Makasih mas atas masukannya. Kasus seperti ini memang tidak aneh lagi di sekitar kita...nyata dan banyak terjadi. Kalo berakhirnya seperti kisah tsb maka pihak perempuanlah yang paling berat menanggung resiko. Saya sendiri sbg perempuan masih merasa khawatir dgn pergaulan saya yg menuntut untuk bersosialisasi dgn lawan jenis.
Dan memang benar nasi yg sudah menjadi bubur takkan bisa dibuat menjadi nasi kembali. Yang terpenting adalah tindakan selanjutnya...ambil hikmah positif (bertaubat) dan mulai benahi diri kembali untuk menata kehidupan yg lebih baik dan menata masa depan si calon bayi. Karena mungkin dosa kita belum atau takkan terampuni jika kita hanya berucap saja tanpa adanya usaha atau tindakan menuju ke arah yg lebih baik. Kurang lebih seperti itu.... Salam, Euis ----- Original Message ----- From: Suwarto To: [email protected] Sent: Thursday, January 17, 2008 8:22 AM Subject: Re: ~Milis NB~ Tolong Carikan Ayah Untuk Janinku ! ikut nimbrung nich ... setelah aku baca tulisan mbak Euis ini ( walaupun katanya hanya fiksi, tapi bisa lho ini cerita beneran yang terjadi di muka bumi ini, walau siapa pelakunya kita nggak perlu tahu... ) aku tertarik dengan paragraf dibawah ini .. ibarata nasi ... dst memang nasi sudah menjadi bubur, tidak bisa dikatakan nasi lagi, dan tidak bisa dibuat nasi kembali. tetapi nasi yang sudah menjadi bubur tersebut, dapat dibuat menjadi enak, dengan dibuat misalkan bubur ayam, atau bubur lemu, dsb. intinya sesuatu yang sudah terjadi dan tidak sesuai tujuan kita, tidak perlu hanya disesali saja, atau direnungi saja, tetapi dari yang sudah terjadi itu, buatlah sesuatu yang masih memberi kenikmatan bagi hidup kita. ayo berbuat, bertindak, untuk membangkitkan diri kita kembali dengan segala yang masih ada dalam diri kita, jangan hanya meratapi nasi yang sudah jadi bubur, tetapi berbuatlah supaya bubur tsb menjadi bubur ayam yang memiliki nilai lebih dari sekedar bubur. salam Soewarto On Wednesday 16 January 2008 13:00, Euis wrote: > 空白TOLONG...CARIKAN AYAH UNTUK JANINKU ! > (FIKSI) > Ibarat nasi sudah menjadi bubur, mustahil waktu kan berulang. Kini yang ada > hanya penyesalan yang mendalam dan rasa malu karena harus menanggung aib > yang cukup besar. Sampai akhirnya aku mengasingkan diri jauh dari keluarga > dan lingkungan masyarakat. > > ****** > > Serang, 160108 > * Ketika mencoba memposisikan diri menjadi orang lain(si pelaku)....
