Pak agus.. jawaban neng euis wise banget.. jadi pengen ....
Regards, Achmad Wildan [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Euis Sent: Wednesday, January 23, 2008 5:38 PM To: [email protected] Subject: Re: +Nongkrong Bareng Comunity+ Re: Lebih Baik Sakit Gigi Daripada Sakit Hati....? Kalo sampe nyebur ke empang seh jangan sampe dech pak ustadz coz lom tentu jg pasangan kita mau ngelakuin hal yg sama...hehehe Sebenarnya kalo kita tau, di dalam sakit itu ada pahala yg bisa kita raih... misalnya kita lebih banyak istighfar dan tetap berbaik sangka kepada Allah (yakin kalo Allah menguji rasa sakit kita itu karena Dia sayang sama kita) Salam, Euis ----- Original Message ----- From: agussyafii <mailto:[EMAIL PROTECTED]> To: Nongkrong_bareng@ <mailto:[email protected]> yahoogroups.com Sent: Wednesday, January 23, 2008 12:50 PM Subject: +Nongkrong Bareng Comunity+ Re: Lebih Baik Sakit Gigi Daripada Sakit Hati....? Mbak Euis, tetangga saya kemaren ada yg sakit hati terus nyebur ke empang. medingan jangan sakit hati dech..gak enak, sakit gigi juga gak enak. yang enak, kalo pas sakit, nikmati aja sakitnya.. salam, agussyafii --- In Nongkrong_bareng@ <mailto:[email protected]> yahoogroups.com, "Euis" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ªÅ¥ÕLebih Baik Sakit Gigi Daripada Sakit Hati (Karena Cinta) ? > > Euis Handayani > > > > Sepenggal kalimat di atas tentu sudah sangat familiar di telinga kita. Jika harus memilih, Anda akan pilih mana, sakit gigi atau sakit hati ? Saya yakin jawaban Anda pasti tidak untuk keduanya. Tapi bagaimana dengan mereka yang pernah mengalami sakit hati, terutama karena putus cinta ? Tidak sedikit dari mereka yang mengatakan "Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati." > > Kita tidak tahu seberapa dalam sakit hati mereka karena putus cinta, sehingga mereka sampai mengucapkan istilah seperti itu. > > Seperti sebuah tembang lagu yang didendangkan oleh seorang penyanyi kondang Meggy Z "Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati" Mungkin seperti itulah gambaran sebenarnya. > > Putus cinta memang amat menyakitkan, terlebih jalinan cinta tersebut sudah sampai pada tahap kehidupan keluarga atau rumah tangga. Banyak diantara mereka yang memilih jalan perceraian atau perselingkuhan. Tidak sedikit pula yang menjalin cinta di sana-sini (mengobral cinta) dengan bebasnya. > Sepertinya tidak ada lagi aturan yang menghalanginya, bahkan norma-norma agama pun diabaikannya. Semua seakan sah-sah saja dilakukan. Tidak peduli lagi halal dan haram, yang penting nafsu syahwat bisa terpenuhi. > > Putus cinta juga bisa menimbulkan rasa kesepian (loneliness), hilangnya kepercayaan terhadap pasangan dan berpengaruh terhadap orang lain, menimbulkan depresi berat terutama di kalangan remaja, hilangnya rasa percaya diri dan berujung pada keputusasaan. Mereka yang tidak mempunyai cukup keterampilan atau kurang pergaulan, akan menjadi seorang pelamun hebat (hanya bermain dengan khayalannya sendiri). Dan tidak sedikit pula yang menjadi peminum, penzina, pemakai narkoba sebagai pelarian. Jalan seperti ini kebanyakan dilakukan oleh kaum remaja. > > Namun cinta yang berlebihan terhadap pasangan pun bisa membutakan hati dan pikiran kita. Oleh karenanya, berhati-hatilah dalam menjalin hubungan, jangan sampai ada hati yang dikorbankan (dipermainkan). Jaga dan rawatlah cinta itu agar tetap bersemi selamanya. Dan tetap berpegang teguhlah pada ajaran agama, karena cinta yang suci adalah cinta yang diridhoi olehNya. Mohonlah agar cinta kita senantiasa berada di jalan yang benar dan tidak melebihi cintaNya. > > > Serang, > (Ketika hati sedang ingin benar-benar memaknai arti cinta) >
