Bibir-Bibir Kita Bibirku dan bibirmu tidak selincah dan sepolos dulu Ketika bertemu Biasanya bibirmu hanya mengucapkan salam dengan kerling Malu-malu Lalu kau sumbat dengan pipet sampai tandas isi gelas pertama Dan bibirku akan memesan gelas ke dua Akan terus kau lakukan hal yang sama Ketika bibirku asyik memuntahkan cerita tentang jarum-jarum jam Yang selalu berbaris kaku di bibir pintu kamarku Bila malam telah tiba Betapa santun bibirmu mengalah dan membiarkan telingamu Yang terus melakukan perannya Sebelum isi gelas kedua itu akhirnya tandas juga
Bibirku pastilah lelah melakukan pendakian cerita Yang berbukit-bukit Dan saat itulah, kau bergerak mendekatkkan kursimu Di sebelah kursiku Bibirmu masih belum terkatup Tapi kini barisan gigi atasmu mulai mencubit bibir bawahmu Yang masih basah oleh sisa air Dan tampak merah tanpa pewarna Beberapa helai rambutmu seperti mewakili isi hati bibirmu Berharap fikiran bibirku segera mampu membacanya Dan telah terlukis di sana Betapa indahnya alunan yang akan mengalir ke muara dada Ketika sentuhan ciuman pertama itu akhirnya melakukan Peranannya Di antara kegelisahan kita Di antara getir, getar itu menyusup ke sela dua mulut rasa Ketika kau dan aku sama-sama memejamkan mata Terpejam dari segala gelap dan datanglah cahaya yang mengalpa Rawamangun, Jumat Pagi, 16052008 Nb: Karena tiba-tiba diserang ya udah blalang posting aja sajak di sini, heheh buat yang lain salam kenal juga dan yang suka puisi silakan menikmatisajak2 picisan blalang di http://asharjunandar.wordpress.com ini sekuensajak dari "Sinopsis Musim Gugur" salam blalang_kupukupu
