--- Begin Message ---
Patut kita hargai karya bangsa kita ini, karena cerita ini mendekati
sempurna
jadi klo masalah pengarang negeri ini tak kalah pinternya dengan orang2 luar
negeri.
makanya klo kita liat sinetron2 yg sampai ratusan episode di tv pun banyak
yg gandrung,
intinya pengarang indonesia is the best giyu loh.
Hidup Indonesia!
-----Original Message-----
From: "Edith Wibowo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Date: Thu, 13 Dec 2007 22:23:27 -0800
Subject: RE: ~Milis NB~ Fwd: Fw: permaisuri lucifer
Luar biasa kisah si lala tersebut, tp saya kok gak yakin yah dengan cerita
seperti itu,
Saya percaya akan adanya bangsa jin ato mahluk halus lain , tp saya gak
percaya mrk (mahluk halus ) akan menikahi kita yg bangsa manusia.
Walaupun lala ( katanya punya kelebihan ya ) .
Karena mereka (bangsa jin ) punya kehidupan sendiri (layaknya kita manusia
).
Suatu mahluk sebangsa Jin yg menampakkan diri kepada manusia itu bukan
sembarangan lho ,
mrk perlu energy yg sangat besar untuk bisa muncul di alam nyata ini.
Apalagi kita tau mrk berasal dari api ( kita tau api bukan benda padat )
Dan yg anehnya, si lala bisa dalm sekejap menghilang dalam pandangan. Ini
tidak masuk akal ,
Sebuah mahluk sebangsa jin mrk tdk ada kuasa & kekuatan untuk melenyapkan
tubuh (wujud ) seseorang dari alam nyata ini ,
Kenapa saya bilang itu , karena tubuh ini adalah bagian dari zat yg padat,
bukan gas/ uap. Dan kita tau itu.
Tp saya berterima kasih sekali dengan email dari mas ricky ini yg telah
membuka fikiran realistis saya menjadi terbuka .
Dan harapan saya, milis NB ini bukan ajang SARA atau cerita2 fiktif,
judulnya mmg NONGKRONG BARENG, tp jd tempat nongkrong yang enak
Itu kan gak harus SARA , Okeh ..
Mohon ,maaaf bila isi email ini minim Ilmu.
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ricky permadi
Sent: Thursday, December 13, 2007 12:39 AM
To: [email protected]
Subject: ~Milis NB~ Fwd: Fw: permaisuri lucifer
Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah Pak Bambang
Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan
bahwa ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek
Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. "Ketika
Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu
yang berbahaya buat anak saya," ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah
dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima
anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa
digunakan untuk kebaikan dan menolong banyak orang. Salah satunya
menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala menurutinya.
Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan
berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan
pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu
benar.
Kejadian Supranatural
Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa
melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu
berwujud manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk
keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada
anak-anaknya supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala
menyampaikannya.
Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan
barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang
tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat
Lala sembuhkan.
Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali
Jaga. Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang
lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin,
kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak
mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin
disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen
tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu
kejanggalan.
Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar
Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki
berwajah tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus
dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar,
namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala
dengan tatapan tajam lalu berkata, "Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan
kujadikan permaisuri. Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan,
rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan
orang tuamu lagi." Lala sempat terbuai dengan tawaran itu. "Jika kamu
menjadi permaisuriku maka kita berdua akan membuat Bandung berdarah," ucap
laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar bahwa laki-laki ini
bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara
kembali. "Saya tidak mau," jawab Lala. Wajah laki-laki misterius itu
berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam
sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring
kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat
seisi kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di
lantai atas ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak
karuan. Ia mulai merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang
sekiranya akan terjadi dalam hidupnya setelah kejadian ini.
Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer
(Embedded image moved to file: pic21003.jpg)
(Embedded image moved to file: pic26869.jpg)Lima hari berlalu dari kejadian
itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam kehidupan Lala. Ia pergi ke
kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia melihat keadaan di dalam
mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke dalam mobil, pintu
mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga menjepit tangan
Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun yang
mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka
kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung.
Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya,
sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak
melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba
wajah Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang
merasakan pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang
menghajarnya.
Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata
kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan
kursi yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding
ketakutan dan bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat
kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali,
mulai di hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah
dimulai. "Kehidupan saya tidak tenang karena ?mereka' selalu mengganggu
saya," ujar Lala.
(Embedded image moved to file: pic17861.jpg)
(Embedded image moved to file: pic14688.jpg)Gangguan belum berakhir.
Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang ada di sendok ke
dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu melesak ke dalam
mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha membantu Lala
menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir dari dalam
mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama satu
minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah
sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.
Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh
darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat
heran ketika muncul tanda seperti simbol ?X' berwarna merah di dahi Lala.
Simbol itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul
tulisan ?SATAN' di tubuh Lala. "Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer,"
ujar Lala.
(Embedded image moved to file: pic13401.jpg)
(Embedded image moved to file: pic09789.jpg)Teror demi teror terus
berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. Tiba pada puncaknya
ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia menghilang seketika.
Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat kamar mandi dalam
keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat dengan jelas Lala
masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala hilang. Seorang
petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu
terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba
sudah berada di pegunungan Ciwidey.
Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan
penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram.
Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap.
Beberapa menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik
leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang
bersamaan, kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April
2002. Tidak sampai di situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga
Lala menjadi amnesia dan tidak mengenali satu orang pun yang ada di
dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki
pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan teman-temannya satu per satu mulai
pergi menjauhi dirinya.
Pencobaan Bunuh Diri
(Embedded image moved to file: pic15255.jpg)
(Embedded image moved to file: pic16423.jpg)Lima hari sudah Lala lewati
dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak mengenali suara-suara yang ia
dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan
diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak kuat menahan
penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba
meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat
menikam lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal
ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang
itu menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, "Ini mama." Dan lagi ia
menuliskan sebuah kalimat, "Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus
sayang sama Lala." Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu
menerima Yesus.
Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan
(Embedded image moved to file: pic05002.jpg)
(Embedded image moved to file: pic10585.jpg)Sementara itu, selain kedua
orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. Karyawan Maranatha di
bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan mereka berdoa selama
berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan mengasihani Lala.
"Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah kami menjadi
rumah doa," ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika memberikan
kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia
mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa
orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi,
meskipun ia belum bisa melihat.
Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama
teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi
penglihatannya mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat
kembali. "Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa.
Tuhan bertahta di atas puji-pujian," ujar Lala.
Kejadian Aneh Muncul Kembali
(Embedded image moved to file: pic24182.jpg)
(Embedded image moved to file: pic10285.jpg)Beberapa hari kemudian, ketika
sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tua dan pamannya, Lala
tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka menjadi ngeri dan panik,
karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. Sedangkan Lala sendiri
tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak
muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan anggota
tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang seseorang
memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di dalam
kamar Lala. "Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya
jadikan permaisuriku," ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya,
iblis membawa Lala ke pelaminannya. Anak-anak muda yang berada di dalam
ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.
Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil
dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan
mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari
mulut mereka - mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah.
Lalu setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling
berhubungan seks.
(Embedded image moved to file: pic27088.jpg)
(Embedded image moved to file: pic31426.jpg)Laki-laki misterius yang
membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. Kemudian Lala melihat
wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran Lala
sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha berkata dalam
hati, "Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya tahu Kau
mau menolong saya, Yesus tolong saya."
Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi.
Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan.
Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun
Lala bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang
memperhatikannya.
Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada
Yesus. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang
lembut, "Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Allah,
di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu."
Tuhan Yesus Mendatangi Lala
Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik
ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu
Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan
terima kasih kepada Yesus.
(Embedded image moved to file: pic28617.jpg)
(Embedded image moved to file: pic23757.jpg)Lalu mereka semua turun ke
bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, dan berkata kepada
ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan Lala. Dalam
keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di
hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di
sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala
kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati
Lala dan berkata, "Anak-Ku, Aku mengasihi engkau." Dia lalu membuka
tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa, "Bapa Kami yang di sorga..."
Lala mengikutinya dan semua orang menangis.
Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala
menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana
menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, "Percayakah Kau
kepadaku?" Lala menjawab, "Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!"
Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa.
Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri,
keluar suara lemah dari mulut Lala, "Ya Yesus, Engkau Anak Allah Yang Maha
Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang
lalu. Ampuni kami Tuhan." Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. Tuhan
Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera
menjawabnya, "Saya percaya Tuhan!" Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan
seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang
ada di ruangan tersebut. "Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?" tanya
Yesus lagi. "Ya, saya mau!" jawab Lala dengan tegas. "Sampai maranatha,"
ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.
Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu
Annie kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa
segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang
mengasihi Tuhan. (Kisah ini telah ditayangkan 23 Juli 2007 dalam acara
Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian :
Melanie Prasetyo
(Embedded image moved to file: pic09832.jpg)
--- End Message ---