ikut nimbrung nich ... setelah aku baca tulisan mbak Euis ini ( walaupun katanya hanya fiksi, tapi bisa lho ini cerita beneran yang terjadi di muka bumi ini, walau siapa pelakunya kita nggak perlu tahu... ) aku tertarik dengan paragraf dibawah ini .. ibarata nasi ... dst
memang nasi sudah menjadi bubur, tidak bisa dikatakan nasi lagi, dan tidak bisa dibuat nasi kembali. tetapi nasi yang sudah menjadi bubur tersebut, dapat dibuat menjadi enak, dengan dibuat misalkan bubur ayam, atau bubur lemu, dsb. intinya sesuatu yang sudah terjadi dan tidak sesuai tujuan kita, tidak perlu hanya disesali saja, atau direnungi saja, tetapi dari yang sudah terjadi itu, buatlah sesuatu yang masih memberi kenikmatan bagi hidup kita. ayo berbuat, bertindak, untuk membangkitkan diri kita kembali dengan segala yang masih ada dalam diri kita, jangan hanya meratapi nasi yang sudah jadi bubur, tetapi berbuatlah supaya bubur tsb menjadi bubur ayam yang memiliki nilai lebih dari sekedar bubur. salam Soewarto On Wednesday 16 January 2008 13:00, Euis wrote: > 空白TOLONG...CARIKAN AYAH UNTUK JANINKU ! > (FIKSI) > Ibarat nasi sudah menjadi bubur, mustahil waktu kan berulang. Kini yang ada > hanya penyesalan yang mendalam dan rasa malu karena harus menanggung aib > yang cukup besar. Sampai akhirnya aku mengasingkan diri jauh dari keluarga > dan lingkungan masyarakat. > > ****** > > Serang, 160108 > * Ketika mencoba memposisikan diri menjadi orang lain(si pelaku)....
