Mbak Euis,

tetangga saya kemaren ada yg sakit hati terus nyebur ke empang.
medingan jangan sakit hati dech..gak enak, sakit gigi juga gak enak.
yang enak, kalo pas sakit, nikmati aja sakitnya..

salam,
agussyafii

--- In [email protected], "Euis" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ªÅ¥ÕLebih Baik Sakit Gigi Daripada Sakit Hati (Karena Cinta) ?
> 
> Euis Handayani
> 
> 
> 
> Sepenggal kalimat di atas tentu sudah sangat familiar di telinga
kita. Jika harus memilih, Anda akan pilih mana, sakit gigi atau sakit
hati ? Saya yakin jawaban Anda pasti tidak untuk keduanya. Tapi
bagaimana dengan mereka yang pernah mengalami sakit hati, terutama
karena putus cinta ? Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan "Lebih
baik sakit gigi daripada sakit hati."
> 
> Kita tidak tahu seberapa dalam sakit hati mereka karena putus cinta,
sehingga mereka sampai mengucapkan istilah seperti itu.
> 
> Seperti sebuah tembang lagu yang didendangkan oleh seorang penyanyi
kondang Meggy Z "Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati" Mungkin
seperti itulah gambaran sebenarnya.
> 
> Putus cinta memang amat menyakitkan, terlebih jalinan cinta tersebut
sudah sampai pada tahap kehidupan keluarga atau rumah tangga. Banyak
diantara mereka yang memilih jalan perceraian atau perselingkuhan.
Tidak sedikit pula yang menjalin cinta di sana-sini (mengobral cinta)
dengan bebasnya.
> Sepertinya tidak ada lagi aturan yang menghalanginya, bahkan
norma-norma agama pun diabaikannya. Semua seakan sah-sah saja
dilakukan. Tidak peduli lagi halal dan haram, yang penting nafsu
syahwat bisa terpenuhi.
> 
> Putus cinta juga bisa menimbulkan rasa kesepian (loneliness),
hilangnya kepercayaan terhadap pasangan dan berpengaruh terhadap orang
lain, menimbulkan depresi berat terutama di kalangan remaja, hilangnya
rasa percaya diri dan berujung pada keputusasaan. Mereka yang tidak
mempunyai cukup keterampilan atau kurang pergaulan, akan menjadi
seorang pelamun hebat (hanya bermain dengan khayalannya sendiri). Dan
tidak sedikit pula yang menjadi peminum, penzina, pemakai narkoba
sebagai pelarian. Jalan seperti ini kebanyakan dilakukan oleh kaum remaja.
> 
> Namun cinta yang berlebihan terhadap pasangan pun bisa membutakan
hati dan pikiran kita. Oleh karenanya, berhati-hatilah dalam menjalin
hubungan, jangan sampai ada hati yang dikorbankan (dipermainkan). Jaga
dan rawatlah cinta itu agar tetap bersemi selamanya. Dan tetap
berpegang teguhlah pada ajaran agama, karena cinta yang suci adalah
cinta yang diridhoi olehNya. Mohonlah agar cinta kita senantiasa
berada di jalan yang benar dan tidak melebihi cintaNya.
> 
> 
> Serang,
> (Ketika hati sedang ingin benar-benar memaknai arti cinta)
>


Kirim email ke