... kayaknya aku bisa merasa kalau you feel the energy. Bisa merasakan prana itu. Ada seperti yang mendesir itu kan? Artinya kundalininya udah jalan. Udah jalan sendiri. Cuek aja,... asal gak nunjuk orang laen gak apa2. Wis, take care, (Leo) +++++++++++++ SPIRITUAL Dulu saat saya ingin belajar hal2 yang berhubungan dengan spiritualitas adalah mencari2 semua yang ada di internet termasuk mailling list atau yang lainnya... Semua dicoba agar saya bisa belajar... tapi setelah lama bergaul ternyata nilai2 spiritual saya berkembang bukan karena masukan2 atau tulisan2 yang ada malah justru karena penolakan2 dari cara berpikir setiap individu yang ada.. Mungkin benar yang disebut oleh NW bahwa perkembangan spiritual kita bukan berkembang dari luar justru harus dari dalam, walaupun pengaruh luar itu cukup mempengaruhi kita untuk introspeksi ke dalam. Dan saya amati bahwa milist spiritual-indonesia akan mengarah ke hal-hal yang supranatural atau malah ke hal2 yang membuat individu terlena dengan hal2 gaib; bukankah tujuan milist ini agar anggota lebih memahami tentang bagaimana cara menyikapi hidup ini agar menjadi lebih baik? Terus terang greget nilai2 spiritual di maillist ini hampir tidak saya rasakan... sayang sekali... Bukan maksud menggurui hanya untuk berbagi.. Salam, (Vino) +++++++++++++ JAWABAN SAYA: WE ARE _NOT_ LIKE THAT Dear Mas Vino, Thanks for sharing. Hmmm hmmm hmmm... spiritualitas adalah hal2 yang sangat MENDASAR. Dan spiritualitas kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Apakah yang namanya "spiritual" itu harus mengutip ayat2 suci dan menulis atau berkata-kata dengan ekspresi sendu dan syahdu? Ataukah harus dengan sikap formal dan kaku? Hmmm hmmm hmmm... yang seperti itu adalah SPIRITUALITAS MURAHAN. Kita bisa dapati itu di pinggir jalan. Masuk ke gedung2 pertemuan yang konon mengadakan upacara keagamaan, semuanya pasang TOPENG sendu dan syahdu. Buat apa? Well, if that's your taste, silahkan saja,... boleh saja. Itu kan bagian dari LIFESTYLE masing2. Spiritualitas itu lifestyle, gaya hidup. Dan kita gak perlu ngikutin suhu ini atau suhu itu. Atau ustad sini atau ustad situ. Atau pendeta ini atau pendeta itu. Bhante ini atau itu. Well, kalo mau boleh saja, gak mau juga gak apa2. Kalo mau syahdu dan sendu boleh saja. Tapi yang seperti itu biasanya PALSU belaka. Syahdu dan sendu di dalam gedung, di luar gedung obrak abrik HAM orang lain lagi, begitu kan? Hmmm hmmm hmmm... Anda ini sebenarnya memiliki spiritualitas yang apa adanya saja. Itu istilah saya untuk MENJADI DIRI SENDIRI. Apa adanya saja, menjadi diri sendiri saja. Anda sendiri tidak tahan dengan orang2 yang kotbah tentang hal2 yang baik2 dan positif tapi kenyataannya penuh dengan kemunafikan. Hmmm hmmm hmmm... tapi anda merindukan kesyahduannya. Well, ciptakanlah. Ciptakanlah itu sendiri saja, dimana saja. Dan tidak perlu tergantung pada milis ini atau milis itu. Itu adanya di dalam hati anda sendiri, di dalam pikiran anda sendiri. Kalau anda manunggaling kawula lan gusti,... format apapun yang anda ambil anda tidak akan perduli. Anda tidak akan perduli pada kulit lagi. Nah, seperti kita semua tahu, milis <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia> itu milis sharing. Sharing dari kita dan untuk kita. Tanpa tedeng aling2, tanpa perlu pakai basa basi. Kalau kita merasakan sensasi di jiwa kita, ya tulislah, ya sharinglah. Dan itu bukan berarti kita sesumbar bahwa kita ini orang "sakti". Hmmm hmmm hmmm... you know yourself aku ini paling alergi pakai istilah "ilmu". Ilmu apaaan? Ilmu jadi2an? Hmmm hmmm hmmm... kita menjadi diri sendiri saja,... kita menciptakan NUANSA SENDIRI saja. Bila anda ingin ada suatu nuansa baru, ya bawalah. Itu boleh saja, gak dilarang. Gak ada yang pernah di-ban kecuali orang yang ngacak2 dengan alasan "titisan dewa anjing". Dan itu aku lakukan dengan terbuka di hadapan teman2. Hmmm hmmm hmmm... Anyway, thanks for sharing. Kita ini apa adanya saja, dan gak perlu pasang muka sendu dan syahdu. Gak perlu JAIM (JAGA IMAGE) sebagai orang yang "suci". Kesucian itu cuma konsep saja. Dan kesucian yang didapat dengan POTONG KAMBING seperti yang akan dilakukan oleh mereka yang merasa dirinya alim dan mau membeli tiket masuk surga di hari raya Idul Qurban besok bukanlah porsi kita. We are _NOT_ like that. (Leo) +++++++++++++ [Leo seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL. To make an appointment, please call him at HP: 0818-183-615. E-mail: <[EMAIL PROTECTED]>. Untuk bergabung dengan milis SPIRITUAL-INDONESIA, please click: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia>. NOTE: Except my own name, all other names used are pseudonyms.] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
